Minggu
19 April 2026 | 4 : 24

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kematian Akibat Covid-19 di Jatim Tertinggi, Deni Wicaksono Pertanyakan Belum Definitifnya Jabatan Kepala Dinkes

pdip-jatim-dprd-jatim-290721-deni-wicaksono-a

SURABAYA – Anggota DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mempertanyakan belum definitifnya jabatan Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Jatim hingga saat ini. Padahal belasan jabatan lainnya sudah terisi dalam proses mutasi jabatan hari kemarin.

“Bagaimana mungkin di tengah pandemi yang mengganas, kasus kematian akibat Covid-19 di Jatim tertinggi se-tanah air, ternyata dinas kesehatan tidak memiliki pejabat definitif,” kata Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono, Rabu (28/7/2021).

Menurut Deni, pelaksana tugas (Plt) kepala dinas tidak bisa disamakan dengan pejabat definitif. Fungsi pelayanan bisa saja tetap berjalan. Tetapi aspek perencanaan, penganggaran, hingga realisasi target sulit optimal.

“Karena Plt juga merangkap jabatan di OPD (organisasi perangkat daerah) lain. Konsentrasi dan fokus kerjanya pasti terpecah.” Katanya.

Deni Wicaksono menambahkan, menghadapi situasi pandemi Covid-19 saat ini, peran dinas kesehatan menjadi penting dalam upaya penanganan. Deni pun mempertanyakan kebijakan Gubernur Jatim yang masih membiarkan rangkap jabatan posisi kepala dinas kesehatan.

“Bagaimana mungkin konsentrasi pejabat puncak di dinas kesehatan harus dibagi? Ini bukan salah dinkes-nya, tapi kebijakan Gubernur yang tidak paham situasi,” katanya.

Deni pun menilai hal itu menunjukkan jika gubernur tidak mempunyai prioritas.  “Dan patut diduga lebih mementingkan faktor politik dalam memilih pejabat definitif ketimbang urgensi penanganan pandemi,” imbuhnya.

Pada akhir keterangannya, Deni Wicaksono berharap kepada gubernur untuk berpikir lebih strategis dengan menempatkan keselamatan rakyat pada prioritas tertinggi. Dimana dinas kesehatan sebagai garda depan dalam hal tersebut. Apalagi, kata politisi muda ini, pada pandemi Covid-19 jilid dua ini, kasus kematian di Jawa Timur tertinggi se-Indonesia.

“Gubernur harus berpikir strategis seperti itu. Kita doakan Ibu Gubernur dianugerahi kearifan dalam kepemimpinannya, tidak anti kritik, dan punya prioritas yang jelas,” pungkasnya. (hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Puan Maharani Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Seksual, Soroti Kasus di Kampus

Puan Maharani menegaskan tidak ada toleransi terhadap kekerasan seksual di kampus dan mendorong evaluasi menyeluruh ...
EKSEKUTIF

Bongkar Fasad Eks Toko Nam, Pemkot Surabaya Kembalikan Fungsi Pedestrian

Pemkot Surabaya akan membongkar fasad eks Toko Nam di Embong Malang untuk mengembalikan fungsi pedestrian, tetap ...
KRONIK

HUT Klenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi, Bupati Ipuk Sebut Momentum Perkuat Harmoni

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menghadiri perayaan HUT ke-242 Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) ...
RUANG MERAH

Setelah Persamuhan di Bandung, 71 Tahun Silam…

Oleh Eri Irawan* SETELAH persamuhan di Bandung, 71 tahun silam, dunia tidak banyak berubah. Perang Dingin memang ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Ajak Laki-laki Evaluasi Diri dan Tekan Ego Patriarki demi Kesetaraan

Bupati Trenggalek Mas Ipin ajak laki-laki evaluasi diri dan tekan ego patriarki dalam perjuangan kesetaraan gender ...
KRONIK

Erma Susanti Tegaskan Perempuan Harus Suarakan Kesetaraan Gender di Era Digital Indonesia

Erma Susanti dorong perempuan Indonesia aktif menyuarakan kesetaraan gender melalui media sosial sebagai bagian ...