Senin
14 September 2026 | 10 : 53

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Puan Kenang Jejak Bung Karno dan Bulgarian Rose dalam 70 Tahun Persahabatan Indonesia-Bulgaria

pdip jatim 260914 wakil pm bulgaria 1

JAKARTA — Ketua DPR RI Puan Maharani mengenang kunjungan Presiden pertama RI Soekarno ke Bulgaria pada 1961, saat menerima Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi, Investasi, dan Industri Republik Bulgaria Alexander Poulev di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Dalam lawatan tersebut, Bung Karno membawa pulang Bulgarian Rose, bunga mawar khas Bulgaria yang dikenal karena keindahan dan wanginya. Jejak kunjungan itu bahkan masih terasa hingga kini karena Bulgarian Rose masih dibudidayakan di Indonesia sebagai bahan baku parfum dan minyak atsiri.

“Bung Karno membawa pulang Bulgarian Rose yang sampai sekarang masih dibudidayakan di Indonesia sebagai bahan baku pembuatan parfum dan minyak atsiri,” jelas Puan.

Puan menyebut kunjungan Alexander Poulev memiliki arti khusus karena berdekatan dengan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Bulgaria yang jatuh pada 20 September 2026.

Menurut Puan, Bulgaria merupakan salah satu negara Eropa yang termasuk paling awal mengakui kemerdekaan Indonesia. Kunjungan Presiden Soekarno pada 1961 kemudian menjadi salah satu penanda penting persahabatan kedua negara.

“Seindah dan seharum Bulgarian Rose yang dibawa oleh Bung Karno dari Bulgaria, seindah itu juga persahabatan yang terjalin antara Indonesia dan Bulgaria,” tutur Puan.

Puan berharap momentum 70 tahun hubungan diplomatik tersebut tidak berhenti sebagai catatan sejarah, tetapi menjadi pijakan untuk memperluas kerja sama kedua negara di berbagai bidang.

Indonesia, kata Puan, memandang Bulgaria sebagai mitra penting di kawasan Balkan dan Eropa. Hubungan kedua negara juga dinilai memiliki fondasi nilai yang sama, terutama dalam hal demokrasi, multilateralisme, penghormatan terhadap hukum internasional, serta komitmen terhadap tatanan dunia berbasis aturan.

“Di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian global, nilai-nilai ini menjadi pegangan untuk kita saling menghargai dan mengedepankan kerja sama,” ujarnya.

Dari sisi ekonomi, Puan melihat masih terdapat peluang besar untuk meningkatkan volume dan diversifikasi perdagangan Indonesia-Bulgaria.

Ia menilai posisi Bulgaria cukup strategis sebagai pintu masuk produk Indonesia menuju kawasan Balkan dan Eropa. Pelabuhan Varna dan Burgas, menurut Puan, berpotensi menjadi hub bagi produk Indonesia untuk dipasarkan ke kawasan tersebut.

“Kami berharap dukungan Pemerintah dan Parlemen Bulgaria untuk memfasilitasi hal ini. Pada saat yang sama, DPR juga akan mendorong Pemerintah Indonesia untuk lebih memfasilitasi Bulgaria berinvestasi dan menjual produknya di Asia Tenggara, melalui Indonesia sebagai hub,” paparnya.

Puan juga mendorong semakin banyak perusahaan Bulgaria menjadikan Indonesia sebagai basis investasi untuk menjangkau pasar ASEAN dan kawasan sekitarnya.

Peluang kerja sama tersebut dinilai semakin terbuka seiring rampungnya perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (Indonesia-EU CEPA). Puan berharap Bulgaria dapat menjadi salah satu mitra Indonesia dalam memanfaatkan kesepakatan tersebut.

“DPR RI berkomitmen memberikan dukungan parlemen melalui penguatan regulasi dan diplomasi parlemen untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi peningkatan perdagangan dan investasi kedua negara,” tegasnya.

Di bidang diplomasi parlemen, Puan memastikan DPR RI terus mendorong penguatan hubungan Indonesia-Bulgaria. Kedua parlemen juga telah bekerja sama dan saling mendukung dalam sejumlah forum multilateral, termasuk Inter-Parliamentary Union (IPU) dan OECD Global Parliamentary Network.

