Sabtu
12 September 2026 | 6 : 44

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pedagang Pasar Baru Magetan Cemas Tergusur Rencana Pembangunan Bioskop, DPRD Turun Tangan

IMG-20260723-WA0024

MAGETAN – Kawasan Pasar Baru Magetan kembali menjadi sorotan. Belum usai persoalan penataan parkir, kini muncul kekhawatiran dari para pedagang menyusul langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan yang mengundang investor untuk membangun gedung bioskop di area pasar tersebut.

​Sejumlah pedagang mengaku cemas proyek ini akan mengancam keberadaan tempat usaha yang telah mereka tempati selama puluhan tahun.

​Salah satu kekhawatiran diungkapkan oleh Mahadhika, pemilik Toko Alat Tulis Ranipuri. Dhika mengaku kaget setelah diminta oleh pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan untuk mencari lokasi toko baru. ​Posisi tokonya dinilai memotong jalur akses utama menuju area bioskop yang direncanakan.

​”Saya kaget dengan cara-cara pemerintah berkomunikasi dengan pedagang. Tiba-tiba datang dengan meminta cari pandangan lokasi lain karena ada bioskop. Apakah begini pemerintah bekerja, membela investor besar dengan mengusir pedagang?” ujar Dhika.

​Dhika menjelaskan, tokonya telah beroperasi sekitar 25 tahun setelah dibeli secara sah oleh kakeknya dari pengembang Pasar Baru pada 1999.

​Ia menegaskan, tokonya bukan bagian dari area terbuka yang sempat disewakan kepada pihak ketiga selama 30 tahun—lokasi yang kini difungsikan sebagai Mal Pelayanan Publik (MPP) dan Gedung Kesenian.

​Merasa dirugikan, Dhika mengajukan surat pengaduan resmi kepada DPRD Kabupaten Magetan untuk memohon perlindungan dan penanganan atas persoalan tersebut.

Komisi B Cek Lokasi dan Jadwalkan RDP
​Menanggapi aduan pedagang, Ketua Komisi B DPRD Magetan dari Fraksi PDI Perjuangan, Rita Haryati, bergerak cepat meninjau lokasi Pasar Baru Magetan.

​Rita berdialog langsung dengan pengurus Paguyuban Pedagang Pasar Baru dan Mahadhika secara terpisah guna menggali fakta secara berimbang. Selain menyerap aspirasi, ia juga melihat langsung titik lokasi calon gedung bioskop, MPP, serta jalur akses yang terdampak.

​”Kami sudah menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Jumat (24/7/2026) pagi. Kami memanggil Disperindag, pemilik toko, serta pengurus paguyuban pasar untuk mencari solusi,” kata Rita.

​Rita berharap, forum RDP bersama Disperindag kelak mampu menghasilkan titik terang. Sehingga, rencana investasi bioskop di Pasar Baru tetap bisa berjalan tanpa harus mengorbankan atau merugikan para pedagang lokal.(rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Rp5 Juta per RW Jangan Habis untuk Seremoni, Harus Jadi Penghasilan Gen Z

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meminta anggaran kegiatan Generasi Z (Gen Z) sebesar Rp5 juta per RW ...
LEGISLATIF

Syaifuddin Minta Pemkot Surabaya Jemput Bola Data Desil, Jangan Tunggu Warga Mengadu

Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri meminta Pemkot jemput bola memperbarui data desil agar bantuan pendidikan dan ...
KRONIK

Ketua HKTI Magetan Suarakan Aspirasi Petani dan Tekankan Regenerasi di Rakerda HKTI Jatim

MAGETAN — Anggota DPRD Magetan dari PDI Perjuangan sekaligus Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ...
LEGISLATIF

Tunjang Kinerja Bamag Gresik, Nila Yani Serahkan Bantuan Perlengkapan Operasional

GRESIK – Dukungan terhadap penguatan pelayanan dan kerukunan umat beragama di Kabupaten Gresik terus dilakukan. ...
KRONIK

Budi Leksono Desak PDAM Modernisasi Alat demi Jamin Kualitas Air Warga

SURABAYA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya mendesak PDAM Surya Sembada segera melakukan ...
LEGISLATIF

Wiwin Sumrambah Dorong Informasi Sertifikasi Halal Diperkuat, UMKM Harus Mudah Akses Layanan

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Wiwin Sumrambah, mendorong penguatan penyebaran informasi dan ...