Jumat
18 September 2026 | 8 : 57

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hasto: Memperjuangkan Buruh adalah Tugas Ideologis Sesuai Pancasila

pdip-jatim-hasto-buruh-pelindo

JAKARTA – Ratusan eks buruh Koperasi Karyawan Pelabuhan (Kopkarpel) UTPK Belawan-Pelindo I menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PDI Perjuangan. Pasalnya, atas mediasi yang dilakukan PDIP, tuntutan mereka mencapai kesepakatan dengan pihak PT Pelindo I.

Ucapan terima kasih itu disampaikan sekitar 160 eks buruh Kopkarkel UTPK Belawan-Pelindo I saat audiensi dengan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di kantor DPP PDIP Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (10/3/2017).

Dalam pertemuan itu, eks karyawan Pelindo I itu didampingi Ketua Umum DPP Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Muchtar Pakpahan.

Hasto mengatakan, prinsip dalam Pancasila, sebagaimana pidato Bung Karno, ada prinsip yang kuat, yakni soal kesejahteraan. “Dengan demikian, memperjuangkan buruh, bagi PDI Perjuangan adalah tugas ideologis sesuai nilai Pancasila,” ujarnya.

PDIP, sebut Hasto, berkomitmen menjadikan partai sebagai rumah rakyat. Itu sudah terbukti ketika kantor PDI yang kini menjadi PDIP dalam sejarahnya menjadi simbol perlawanan atas kekuasaan otoriter saat itu.

Oleh karena itu, paparnya, dalam berjuang PDIP tentu akan selalu mengarahkan keberpihakan kepada kepentingan arus bawah rakyat.

Apalagi, kekuatan arus bawah itu yang menjadi inti dari kekuatan PDIP selama ini, sebagaimana bisa dilihat keberhasilan mengantarkan Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden, yang muncul dari gotong royong arus bawah.

“Pertemuan ini sangat penting bagi kami, bahwa watak politik dan kekuasaan PDIP adalah kerakyatan,” tegas Hasto.

Melalui pertemuan ini, tambah dia, juga akan semakin memperkuat kesadaran PDIP untuk bisa membumikan wajah politik yang ke bawah, yang mengejawantahkan wajah politik ideologi Pancasila 1 Juni 1945, seperti yang selalu dipegang teguh oleh Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dan Presiden Jokowi.

Seperti diketahui, perjuangan eks buruh Kopkarpel UTPK Belawan-Pelindo I dalam menuntut haknya sudah dilakukan dengan aksi panjang sejak 2 Januari 2017. Mereka menuntut keadilan, karena sudah bertahun-tahun bekerja, namun pihak perusahaan justru mengubah status mereka menjadi pekerja outsorcing.

Mereka sebenarnya sudah melakukan aksi di kantor pusat Pelindo I, Jalan Krakatau, Medan, selama 7 hari. Aksi serupa dilakukan selama 5 hari di Belawan Internasional Countener Terminal (BICT).

Namun, aksi tersebut tidak mendapat tanggapan. Akhirnya, mereka membuat aksi long march ke Istana Negara untuk mengadukan nasibnya.

Aksi hingga 9 hari di depan Istana belum ada respon, sehingga para buruh yang tergabung dalam Pengurus Komisariat SBSI Kopkarpel UPTK Belawan-Pelindo I dari Federasi Industri, Kesehatan, Energi dan Pertambangan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FIKEP SBSI) Medan itu, pada Senin (6/3/2017), datang ke kantor Kementerian BUMN di Jakarta.

Melihat perjuangan panjang para buruh, PDIP kemudian memediasi penyelesaiannya dengan Pelindo I. Setelah mediasi, pada Rabu (8/3/2017), ada pertemuan antara eks buruh Kopkarpel UTPK Belawan dan pihak Pelindo I. Dalam pertemuan itu disepakati 5 poin sebagai bentuk penyelesaian.

Sementara, Ketua Umum DPP SBSI Muchtar Pakpahan mengatakan, pihaknya sangat berterimakasih dengan PDIP, khususnya Sekjen Hasto Kristiyanto, karena sudah menunjukkan keberpihakan atas perjuangan para buruh.

“Kami sangat berterima kasih, terutama kepada Sekjen PDIP, atas mediasi dan perjuangannya, sehingga saat ini sudah ada kesepakatan dengan Pelindo I,” katanya.

Dikatakan, pihaknya masih akan berunding dengan PT Pelindo I terkait beberapa hal yang belum disepakati. Oleh karena itu, para eks buruh Pelindo I masih membutuhkan dukungan dari PDIP, terutama jika Pelindo I menyimpang dari apa yang sudah disepakati. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Said Abdullah: Soekarno Run Jangan Berhenti Jadi Kompetisi Lari

SURABAYA – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah ingin Soekarno Run BWX di Banyuwangi tidak berhenti ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Penerima Bansos Tak Lagi Semata Mengacu Desil, Muskel Jadi Penentu Prioritas

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan penentuan penerima bantuan sosial (bansos) di Kota Surabaya ...
EKSEKUTIF

P-APBD 2026 Kabupaten Malang Disepakati, Sanusi Tekankan Manfaat Nyata bagi Masyarakat

MALANG – Pemerintah Kabupaten Malang bersama DPRD Kabupaten Malang menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ...
LEGISLATIF

95 Persen Peternak di Lamongan Tak Punya Legalitas, Terkendala Rumitnya Perizinan PBG

LAMONGAN – Berbagai aturan justeru menyulitkan peternak dalam mengakses program pemerintah hingga akses perbankan. ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tak Ingin Bantuan Intan Berhenti di Bansos, Dorong Usaha Menjahit

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tak ingin bantuan kepada Intan, ibu yang menjadi tulang punggung keluarga ...
KRONIK

Hari Kesadaraan Nasional, Bupati Ipuk: Birokrat Harus Peka

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memimpin upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional (HKN) di ...