oleh

Kembangkan Sektor Ekonomi Kreatif, Banyuwangi Gelar Moslem Fashion Festival

-Kronik-25 kali dibaca

BANYUWANGI – Sebagai upaya menumbuhkan sektor ekonomi kreatif dan mendorong pemulihan ekonomi, Pemkab Banyuwangi berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) menggelar Moslem Fashion Festival (MFF), sebuah pergelaran busana muslim di dermaga yacht Pantai Marina Boom, Sabtu (23/10/2021).

Gelaran MFF sendiri dibuka langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah desainer Banyuwangi serta desainer nasional. Para desainer tersebut akan menyuguhkan 54 rancangan busana muslim modern.

Dalam sambutannya pada pembukaan MFF, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan, MFF merupakan upaya mendorong pemulihan ekonomi sekaligus panggung kreasi bagi para desainer Bumi Blambangan untuk kembali eksis setelah sempat vakum selama PPKM, hingga akhirnya kini Banyuwangi masuk PPKM Level 2 dan bisa menghelat pergelaran secara bertahap.

“Terima kasih, semangat yang luar biasa dari ekosistem desainer, ekosistem fesyen, yang terus berkreasi meski di masa pandemi. Dukungan Bank Indonesia juga luar biasa, sehingga kita bisa terus menjadikan sektor fesyen dan secara umum sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu pendorong pemulihan ekonnmi,” kata Ipuk.

Bupati perempuan dari PDI Perjuangan ini mengungkapkan, dipilihnya fesyen muslim bukan tanpa alasan. Indonesia ditargetkan sebagai pusat industri halal dunia. Salah satunya, melalui industri fesyen muslim sebagai sektor prioritas karena dinilai memiliki potensi pasar ekspor yang sangat luas.

“Ajang ini sebagai bentuk dukungan kita untuk memajukan sektor fesyen muslim tanah air. Kita berharap ke depan Banyuwangi bisa semakin mewarnai perkembanngan industri fesyen muslim di Indonesia,” ujar Ipuk.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki mengatakan, saat ini para pelaku usaha termasuk UMKM, harus sudah mulai menyiapkan diri untuk kembali menjalankan usahanya, dan Kabupaten Banyuwangi telah memulai untuk lebih mengembangkan sektor ekonomi kreatif yang tentunya harus diiringi dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

“Ini keren sekali, Banyuwangi Muslim Fashion Festival. Tadi kita lihat karya-karya desainer muda yang tampil, saya suka. Saya sampaikan terima kasih kepada Ibu Bupati Banyuwangi, adanya event muslim fashion ini akan menjadi momentum kebangkitan UMKM dan sektor fesyen di Indonesia,” kata Teten.

Teten juga menyebut di tengah terpaan pandemi Covid-19 secara global, nilai belanja produk pakaian muslim turun 2,9 persen menjadi USD 268 miliar. Namun angka ini diprediksi akan pulih pada 2021 dan akan terus tumbuh di 2024 dengan prediksi mencapai USD 300 miliar.

“Banyuwangi telah mulai meniup semangat berupa inovasi bidang industri kreatif fashion. Dan menariknya, event ini bukan hanya peragaan busana, tapi dilakukan dengan pendekatan secara ekosistem yang utuh, karena di dalamnya ada rangkaian pendampingan inkubasi desain mode produkasi baju siap pakai, juga pariwisata dan lainnya,” pungkasnya. (ryo/set)