Jumat
24 Juli 2026 | 5 : 50

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hasto Kunjungi Warga eks-Lokalisasi Dolly

pdip-jatim-hasto-di-eks-dolly

pdip-jatim-hasto-di-eks-dollySURABAYA – Di sela acara kunjungannya ke Surabaya, Minggu (21/2/2015) Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyempatkan waktu mengunjungi eks lokalisasi Dolly. Ditemani Wali Kota Tri Rismaharini dan Wawali Whisnu Sakti Buana, Hasto menjumpai warga di kawasan Putat Gang Lebar sekitar pukul 14.30 WIB.

“Saya diceritai Bu Mega tentang batik, sepatu hasil pemberdayaan warga eks Dolly. Bu Mega sangat terkesan. Saya pikir itu menarik, jadi saya ingin melihat langsung perkembangannya,” kata Hasto.

Selama kurang lebih satu jam dia berkeliling melihat ruangan dan mesin produksi alas sepatu dan batik. Sesekali dia berdialog dengan warga yang menyambutnya dengan antusias. Risma juga menunjukkan tembok kampung yang telah disulap jadi mural oleh anak-anak muda.

Di depan warga, Hasto menyatakan apresiasinya terhadap cara Risma menangani lokalisasi Dolly dan membina warga sekitar pasca penutupan. “Saya salut sekali Bu Risma dalam mendampingi warga eks Dolly ini melibatkan anak-anak muda kreatif untuk membuat karya yang berdaya guna. Karena memang keterlibatan semua unsur masyarakat dalam proses pendampingan ini sangat penting,” ujar Hasto.

Saat ditanya tentang pendekatan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terhadap penutupan lokalisasi Kalijodo, Hasto berpendapat apa yang dilakukan Ahok berbeda pendekatan.

Menurutnya, penutupan lokalisasi tidak akan pernah mudah dilakukan. Namun seorang pemimpin perlu melakukan pendekatan khusus bagaimana membuat kebijakan yang memanusiakan manusia dan mendorong mereka untuk berproduksi secara positif.

“Pendekatannya sesuai kondisi masyarakat masing-masing. Tidak harus meniru seperti yang dilakukan Bu Risma di sini. Tapi pendekatan yang dilakukan terhadap Dolly bisa menjadi model bagi kepala daerah lain,” ucapnya.

Prinsipnya, sebut Hasto, setiap pemimpin harus memperlakukan warganya secara terhormat dan setara. Menurut dia, Bu Risma seorang ibu yang lebih cenderung berkarakter welas asih sehingga karakter itu yang tercipta dalam dialog dengan warga saat penutupan lokalisasi.

“Sedangkan Pak Ahok juga ada pendekatan manusiawi. Pemerintahan harus mengatur bagaimana perumahan diatur dan bisa memenuhi kebutuhan warganya secara bermartabat,” urai Hasto.

Yang perlu dibangun pemerintah, imbuhnya, adalah semangatnya memperlakukan semua warga negara dengan cara terhormat, membangun martabat mereka  kembali dengan diperlakukan penuh kesetaraan. “Ini tentu saja sesuai dengan penjabaran nilai-nilai dari Pancasila yang kita pegang teguh,” tandas dia.

Dalam kesempatan ini Hasto juga membeli beberapa batik dan sepatu karya warga eks Dolly. “Saya beli sepatu untuk saya pakai. Ternyata enak dipakai dan bagus modelnya. Kalau batik saya beli untuk oleh-oleh ibu ketua umum Megawati,” pungkasnya. (sa)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Pedagang Pasar Baru Magetan Cemas Tergusur Rencana Pembangunan Bioskop, DPRD Turun Tangan

MAGETAN – Kawasan Pasar Baru Magetan kembali menjadi sorotan. Belum usai persoalan penataan parkir, kini muncul ...
KABAR CABANG

PDIP Trenggalek Mulai Musran-Musanran, Perkuat Konsolidasi hingga Akar Rumput

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek memulai Musyawarah Ranting dan Musyawarah Anak Ranting dari Kecamatan ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tertibkan Parkir Surabaya, 250 Lokasi Disegel dan Makam Keputih Terapkan Gate System

Pemkot Surabaya menertibkan pengelolaan parkir dengan menyegel 250 lokasi yang belum berizin serta menerapkan gate ...
LEGISLATIF

Hari Anak Nasional, Kanang Berbagi Motivasi kepada Wali Murid SDN Margomulyo 2 Ngawi

NGAWI – Peringatan Hari Anak Nasional 2026 menjadi momen istimewa bagi keluarga besar SDN Margomulyo 2 Ngawi. ...
LEGISLATIF

Dukung Sekolah Terintegrasi, Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Malang Tolak Pengambilalihan Aset Daerah

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang mendukung pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dan Sekolah Rakyat, ...
RUANG MERAH

Menghitung Genarasi Emas dari Lambung

Oleh Martin Rachmanto ADA sebuah fragmen ingatan yang abadi dari dekade 1950-an, ketika halaman Istana Negara belum ...