Selasa
21 Juli 2026 | 9 : 18

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kunjungi Guntur, Risma Minta Izin Gambar Soekarno untuk Uang Pecahan Rp100.000

pdip-jatim-211008-risma-rumah-guntur-1

JAKARTA – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengunjungi kediaman Guntur Soekarnoputra, ahli waris keluarga Pahlawan Nasional Soekarno, di Jakarta Selatan, Jumat (8/10/2021).

Mewakili pemerintah, Rismaminta izin untuk menggunakan sosok gambar Soekarno dalam perpanjangan kontrak pengeluaran uang kertas pecahan Rp 100.000 yang bakal dikeluarkan Bank Indonesia (BI) tahun 2022.

Sebelumnya, menteri yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan ini telah mengunjungi kediaman Meutia Hatta, ahli waris dari Pahlawan Nasional Mohammad Hatta di Menteng, Jakarta Pusat.

“Saya, Kemenkeu dan Bank Indonesia (BI) saat ini memohon kepada keluarga dari Bung Karno dan Bung Hatta untuk mengizinkan pemerintah menggunakan foto-foto yang akan dipakai untuk uang baru,” beber Mensos Risma.

Dalam kunjungannya, Risma didampingi Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Edi Suharto yang membawahi Direktorat Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial.

Hadir juga, Asisten Gubernur BI Dwi Pranoto, Direktur Departemen Pengelolaan Uang BI Immaduddin Sahabat, dan Kasubdit Optimalisasi Kas Direktorat Pengelolaan Negara Kementerian Keuangan RI Moch Abdul Kobir.

Kunjungan Risma disambut hangat Guntur Soekarno Putra bersama sang istri, Heni Guntur Soekarno dan anaknya, Puti Guntur Soekarno. Putra sulung Bung Karno itu dengan senang hati mengizinkan gambar Sang Proklamator untuk digunakan kembali dalam uang pecahan Rp 100.000.

“Kalau masalah izin saya rasa atas nama keluarga dengan senang hati untuk memberi izin. Karena ini merupakan penghormatan dari keluarga, juga penghormatan dari Bung Karno. Ini ada kaitannya dengan generasi muda yang sekarang ini harus mengenal pahlawan-pahlawannya,” terang Guntur.

Selain itu, sebut Guntur, apa yang dilakukan Risma merupakan kegiatan yang sangat positif, demi membangun karakter dan jati diri bangsa. “Sangat positif untuk pendidikan character building. Pendidikan budi pekerti, indoktrinasi nasional, character building itu dilaksanakan pemerintah,” ujarnya.

Seperti diketahui, BI berencana mengeluarkan dan mengedarkan uang rupiah dalam bentuk uang kertas pecahan Rp 100.000, Rp 50.000, Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, Rp 1.000 dengan tetap mempertahankan gambar Pahlawan Nasional.

Setidaknya ada 8 Pahlawan Nasional yang akan digunakan dalam uang rupiah tahun emisi 2022. Yakni Soekarno, Mohammad Hatta, Raden Djuanda Kartawidjaya, Cut Meutia, Mohammad Husni Thamrin, KH Idham Chalid, Frans Kasiepo, GSSJ Ratulangi.

Pemerintah pun meminta izin kepada ahli waris untuk menggunakan gambar Pahlawan Nasional tersebut. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Mas Dhito Tinjau Lahan Calon Hotel Haji Pertama di Indonesia Dekat Bandara Dhoho

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau lahan calon hotel haji pertama di Indonesia di dekat Bandara ...
LEGISLATIF

Asmadi Minta UMKM Dilibatkan dalam Revitalisasi GOR Ganesha, Pedagang Lama Harus Diprioritaskan

BATU – Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Asmadi, meminta Pemerintah Kota Batu melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, ...
SEMENTARA ITU...

Ketika Pelari Kenya Terjebak di Jember, Gotong Royong Mengantarnya Pulang

JEMBER — Debu musim kemarau beterbangan di sepanjang jalan Kota Jember. Matahari siang memantulkan hawa panas dari ...
KRONIK

Puan Maharani Tekankan Literasi Digital dan Komunikasi Negara untuk Tangkal Hoaks tentang DPR

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan maraknya hoaks yang menyasar DPR RI menjadi pengingat pentingnya ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Dorong Pemkot Percepat Pembangunan Pintu Air Kali Jagir

SURABAYA – Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong Pemkot Surabaya Proaktif Cari Pimpinan Perumda yang Kompeten

Anggota Komisi B DPRD Surabaya Baktiono meminta Pemkot Surabaya proaktif mencari figur profesional berkompeten ...