Kamis
17 September 2026 | 7 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Festival Bambu Magetan, Geliatkan Ekonomi UMKM dan Edukasi Kelestarian Lingkungan

IMG-20260613-WA0000_copy_596x398

MAGETAN — Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPRD Kabupaten Magetan, Suyatno, menghadiri pembukaan Festival Bambu dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup yang digelar di GOR Ki Mageti, Magetan, Jumat (12/6/2026).

​Melalui gelaran tahunan yang dijadwalkan berlangsung hingga sepuluh hari ke depan ini, Suyatno menekankan pentingnya menjaga keselarasan antara pembangunan daerah dan kelestarian alam.

Menurutnya, festival ini merupakan wujud nyata kolaborasi multipihak yang melibatkan pemerintah, sektor swasta, komunitas, pelaku UMKM, hingga para pegiat lingkungan.

​”Kami dari DPRD mengapresiasi dan mendorong acara seperti ini agar dapat terus berlanjut ke depannya,” ujar Suyatno di sela-sela acara.

​​Pantauan di lokasi, ratusan pelaku UMKM tampak berjajar memasarkan produk lokal mereka.

Suyatno menilai, keterlibatan aktif sektor UMKM ini menjadi bukti nyata bahwa roda perekonomian daerah tetap dapat berputar dan meningkatkan pendapatan masyarakat tanpa harus mengorbankan alam.

​Ia menegaskan, pembangunan ekonomi modern sudah sepatutnya tidak merusak lingkungan sekitar.

​”Justru kita harus menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan kelestarian ekologi. Kalau bukan kita yang peduli lingkungan, lalu siapa lagi?” tambahnya.

​Dalam kesempatan tersebut, Suyatno juga menyerahkan penghargaan dan hadiah kepada para pemenang lomba lingkungan hidup. Ia berharap, apresiasi ini mampu memotivasi warga Magetan lainnya untuk melakukan aksi nyata dalam menjaga bumi.

​Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) Kabupaten Magetan, Saif Muchlisun, menjelaskan alasan di balik pemilihan bambu sebagai ikon utama dalam festival tahun ini.

​Saif menyebut, tanaman bambu memiliki nilai ekologis sekaligus ekonomis yang sangat tinggi. Secara fungsi alam, bambu efektif dalam menyerap karbon dan menyimpan cadangan air tanah. Di sisi lain, bambu juga menyimpan potensi industri kreatif yang sangat luas.

​”Bambu bisa dikembangkan menjadi berbagai produk kreatif lainnya. Satu bambu, seribu manfaat,” kata Saif.

​Melalui festival ini, DLHP Magetan berupaya mengawinkan edukasi lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Selain pameran produk UMKM lokal, festival ini juga dimeriahkan oleh pentas seni tradisional menggunakan alat musik bambu seperti angklung dan suling, serta berbagai workshop kerajinan tangan dan budidaya anggrek.(rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kawal Kasus Rudapaksa Disabilitas, Hj. Ansari PDIP Desak Pemulihan Mental Total bagi Korban

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, meminta penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Tulungagung Soroti Tingginya Silpa dan Perjuangkan Kelayakan Gaji PPPK

TULUNGAGUNG – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tulungagung menyoroti tingginya SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan ...
SEMENTARA ITU...

Kediri Bidik Emas Senam Porprov 2027, Atlet Dibina Sejak Usia SD

KEDIRI — Kabupaten Kediri mulai mematangkan target prestasi cabang olahraga senam untuk menghadapi Porprov Jawa ...
LEGISLATIF

DPRD Trenggalek Dorong Perda Pesantren dan Madin Mulai Berlaku Maksimal 2027

TRENGGALEK – Peraturan daerah (Perda) tentang Penyelenggaraan Pesantren dan Madrasah Nonformal atau Madrasah ...
EKSEKUTIF

Terbukti Pungli Retribusi Sampah, Dua PPPK Paruh Waktu DLH Surabaya Diberhentikan

SURABAYA — Pemkot Surabaya memberhentikan dua pegawai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu ...
SEMENTARA ITU...

Tradisi Keduk Beji, Upaya Warga Tawun Melestarikan Sumber Air Jadi Wisata Budaya

NGAWI – Warga Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, terus melestarikan tradisi Keduk Beji sebagai bentuk ...