Minggu
19 April 2026 | 4 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pelantikan Kepala Daerah Melalui Rapur Istimewa DPRD

pdip-jatim-kusnadi-dpd-jatim

pdip-jatim-kusnadi-dpd-jatimSURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Kusnadi menyatakan, wacana pelantikan pasangan kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih hasil Pilkada serentak 2015 di Istana Negara jika dipaksakan bisa melanggar undang-undang.

Kusnadi menjelaskan, UU No.23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah maupun UU No.8 tahun 2015 tentang Pilkada menegaskan, bahwa pelantikan bupati/wali kota terpilih dilakukan melalui rapat paripurna (rapur) istimewa DPRD setempat, yang dilakukan gubernur mewakili Mendagri.

“Sesuai aturan undang-undang, pelantikan digelar dalam sidang paripurna istimewa DPRD. Apa mungkin menggelar sidang istimewa di Istana Negara dengan banyaknya kepala daerah yang dilantik,” kata Kusnadi, kemarin.

Pria yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim ini mengatakan, pelantikan bupati/walikota terpilih itu merupakan seremonial, sehingga kalaupun dibuatkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) harus ada unsur daruratnya.

“Problem seremonial itu tidak bisa dijadikan sebagai unsur darurat,” jelas dia.

Pihaknya tetap berharap pelantikan 19 bupati/wali kota hasil pilkada di Jatim bisa dilantik di gedung Negara Grahadi Surabaya secara bergantian. Alasannya, jika Gubernur atau Wagub Jatim yang mendatangi pelantikan ke daerah-daerah, bisa memakan waktu cukup lama dan dikhawatirkan terjadi kekosongan kepemimpinan di Provinsi Jatim.

Kusnadi berharap, ke depan pelaksanaan pilkada serentak di Indonesia dievaluasi. Khususnya menyangkut pelantikan bupati/walikota yang mengharuskan kehadiran gubernur, sebab tidak mungkin gubernur melantik sekaligus di beberapa tempat.

“Masalah tempat dan pelaksanaan pelantikan kepala daerah ini merupakan salah satu kelemahan dari pelaksanaan pilkada serentak. Saya harap ini dievaluasi,” harap dia. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Puan Maharani Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Seksual, Soroti Kasus di Kampus

Puan Maharani menegaskan tidak ada toleransi terhadap kekerasan seksual di kampus dan mendorong evaluasi menyeluruh ...
EKSEKUTIF

Bongkar Fasad Eks Toko Nam, Pemkot Surabaya Kembalikan Fungsi Pedestrian

Pemkot Surabaya akan membongkar fasad eks Toko Nam di Embong Malang untuk mengembalikan fungsi pedestrian, tetap ...
KRONIK

HUT Klenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi, Bupati Ipuk Sebut Momentum Perkuat Harmoni

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menghadiri perayaan HUT ke-242 Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) ...
RUANG MERAH

Setelah Persamuhan di Bandung, 71 Tahun Silam…

Oleh Eri Irawan* SETELAH persamuhan di Bandung, 71 tahun silam, dunia tidak banyak berubah. Perang Dingin memang ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Ajak Laki-laki Evaluasi Diri dan Tekan Ego Patriarki demi Kesetaraan

Bupati Trenggalek Mas Ipin ajak laki-laki evaluasi diri dan tekan ego patriarki dalam perjuangan kesetaraan gender ...
KRONIK

Erma Susanti Tegaskan Perempuan Harus Suarakan Kesetaraan Gender di Era Digital Indonesia

Erma Susanti dorong perempuan Indonesia aktif menyuarakan kesetaraan gender melalui media sosial sebagai bagian ...