Minggu
01 November 2026 | 6 : 27

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kawal Penyaluran Air, Natasha Devianti Pastikan Bantuan Masuk Wilayah Kekeringan Bojonegoro

PDIP-Jatim-PDI-Perjuangan-Bojonegoro-16092026

BOJONEGORO – Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro, Natasha Devianti, bergerak, mengawal penyaluran air bersih secara rutin guna menanggulangi krisis air yang melanda berbagai wilayah kecamatan.

Kader muda PDI Perjuangan itu menegaskan, langkah aktif di lapangan dijalankan melalui koordinasi intensif bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro hingga DPC PDI Perjuangan setempat.

“Kita juga sudah koordinasi dengan BPBD. Jadi, biar ada kiriman air terus,” ujar Natasha saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Selasa (15/9/2026).

Ia menjelaskan, jangkauan bantuan air bersih terus menyasar titik-titik krisis tiap hari, termasuk penyaluran ke daerah Sumberrejo yang dijadwalkan pada hari tersebut.

“Hari ini kita kirim ke daerah Sumberrejo. Jadi, setiap hari kita keliling ke kecamatan-kecamatan yang kekeringan,” tegas Natasha.

Aksi tanggap tersebut berpacu dengan kondisi krisis air bersih di Kabupaten Bojonegoro yang tercatat kian meluas. BPBD Bojonegoro mencatat, hingga Senin (14/9/2026), sebanyak 72 desa yang tersebar di 18 kecamatan tercatat mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Jumlah daerah terdampak ini melonjak lebih dari dua kali lipat jika dibandingkan dengan pendataan per 31 Agustus 2026, yang mana saat itu BPBD Bojonegoro mencatat kekeringan menimpa 30 desa di 13 kecamatan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, memaparkan bahwa jumlah wilayah terdampak masih berpeluang bertambah lantaran musim kemarau diprediksi berlangsung lebih panjang.

“Masih berpotensi meluas. Prediksi kemarau masih berlangsung hingga Desember nanti, atau Januari,” kata Heru.

Untuk meredam dampak krisis warga, BPBD Bojonegoro sejauh ini telah memfasilitasi sedikitnya 418 kali pengiriman (dropping) air bersih ke berbagai daerah terdampak.

Pihak BPBD juga terus memantau desa-desa rawan krisis dan meminta jajaran pemerintah desa aktif melaporkan penurunan kondisi sumber air warga.

“Saya harap masyarakat agar menghemat penggunaan air selama musim kemarau untuk menjaga ketersediaan sumber air yang masih tersisa sembari menunggu kondisi kembali normal,” pungkasnya. (nia/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Deni Wicaksono Dorong Kader GMNI Isi Ruang Strategis di Lembaga Negara

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Salah Tafsir Kuota Perempuan BPD, Komisi A DPRD Jember Minta Pengisian Dievaluasi

JEMBER – Komisi A DPRD Jember menemukan dugaan salah tafsir penerapan kuota minimal 30 persen keterwakilan ...
LEGISLATIF

Dewanti Rumpoko Dorong Trans Jatim Malang Raya Terintegrasi dengan Angkot, Lindungi Pendapatan Sopir

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendorong integrasi Bus Trans Jatim Koridor II Malang ...
KRONIK

Baguna Ngawi Jenguk Nenek Usia 97 Tahun, Korban Angin Kencang di Kwadungan

NGAWI – Di usianya yang hampir satu abad, Saelah (97 tahun) harus menghadapi kenyataan pahit setelah rumahnya ...
KRONIK

Guru Madin Keluhkan Kesejahteraan, Hj. Ansari Siap Memperjuangkan

PAMEKASAN – Seorang guru madrasah diniyah, Moh. Jufri, menyampaikan keluh kesahnya pada anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Dua Kasus Perusakan Situs Purbakala di Jember, Candra: Belum Ada Kejelasan

JEMBER – Penanganan kasus hilangnya dua batu yoni di Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, dan perusakan situs Gumuk ...