Sabtu
31 Oktober 2026 | 10 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pedagang Pasar Baru Magetan Cemas Tergusur Rencana Pembangunan Bioskop, DPRD Turun Tangan

IMG-20260723-WA0024

MAGETAN – Kawasan Pasar Baru Magetan kembali menjadi sorotan. Belum usai persoalan penataan parkir, kini muncul kekhawatiran dari para pedagang menyusul langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan yang mengundang investor untuk membangun gedung bioskop di area pasar tersebut.

​Sejumlah pedagang mengaku cemas proyek ini akan mengancam keberadaan tempat usaha yang telah mereka tempati selama puluhan tahun.

​Salah satu kekhawatiran diungkapkan oleh Mahadhika, pemilik Toko Alat Tulis Ranipuri. Dhika mengaku kaget setelah diminta oleh pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan untuk mencari lokasi toko baru. ​Posisi tokonya dinilai memotong jalur akses utama menuju area bioskop yang direncanakan.

​”Saya kaget dengan cara-cara pemerintah berkomunikasi dengan pedagang. Tiba-tiba datang dengan meminta cari pandangan lokasi lain karena ada bioskop. Apakah begini pemerintah bekerja, membela investor besar dengan mengusir pedagang?” ujar Dhika.

​Dhika menjelaskan, tokonya telah beroperasi sekitar 25 tahun setelah dibeli secara sah oleh kakeknya dari pengembang Pasar Baru pada 1999.

​Ia menegaskan, tokonya bukan bagian dari area terbuka yang sempat disewakan kepada pihak ketiga selama 30 tahun—lokasi yang kini difungsikan sebagai Mal Pelayanan Publik (MPP) dan Gedung Kesenian.

​Merasa dirugikan, Dhika mengajukan surat pengaduan resmi kepada DPRD Kabupaten Magetan untuk memohon perlindungan dan penanganan atas persoalan tersebut.

​Komisi B Cek Lokasi dan Jadwalkan RDP
​Menanggapi aduan pedagang, Ketua Komisi B DPRD Magetan dari Fraksi PDI Perjuangan, Rita Haryati, bergerak cepat meninjau lokasi Pasar Baru Magetan.

​Rita berdialog langsung dengan pengurus Paguyuban Pedagang Pasar Baru dan Mahadhika secara terpisah guna menggali fakta secara berimbang. Selain menyerap aspirasi, ia juga melihat langsung titik lokasi calon gedung bioskop, MPP, serta jalur akses yang terdampak.

​”Kami sudah menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Jumat (24/7/2026) pagi. Kami memanggil Disperindag, pemilik toko, serta pengurus paguyuban pasar untuk mencari solusi,” kata Rita.

​Rita berharap, forum RDP bersama Disperindag kelak mampu menghasilkan titik terang. Sehingga, rencana investasi bioskop di Pasar Baru tetap bisa berjalan tanpa harus mengorbankan atau merugikan para pedagang lokal.(rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Buleks Apresiasi Prestasi Bank Suroboyo, Minta Kinerja Lima Tahun Berturut-turut Dipertahankan

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksono, mengapresiasi capaian BPR Surya Artha Utama (BPR SAU) atau ...
SEMENTARA ITU...

Pemkot Surabaya Kembangkan Taman Hutan Kota Jeruk, Warga Desil 1 hingga 3 Diprioritaskan Kelola Usaha

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan pengembangan Taman Hutan Kota Jeruk di Kecamatan ...
LEGISLATIF

Bangun Ekonomi Berbasis Zero Waste, Sri Untari Gandeng Warga Empat Desa di Kabupaten Malang

MALANG – Empat desa di Kabupaten Malang disiapkan menjadi proyek percontohan pengelolaan sampah berbasis zero waste ...
EKSEKUTIF

Museum Penataran Expo 2026 Angkat Warisan Budaya Takbenda, Pemkab Blitar Luncurkan Reservasi Online

BLITAR – Museum Penataran Expo 2026 menjadi upaya Pemerintah Kabupaten Blitar mengenalkan kekayaan warisan budaya ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Larang Pungutan Perpisahan Siswa SD-SMP Negeri Surabaya, Dispendik Tegur Kasek

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melarang sekolah negeri membebani orang tua murid dengan pungutan ...
KRONIK

Wabup Ngawi Pastikan Bantu Perbaikan Rumah Rusak Terdampak Angin Kencang

NGAWI – Hujan disertai angin kencang menerjang Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis (29/10/2026) petang. Cuaca ...