BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memimpin upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional (HKN) di halaman Kantor Bupati Banyuwangi, Kamis (17/8/2026). Ipuk berpesan agar seluruh jajaran ASN di lingkungan Pemkab Banyuwangi semakin peka terhadap berbagai fenomena global dan kondisi sosial di masyarakat.
“Sebagai pelayan publik, ASN tidak boleh terjebak dalam rutinitas administratif kantor, melainkan harus responsif terhadap dinamika sosial di sekitarnya,” ujar Ipuk.
“Mari terus bergerak, berinovasi, berkolaborasi dan memastikan bahwa setiap kerja kita benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” lanjut Wakabid Pemerintahan dan Otonomi Daerah DPD PDI Perjuangan Jatim itu.
Upacara HKN bulan ini dilaksanakan secara hybrid dengan diikuti 900 peserta, baik yang hadir secara luring di halaman Kantor Bupati Banyuwangi, maupun yang mengikuti secara daring di masing-masing OPD.
Dalam kesempatan itu, Ipuk menyampaikan, saat ini dunia sedang dihadapkan pada berbagai permasalahan yang turut berdampak hingga ke daerah. Mulai ketidakpastian geopolitik, tekanan terhadap pangan dan energi, perkembangan teknologi, kondisi kesehatan generasi muda, hingga perubahan perilaku akibat derasnya arus informasi dan teknologi.
Menurutnya, hal tersebut harus disikapi secara tepat agar dampak yang ditimbulkan bisa diminimalisir.
“Karena itu, saya minta seluruh jajaran Pemkab Banyuwangi bisa mengubah cara kerjanya. Jangan hanya cepat bereaksi, melainkan harus mampu membaca resiko, mencegah dan bersiap sebelum terjadi,” tegas Ipuk.
“Ukuran keberhasilan kita bukan seberapa banyak program yang kita buat. Tetapi seberapa besar masyarakat mendapatkan pelayanan yang mudah, cepat, ramah dan juga pasti,” imbuhnya.
Untuk mewujudkan hal itu, Ipuk menitipkan 5 pesan khusus kepada jajaran birokrasinya. Ia meminta agar ASN terus memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada hasil dan pelayanan.
“Jangan hanya terjebak pada hasil. Pastikan setiap program memiliki target yang jelas dan bermanfaat,” tegasnya.
Ipuk juga menekankan penguatan kolaborasi, digitalisasi dan inovasi, kesiapsiagaan dan manajemen risiko, serta penggunaan data sebagai dasar pengambilan keputusan.
“Kita tidak boleh membuat keputusan tanpa melihat data. Datanya pun harus mutakhir, terintegrasi, dan benar-benar digunakan untuk menyelesaikan masalah,” ujarnya.
Usai upacara, Ipuk menyerahkan penghargaan kepada sejumlah desa yang menang dalam lomba pengelolaan persampahan. Ia berharap lomba ini bisa menjadi pemicu perubahan perilaku warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan. (ars/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













