MADIUN – Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono tak sekadar datang melihat kerja bakti. Ia ikut turun langsung memasang paving jalan desa bersama warga Desa Bener, Kecamatan Saradan, Rabu (16/9/2026).
Fery yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Madiun itu terlibat dalam pemasangan paving sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Bahana Bersahaja di Desa Bener pada 15-16 September 2026.
Bersama masyarakat, Fery ikut mengerjakan pemasangan paving sekaligus melihat kondisi infrastruktur lingkungan secara langsung. Bagi dia, keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan pemerintah dengan masyarakat.
“Pemerintah memang harus turun langsung ke masyarakat supaya bisa melihat persoalan secara langsung, mendengarkan aspirasi warga, kemudian mencari solusi bersama,” kata Fery.
Menurut Fery, kerja bakti memasang paving bukan sekadar pekerjaan memperbaiki jalan desa. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan lingkungan dapat dilakukan melalui semangat kebersamaan dan gotong royong.
“Seperti hari ini kita ikut kerja bakti memasang paving. Ini bukan hanya soal jalan menjadi lebih baik, tetapi bagaimana masyarakat bersama pemerintah membangun lingkungannya. Semangat gotong royong seperti ini harus terus dijaga,” ujarnya.
Fery menilai Bahana Bersahaja menjadi salah satu pola pelayanan yang penting karena membawa berbagai program dan layanan pemerintah lebih dekat ke masyarakat.

Menurutnya, kebutuhan warga tidak hanya berkaitan dengan pelayanan administratif. Pemerintah juga perlu hadir untuk melihat langsung kondisi lingkungan dan mendengar persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Fery turut meninjau sejumlah pelayanan masyarakat. Di antaranya rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) serta bantuan listrik gratis bagi warga.
Ia berharap pola pelayanan yang mendekatkan pemerintah dengan masyarakat tersebut terus dikembangkan. Dengan turun langsung ke desa, berbagai persoalan di lapangan diharapkan dapat diketahui lebih cepat dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan.
“Kalau pemerintah datang langsung ke desa, komunikasi dengan masyarakat menjadi lebih terbuka. Aspirasi bisa disampaikan secara langsung dan persoalan di lapangan bisa dilihat bersama,” tutur Fery.
Bagi Fery, kedekatan dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. Karena itu, budaya turun ke bawah dan mendengarkan aspirasi warga harus terus dipertahankan.
Ia menekankan bahwa keberhasilan program pemerintah pada akhirnya bukan hanya dilihat dari perencanaan atau dokumen, tetapi dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana program pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat. Jangan hanya bagus di atas kertas, tetapi harus hadir dan memberikan manfaat di tengah masyarakat,” pungkasnya. (ahm/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













