Minggu
01 November 2026 | 6 : 27

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tradisi Keduk Beji, Upaya Warga Tawun Melestarikan Sumber Air Jadi Wisata Budaya

IMG-20260916-WA0047

NGAWI – Warga Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, terus melestarikan tradisi Keduk Beji sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian sumber air sekaligus menjaga warisan budaya masyarakat setempat.

Tradisi yang digelar setahun sekali ini dilaksanakan di kawasan sumber air yang berada di sekitar Taman Wisata Tawun. Selain menjadi kegiatan untuk membersihkan sendang, Keduk Beji juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk mempererat gotong royong dan menjaga kerukunan.

Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, mengatakan Keduk Beji tidak sekadar merupakan kegiatan membersihkan sumber air, tetapi juga bagian dari adat dan budaya masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun.

“Secara prinsip, kegiatan ini juga untuk menjaga keseimbangan terhadap lingkungan hidup dan alam serta wujud syukur atas berkah dari sumber air tersebut yang memberikan kehidupan bagi masyarakat,” ujar Wabup Antok, Selasa kemarin (15/9/2026).

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) senantiasa memberikan dukungan terhadap kegiatan kebudayaan yang diselenggarakan masyarakat.

Terlebih, tradisi Keduk Beji dilaksanakan di kawasan Taman Wisata Tawun. Keberadaan tradisi tersebut turut memperkuat daya tarik wisata budaya di Kabupaten Ngawi dan telah diakui secara nasional.

Wabup Antok menjelaskan, pelaksanaan tradisi di lingkungan masyarakat merupakan bentuk nyata dari semangat gotong royong dan guyub rukun. Karena itu, tradisi tersebut perlu terus dijaga dan dilestarikan.

Selain Keduk Beji, kegiatan budaya Pasar Jadoel yang digelar setiap Ahad Legi di Taman Wisata Tawun juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Pengunjung tidak hanya berasal dari Kabupaten Ngawi, tetapi juga dari sejumlah daerah di sekitar, seperti Madiun, Magetan, Bojonegoro, dan Solo.

Tingginya minat masyarakat terhadap kegiatan budaya tersebut turut mendorong peningkatan kunjungan wisata ke Taman Wisata Tawun. Pada hari biasa, jumlah pengunjung berkisar 200 hingga 400 orang. Sementara saat momentum Pasar Jadoel Ahad Legi dan pelaksanaan tradisi Keduk Beji, jumlah pengunjung dapat mencapai sekitar 3.000 orang.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dalam setiap rangkaian pelaksanaan tradisi Keduk Beji. Pada akhir kegiatan, warga berebut tumpeng yang diyakini membawa keberkahan. (amd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Deni Wicaksono Dorong Kader GMNI Isi Ruang Strategis di Lembaga Negara

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Salah Tafsir Kuota Perempuan BPD, Komisi A DPRD Jember Minta Pengisian Dievaluasi

JEMBER – Komisi A DPRD Jember menemukan dugaan salah tafsir penerapan kuota minimal 30 persen keterwakilan ...
LEGISLATIF

Dewanti Rumpoko Dorong Trans Jatim Malang Raya Terintegrasi dengan Angkot, Lindungi Pendapatan Sopir

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendorong integrasi Bus Trans Jatim Koridor II Malang ...
KRONIK

Baguna Ngawi Jenguk Nenek Usia 97 Tahun, Korban Angin Kencang di Kwadungan

NGAWI – Di usianya yang hampir satu abad, Saelah (97 tahun) harus menghadapi kenyataan pahit setelah rumahnya ...
KRONIK

Guru Madin Keluhkan Kesejahteraan, Hj. Ansari Siap Memperjuangkan

PAMEKASAN – Seorang guru madrasah diniyah, Moh. Jufri, menyampaikan keluh kesahnya pada anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Dua Kasus Perusakan Situs Purbakala di Jember, Candra: Belum Ada Kejelasan

JEMBER – Penanganan kasus hilangnya dua batu yoni di Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, dan perusakan situs Gumuk ...