JEMBER – Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Sukowono menjadikan pembacaan selawat sebagai pembuka dalam setiap agenda konsolidasi partai di tingkat desa maupun anak ranting.
Tradisi tersebut dipertahankan sebagai bagian dari penguatan organisasi yang berpijak pada kultur keagamaan masyarakat setempat.
Ketua PAC PDI Perjuangan Sukowono, Hengky Indra Jaya, mengatakan tradisi itu lahir dari kehidupan masyarakat Sukowono yang lekat dengan lingkungan pesantren dan Nahdlatul Ulama (NU).
“Jadi kami tidak mungkin meninggalkan tradisi yang sudah kami jalankan sejak kecil dan sudah mendarah daging sebagai warga NU,” ujarnya, Rabu (8/7/2026).

Menurut Hengky, selain selawat, agenda kepartaian juga diisi kegiatan pengajian, pembacaan Yasin, serta santunan anak yatim sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan dengan masyarakat.
Usai pelaksanaan Musyawarah Anak Ranting (Musran), seluruh pengurus ranting juga diarahkan menggelar pengajian rutin setiap pekan dengan melibatkan pengurus perempuan sebagai bagian dari penguatan konsolidasi organisasi.
Ia menambahkan, pendampingan pengampu wilayah serta anggota Fraksi PDI Perjuangan yang ditugaskan DPC Jember turut mendukung kelancaran pelaksanaan Musran di setiap ranting.
Sementara itu, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember menargetkan seluruh Musran selesai pada Juli 2026 agar pembentukan kepengurusan ranting dapat segera dilaporkan kepada DPD PDI Perjuangan Jawa Timur sesuai jadwal. (art/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









