Sabtu
31 Oktober 2026 | 7 : 35

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Soekarno Run Banyuwangi Libatkan Disabilitas Netra Layani Sport Massage Pelari

pdip jatim 260913 soekarno run banyuwangi

Soekarno Run Banyuwangi melibatkan penyandang disabilitas netra dalam layanan sport massage bagi peserta sebagai wujud olahraga yang inklusif dan memberdayakan.

BANYUWANGI — Soekarno Run Banyuwangi membawa semangat inklusivitas dengan melibatkan penyandang disabilitas netra dalam layanan sport massage bagi para peserta. Tak sekadar menghadirkan kompetisi lari dengan total hadiah mencapai Rp1 miliar, event yang digelar 20 September mendatang itu juga membuka ruang bagi penyandang disabilitas untuk berkontribusi dan menunjukkan kompetensinya.

Para penyandang disabilitas netra akan bergabung bersama tim fisioterapis dan mahasiswa sport massage dari salah satu perguruan tinggi negeri. Mereka memberikan layanan pemulihan bagi pelari, terutama peserta yang mengalami kelelahan maupun keluhan otot setelah menyelesaikan race.

Panitia Penyelenggara Soekarno Run Banyuwangi, Indra Agus, mengatakan keterlibatan penyandang disabilitas netra merupakan bagian dari upaya menjadikan event olahraga tersebut sebagai ruang partisipasi dan pemberdayaan.

“Teman-teman disabilitas netra bersama fisioterapis lainnya akan membantu para peserta yang mengalami masalah, terutama masalah pada kaki setelah race,” kata Indra, Minggu (13/9/2026).

Menurut dia, para penyandang disabilitas netra memiliki kemampuan di bidang pijat yang dapat dipadukan dengan kompetensi tim sport massage serta tenaga pendukung lainnya.

“Jadi dengan melibatkan disabilitas netra dalam layanan sport massage, Soekarno Run Banyuwangi menjadi ruang kompetisi olahraga sekaligus wadah bagi penyandang disabilitas untuk berkontribusi, menunjukkan kompetensi, sekaligus mengambil bagian dalam penyelenggaraan event olahraga berskala nasional,” imbuhnya.

Keterlibatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa event olahraga tidak hanya berbicara tentang kecepatan, prestasi, dan persaingan. Ada ruang yang sama bagi kelompok disabilitas untuk mengambil peran sesuai kemampuan yang dimiliki.

Dalam olahraga lari jarak jauh, sport massage menjadi salah satu layanan pemulihan yang dapat membantu mengurangi ketegangan otot dan menunjang proses recovery. Penanganan dapat diarahkan pada kelompok otot yang banyak bekerja selama berlari.

Teknik pemijatan akan disesuaikan dengan kondisi peserta. Setelah race, terapis dapat menggunakan teknik seperti usapan ringan hingga sedang maupun gerakan meremas jaringan otot untuk membantu relaksasi dan mengurangi rasa kaku setelah aktivitas fisik.

Namun, Indra menegaskan layanan sport massage bukan pengganti penanganan medis apabila peserta mengalami cedera.

“Layanan tersebut bukan ditujukan untuk menggantikan penanganan medis ketika pelari mengalami cedera. Jika ditemukan kondisi yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, peserta akan diarahkan kepada tim medis yang telah disiapkan panitia,” jelasnya.

Tim sport massage akan ditempatkan di sekitar area finish di Pendopo Sabha Swagata Blambangan yang juga menjadi lokasi start dan finish Soekarno Run Banyuwangi.

Selain layanan pemulihan, aspek keselamatan peserta menjadi perhatian panitia. Tingginya antusiasme peserta, ditambah total hadiah mencapai Rp1 miliar, diperkirakan membuat para pelari berupaya mengeluarkan kemampuan terbaiknya selama race.

Karena itu, panitia menggandeng sejumlah rumah sakit untuk mendukung kebutuhan medis selama lomba. Sejumlah titik ambulans dan unit mini hospital juga disiapkan di lokasi pelaksanaan.

“Akan disiagakan beberapa titik ambulans serta unit mini hospital, yakni ambulans dengan fasilitas medis yang mumpuni,” ujar Indra.

Soekarno Run Banyuwangi diproyeksikan diikuti lebih dari 3.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta tercatat berasal dari 26 provinsi, mulai Aceh hingga Papua.

Ajang ini mempertandingkan sejumlah kategori, yakni Half Marathon 21K untuk umum, 10K kategori master dan umum, 5K untuk umum dan pelajar, 3K untuk umum dan pelajar, serta 1K untuk pelajar.

Pada masing-masing kategori, pemenang akan dibedakan dalam kategori putra dan putri.

Dengan memadukan kompetisi, layanan kesehatan, dan keterlibatan kelompok disabilitas, Soekarno Run Banyuwangi diharapkan tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan berlari, tetapi juga menghadirkan semangat olahraga yang terbuka dan memberikan ruang bagi semua kalangan untuk berpartisipasi. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Pemkot Surabaya Kembangkan Taman Hutan Kota Jeruk, Warga Desil 1 hingga 3 Diprioritaskan Kelola Usaha

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan pengembangan Taman Hutan Kota Jeruk di Kecamatan ...
LEGISLATIF

Bangun Ekonomi Berbasis Zero Waste, Sri Untari Gandeng Warga Empat Desa di Kabupaten Malang

MALANG – Empat desa di Kabupaten Malang disiapkan menjadi proyek percontohan pengelolaan sampah berbasis zero waste ...
EKSEKUTIF

Museum Penataran Expo 2026 Angkat Warisan Budaya Takbenda, Pemkab Blitar Luncurkan Reservasi Online

BLITAR – Museum Penataran Expo 2026 menjadi upaya Pemerintah Kabupaten Blitar mengenalkan kekayaan warisan budaya ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Larang Pungutan Perpisahan Siswa SD-SMP Negeri Surabaya, Dispendik Tegur Kasek

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melarang sekolah negeri membebani orang tua murid dengan pungutan ...
KRONIK

Wabup Ngawi Pastikan Bantu Perbaikan Rumah Rusak Terdampak Angin Kencang

NGAWI – Hujan disertai angin kencang menerjang Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis (29/10/2026) petang. Cuaca ...
KRONIK

Peternak Ayam Terpuruk, Sonny Desak Pemerintah Kendalikan Harga Telur dan Pakan

BANYUWANGI – Kondisi peternak ayam petelur yang terus merugi akibat rendahnya harga telur dan tingginya biaya pakan ...