Saat ini, Indonesia dan Bulgaria sama-sama menjalani proses aksesi menuju Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Kondisi tersebut dinilai membuka ruang bagi kedua parlemen untuk saling bertukar pengalaman terkait reformasi kebijakan, harmonisasi regulasi, hingga penguatan tata kelola ekonomi dan investasi.

Namun, Puan menekankan bahwa hubungan bilateral yang kuat tidak hanya dibangun melalui kerja sama antarpemerintah. Hubungan tersebut juga harus tumbuh di antara masyarakat kedua negara.

Karena itu, DPR RI mendorong peningkatan kerja sama sosial dan budaya, termasuk pendidikan, pertukaran budaya, pariwisata, dan ketenagakerjaan.

Secara khusus, Puan mendorong peningkatan kapasitas kepemudaan, pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, serta pemberian beasiswa.

“Saya mengapresiasi upaya untuk memperkenalkan dan mengajarkan Bahasa Indonesia di University of Sofia. Saya juga mengapresiasi pendirian Indonesian Permanent Heritage Collection di Galeri Nasional Bulgaria sejak 2019,” ungkapnya.

Di sektor pariwisata, Puan melihat masih terdapat peluang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan Bulgaria ke Indonesia. Promosi pariwisata dan peningkatan konektivitas udara dinilai perlu diperkuat agar interaksi masyarakat kedua negara semakin luas.

Sementara di bidang ketenagakerjaan, peluang kerja sama juga terbuka, terutama untuk mendukung kebutuhan tenaga kerja seiring perkembangan sektor pariwisata di Bulgaria.

Puan menegaskan, DPR RI akan terus menggunakan diplomasi parlemen untuk memperkuat hubungan kedua negara sekaligus memastikan kerja sama yang dibangun memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pertemuan kita hari ini cermin komitmen bersama Indonesia dan Bulgaria untuk terus menjalin persahabatan dan kerja sama untuk kepentingan bersama,” katanya.

Memasuki usia 70 tahun hubungan diplomatik, Puan optimistis persahabatan Indonesia dan Bulgaria akan semakin kuat. Ia berharap jejak sejarah yang ditinggalkan Bung Karno dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya untuk mempererat hubungan kedua bangsa.

“Seindah dan seharum Bulgarian Rose yang dibawa oleh Bung Karno dari Bulgaria, seindah itu juga persahabatan yang terjalin antara Indonesia dan Bulgaria,” pungkas Puan. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Magetan Sidak Gudang Pengepul Kentang Mitra Indofood usai Keluhan Petani Soal Panen Lambat

MAGETAN — Komisi B DPRD Kabupaten Magetan turun langsung meninjau gudang pengepul kentang di Jalan Raya ...
LEGISLATIF

Puan Kenang Jejak Bung Karno dan Bulgarian Rose dalam 70 Tahun Persahabatan Indonesia-Bulgaria

JAKARTA — Ketua DPR RI Puan Maharani mengenang kunjungan Presiden pertama RI Soekarno ke Bulgaria pada 1961, saat ...
LEGISLATIF

Developer di Gresik Tak Sediakan Lahan Makam Terancam Sanksi

GRESIK – Pengelolaan pemakaman menjadi perhatian serius wakil rakyat kabupaten Gresik. Pasalnya, perumahan kian ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Kirim Air Bersih ke Tiga Desa di Sumberrejo Terdampak Kekeringan

BOJONEGORO – Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro mendorong berbagai pihak untuk ...
OLAHRAGA

Hadapi Porprov 2027, Doding Dorong Semua Cabor Terus Poles Atlet dan Pelatih

TRENGGALEK — Menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027, KONI Kabupaten Trenggalek mendorong ...
LEGISLATIF

PDIP Jember Persoalkan War Room Rp2,5 Miliar, Candra: Memerangi Siapa?

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember mempertanyakan urgensi anggaran war room senilai Rp2,5 miliar dalam ...