Jumat
18 September 2026 | 6 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kenang Kudatuli, DPC Ngawi Gelar Renungan Suci

NGAWI– DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi menggelar peringatan tragedi Kudeta 27 Juli 1996, yang lebih dikenal sebagai Kudatuli. Peringatan ini dilaksanakan dengan sederhana namun khidmat di kantor DPC Ngawi pada Sabtu malam (27/7/2024).

Renungan suci untuk mengenang peristiwa kelam di masa akhir Orde Baru ini diikuti oleh struktur partai Ngawi. Anggota Fraksi PDI Perjuangan serta badan dan sayap partai turut hadir untuk mengenang tonggak sejarah kembalinya demokrasi ke tangan rakyat Indonesia.

Acara dimulai dengan doa bersama, di mana kader banteng Ngawi mendoakan para korban kebengisan rezim otoriter yang saat itu mengganggu kedaulatan PDI Pro Mega. Selama renungan, lampu kantor dipadamkan dan penerangan hanya berasal dari lilin temaram. Setelah itu, para kader menyaksikan film dokumenter tentang peristiwa Kudatuli.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, mengatakan bahwa peringatan Kudatuli menjadi tonggak untuk memperkuat kesatuan PDI Perjuangan. Peristiwa ini menjadi refleksi untuk membangun soliditas kader-kader Banteng di Ngawi.

“Soliditas adalah bagian yang akan memperkuat partai kita. Yang tidak kalah penting, setiap pengurus memiliki tanggung jawab sesuai bidangnya untuk memperkuat partai,” kata Mas Antok, sapaan akrabnya.

Tragedi Kudatuli juga dikenal sebagai Sabtu Kelabu. Secara kebetulan, peringatan 28 tahun tragedi tersebut jatuh pada hari Sabtu. Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi, Yuwono Kartiko (King), menambahkan bahwa tragedi berdarah itu tidak boleh terulang kembali, terutama yang menyasar partai dan kader-kadernya.

Baca juga: Peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996, Sejarah, Tokoh, dan Kronologinya

“Jangan sampai petugas-petugas partai gugur menjadi tumbal kebengisan penguasa. Jangan sampai Kudatuli terulang. Hikmah yang dapat kita ambil adalah harus bisa mensolidkan partai. Terutama Ngawi harus kita jaga. Ngawi adalah salah satu pilar PDI Perjuangan di Jawa Timur,” ucap Pak King saat peringatan Kudatuli.

Sementara itu Ketua BMI Kabupaten Ngawi, Alifin mengatakan, Kudatuli menjadi tonggak sejarah kepemimpinan Indonesia. Menurutnya, meski menyisakan luka bagi PDI Perjuangan, tanpa adanya Kudatuli mungkin tidak akan ada perubahan di Indonesia.

“Jika tidak ada Kudatuli, mungkin kita generasi muda sekarang tidak akan bisa merasakan kebebasan seperti sekarang. Walaupun sejatinya, dari peristiwa itu menyisakan luka bagi kader-kader PDI Perjuangan,” ucap Alifin salah satu perwakilan pemuda di renungan peringatan Kudatuli DPC PDI Perjuangan Ngawi. (and/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

P-APBD 2026 Kabupaten Malang Disepakati, Sanusi Tekankan Manfaat Nyata bagi Masyarakat

MALANG – Pemerintah Kabupaten Malang bersama DPRD Kabupaten Malang menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ...
LEGISLATIF

95 Persen Peternak di Lamongan Tak Punya Legalitas, Terkendala Rumitnya Perizinan PBG

LAMONGAN – Berbagai aturan justeru menyulitkan peternak dalam mengakses program pemerintah hingga akses perbankan. ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tak Ingin Bantuan Intan Berhenti di Bansos, Dorong Usaha Menjahit

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tak ingin bantuan kepada Intan, ibu yang menjadi tulang punggung keluarga ...
KRONIK

Hari Kesadaraan Nasional, Bupati Ipuk: Birokrat Harus Peka

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memimpin upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional (HKN) di ...
KRONIK

Sadarestuwati: Padi MSP 65 Bisa Jadi Salah Satu Solusi Swasembada Pangan

JOMBANG – Padi MSP 65 atau GP 65 Bogor yang dikembangkan di lahan demplot Kabupaten Jombang menunjukkan hasil di ...
HEADLINE

Padi MSP 65 Panen 10 Ton per Hektare di Jombang, Ganjar Minta Uji Coba 3-4 Kali

JOMBANG – Padi GP 65 Bogor atau MSP 65 yang diuji coba di Kabupaten Jombang mencatat hasil panen rata-rata sekitar ...