Kamis
17 September 2026 | 10 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Eri Cahyadi Tak Ingin Bantuan Intan Berhenti di Bansos, Dorong Usaha Menjahit

pdip jatim 260917 bantu ibu ojol

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tak ingin bantuan kepada Intan, ibu yang menjadi tulang punggung keluarga sekaligus merawat anaknya dengan cerebral palsy, berhenti pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Eri justru mendorong Intan memiliki sumber penghasilan tambahan agar kondisi ekonomi keluarganya bisa berkembang. Selain tetap bekerja sebagai pengemudi ojek online, Intan diminta belajar menjahit dan akan dibantu mesin jahit oleh Pemerintah Kota Surabaya.

“Kalau hanya diberikan bantuan, misalnya Rp200 ribu sebulan, ditambah bantuan beras, itu belum tentu bisa mengubah hidup. Lebih baik kita bantu agar ada usaha yang bisa terus dijalankan,” kata Eri, Kamis (17/9/2026).

Pertemuan Eri dengan Intan bermula dari pesan langsung atau direct message (DM) yang dikirimkan Intan. Dalam pesan tersebut, Intan menyampaikan kebutuhan pampers untuk anaknya yang kini berusia 20 tahun dan membutuhkan perawatan secara berkelanjutan.

Mendapat informasi itu, Eri kemudian mendatangi rumah Intan untuk melihat langsung kondisi keluarganya.

Dari kunjungan tersebut, Eri mengetahui Intan sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Selain merawat anaknya yang mengalami cerebral palsy sejak bayi, Intan juga harus merawat ibunya di rumah.

Intan memiliki dua anak. Penghasilannya sebagai pengemudi ojek online harus dibagi untuk memenuhi berbagai kebutuhan keluarga, termasuk kebutuhan perawatan anaknya.

“Mba Intan mengirim DM kepada saya menceritakan kondisi keluarganya. Ia memiliki anak dengan cerebral palsy dan hanya meminta bantuan pampers. Saat saya datang, ternyata ia merupakan tulang punggung keluarga dan sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online. Ia juga memiliki dua anak,” ujar Eri.

Menurut Eri, bantuan sosial tetap diperlukan ketika warga menghadapi kebutuhan mendesak. Namun, bantuan tersebut perlu dibarengi dengan upaya membuka akses terhadap keterampilan dan sumber pendapatan baru.

Karena itu, Eri menyarankan Intan tetap menjalankan pekerjaannya sebagai pengemudi ojek online sembari belajar menjahit.

“Jenengan tetap bisa ojek online, tetapi setelah itu belajar memotong jahitan. Nanti saya bantu dengan mesin jahit. Kita lihat bagaimana perubahannya,” tuturnya.

Eri juga menawarkan agar Intan mempelajari proses memotong bahan jahitan sehingga keterampilan tersebut dapat dikerjakan setelah selesai mencari nafkah sebagai pengemudi ojek online.

Menurut Eri, pendekatan tersebut diharapkan tidak hanya menyelesaikan kebutuhan sesaat, tetapi membuka peluang bagi keluarga untuk memiliki sumber penghasilan yang dapat dijalankan secara berkelanjutan.

Di sisi lain, Eri memastikan kebutuhan dasar anak Intan tetap menjadi perhatian. Pampers yang menjadi kebutuhan rutin dalam perawatan sehari-hari termasuk salah satu kebutuhan yang akan dibantu.

Eri mengatakan kondisi setiap keluarga tidak selalu dapat dinilai hanya berdasarkan apa yang terlihat secara kasatmata. Sejumlah peralatan rumah tangga yang terdapat di rumah Intan, misalnya, berkaitan dengan kebutuhan anak yang dirawatnya.

“Kondisi keluarga tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan setiap rumah tangga tidak selalu bisa dilihat hanya dari apa yang tampak secara kasatmata. Keberadaan sejumlah peralatan rumah tangga, termasuk pendingin ruangan, misalnya, berkaitan dengan kebutuhan anak yang dirawatnya,” jelas Eri.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa kebutuhan keluarga dengan anggota yang membutuhkan perawatan khusus dapat berbeda dengan keluarga pada umumnya.

Eri pun meminta Intan tetap kuat menjalani tanggung jawab sebagai ibu sekaligus pencari nafkah bagi keluarganya.

“Jenengan harus tetap sabar, semangat, dan tidak boleh menyerah. Saya yakin keluarganya jenengan akan menjadi keluarga yang luar biasa,” ujarnya.

Eri berharap semangat saling membantu dan gotong royong terus tumbuh di tengah masyarakat Surabaya.

“Semoga warga Surabaya semakin guyub, semakin rukun, senang saling membantu, senang tolong-menolong, dan seluruh warga Surabaya bahagia,” pungkas politisi PDI Perjuangan itu. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

95 Persen Peternak di Lamongan Tak Punya Legalitas, Terkendala Rumitnya Perizinan PBG

LAMONGAN – Berbagai aturan justeru menyulitkan peternak dalam mengakses program pemerintah hingga akses perbankan. ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tak Ingin Bantuan Intan Berhenti di Bansos, Dorong Usaha Menjahit

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tak ingin bantuan kepada Intan, ibu yang menjadi tulang punggung keluarga ...
KRONIK

Hari Kesadaraan Nasional, Bupati Ipuk: Birokrat Harus Peka

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memimpin upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional (HKN) di ...
KRONIK

Sadarestuwati: Padi MSP 65 Bisa Jadi Salah Satu Solusi Swasembada Pangan

JOMBANG – Padi MSP 65 atau GP 65 Bogor yang dikembangkan di lahan demplot Kabupaten Jombang menunjukkan hasil di ...
HEADLINE

Padi MSP 65 Panen 10 Ton per Hektare di Jombang, Ganjar Minta Uji Coba 3-4 Kali

JOMBANG – Padi GP 65 Bogor atau MSP 65 yang diuji coba di Kabupaten Jombang mencatat hasil panen rata-rata sekitar ...
HEADLINE

Wabup Ngawi Terus Pantau Kebakaran Lereng Utara Lawu, Sekat Bakar Dibuat untuk Melokalisir Api

NGAWI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng utara Gunung Lawu wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ...