Melayat ke Rumah Duka Legenda Ludruk Surabaya, Eri Siapkan Gelar Seni “Mengenang Cak Sapari”

 224 pembaca

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi berencana menggelar acara khusus untuk mengenang kepergian legenda Ludruk asal Surabaya, Cak Sapari, yang meninggal, Kamis (15/9/2022) pagi. Pemkot Surabaya akan menggelar kegiatan seni dan budaya bertajuk “Mengenang Cak Sapari”.

Hal ini disampaikan Eri saat melayat ke rumah duka di Simomulyo Baru, Kamis (15/9/2022). Mewakili warga Kota Surabaya, dia menyampaikan ucapan belasungkawa.

”Mohon doanya, saya yakin beliau diparingi (diberikan) surga. Beliau adalah orang yang hebat karena telah membawa nama Surabaya,” kata Eri Cahyadi, usai takziah di rumah almarhum Sapari.

Dalam waktu dekat, pemkot akan menggelar kegiatan seni dan budaya bertajuk “Mengenang Cak Sapari”. ”Insya Allah saya bersama Cak Kartolo dan teman-teman (Pemkot Surabaya) akan menggelar kegiatan seni,” ungkapnya.

Rencananya, gelar seni Mengenang Cak Sapari itu lokasinya ada di Balai Pemuda. Menurutnya, hal ini sekaligus menjadikan kembali Balai Pemuda sebagai pusat kesenian dan budaya.

Selama ini, Pemkot Surabaya tengah fokus pada penanganan dan antisipasi penyebaran Covid–19. Seiring melandainya pagebluk Corona, pergerakan ekonomi di Surabaya menjadi fokus, termasuk lewat pentas budaya.

”Monggo (silakan) para seniman memanfaatkan Balai Pemuda secara bergantian. Nanti mereka bisa menjual tiket pementasan dan hasilnya juga bisa dimiliki para seniman,” ujar Eri.

Menurutnya, bagaimanapun Surabaya tak bisa lepas dari budaya. Budaya tradisional di Surabaya di antaranya merupakan ludruk. (Baca juga: Jenguk Seniman Cak Sapari, Ony: Semoga Beliau Segera Membaik)

“Kota Surabaya mampu mempertahankan budaya Arek, salah satunya adalah melalui seni dan budaya. Karena itu saya mengajarkan anak-anak enom (muda) sekarang, bahwa Kota Surabaya terkenal karena ludruk,” tandas pria kelahiran Surabaya ini.

”Melihat kemajuan zaman, ludruk juga tidak akan mati. Namun, ludruk perlu bertransformasi menjadi ludruk dengan model (konsep) kekinian, seperti Grup Ludruk The Luntas dan lainnya,” ucap wali kota yang juga kader PDI Perjuangan ini.

Dalam gelaran bertajuk “Mengenang Cak Sapari” nantinya, Cak Kartolo akan bersinergi dengan Grup Ludruk The Luntas. Eri Cahyadi juga bakal ikut bermain.

“Waktunya, menunggu jadwal Cak Kartolo. Sebab, masih ada keperluan, karena beliau akan operasi katarak. Kita juga ingin menunjukkan perjuangan Cak Sapari dan Cak Kartolo, bagaimana mengikat tali persahabatan dan persaudaraan sampai maut memisahkan, bahwa persahabatan mereka tidak dipisahkan oleh waktu dan zaman,” ujar Eri Cahyadi.

Dia menilai persaudaraan Cak Kartolo dengan Cak Sapari bisa menjadi teladan. “Mangkanya disatukan dengan seni dan budaya, melalui ludruk. Meskipun Cak Sapari meninggal, Cak Kartolo tetap menjadi sahabatnya. Saya berharap warga Surabaya bisa melihat perjuangan beliau, maka dalam satu RT atau kampung bisa menciptakan rasa persaudaraan,” tuturnya.

Diberitakan, Cak Sapari, meninggal dunia, Kamis (15/9/2022) pagi sekitar pukul 04.30 WIB. Mangkat di usia ke 80 tahun, almarhum yang sempat mendapat perawatan medis di RSUD Mohamad Soewandhie di Kota Surabaya ini meninggalkan 5 orang anak dan 15 orang cucu. (goek)

Tinggalkan Balasan