Doding Rahmadi ajak buruh tanam pohon saat May Day di Trenggalek, dorong ketahanan pangan dan lingkungan berkelanjutan.
TRENGGALEK — Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, memilih cara berbeda dalam memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026. Bersama buruh, perusahaan, dan unsur Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), ia menanam ratusan pohon di Lapangan Kedungdowo, Desa Bendoagung, Kecamatan Kampak, Jumat (1/5/2026).
Kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi antara pekerja, dunia usaha, dan pemerintah daerah dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Doding menegaskan, peringatan Hari Buruh tidak harus selalu diisi dengan aksi turun ke jalan, tetapi bisa diwujudkan dalam kegiatan produktif yang memberi dampak langsung bagi masyarakat.
“Peringatan Hari Buruh kita isi dengan menanam pohon bersama. Ini langkah nyata yang manfaatnya bisa dirasakan langsung,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini juga sejalan dengan visi pembangunan daerah menuju emisi karbon nol atau net zero carbon.
Selain aspek lingkungan, penanaman pohon ini juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Trenggalek ini menjelaskan, tanaman yang ditanam tidak hanya berfungsi sebagai penghijauan, tetapi juga memiliki nilai konsumsi sebagai alternatif pangan.

“Ini bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan. Jadi tidak hanya menjaga lingkungan, tapi juga memberi manfaat ekonomi,” jelasnya.
Salah satu tanaman yang menjadi perhatian adalah sukun. Komoditas ini dinilai memiliki potensi besar sebagai pengganti beras.
“Sukun ini kandungan gizinya tinggi, rendah gula, dan cocok untuk penderita diabetes. Ini bisa jadi alternatif pangan yang menjanjikan,” ungkapnya.
Pemkab Trenggalek sendiri tengah mendorong pengembangan sekitar 10 jenis tanaman pendamping beras sebagai bagian dari diversifikasi pangan.
Doding menambahkan, gerakan ini juga sejalan dengan program ketahanan pangan nasional yang terus didorong pemerintah pusat.
Melalui langkah sederhana seperti menanam pohon produktif, masyarakat diharapkan semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Melibatkan buruh, perusahaan, hingga pemerintah daerah, kegiatan ini mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjawab tantangan lingkungan dan pangan.
“Kalau semua pihak bergerak bersama, dampaknya akan lebih besar dan berkelanjutan,” pungkasnya. (aris/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










