Sabtu
11 Juli 2026 | 10 : 03

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Festival Bambu Magetan, Geliatkan Ekonomi UMKM dan Edukasi Kelestarian Lingkungan

IMG-20260613-WA0000_copy_596x398

MAGETAN — Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPRD Kabupaten Magetan, Suyatno, menghadiri pembukaan Festival Bambu dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup yang digelar di GOR Ki Mageti, Magetan, Jumat (12/6/2026).

​Melalui gelaran tahunan yang dijadwalkan berlangsung hingga sepuluh hari ke depan ini, Suyatno menekankan pentingnya menjaga keselarasan antara pembangunan daerah dan kelestarian alam.

Menurutnya, festival ini merupakan wujud nyata kolaborasi multipihak yang melibatkan pemerintah, sektor swasta, komunitas, pelaku UMKM, hingga para pegiat lingkungan.

​”Kami dari DPRD mengapresiasi dan mendorong acara seperti ini agar dapat terus berlanjut ke depannya,” ujar Suyatno di sela-sela acara.

​​Pantauan di lokasi, ratusan pelaku UMKM tampak berjajar memasarkan produk lokal mereka.

Suyatno menilai, keterlibatan aktif sektor UMKM ini menjadi bukti nyata bahwa roda perekonomian daerah tetap dapat berputar dan meningkatkan pendapatan masyarakat tanpa harus mengorbankan alam.

​Ia menegaskan, pembangunan ekonomi modern sudah sepatutnya tidak merusak lingkungan sekitar.

​”Justru kita harus menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan kelestarian ekologi. Kalau bukan kita yang peduli lingkungan, lalu siapa lagi?” tambahnya.

​Dalam kesempatan tersebut, Suyatno juga menyerahkan penghargaan dan hadiah kepada para pemenang lomba lingkungan hidup. Ia berharap, apresiasi ini mampu memotivasi warga Magetan lainnya untuk melakukan aksi nyata dalam menjaga bumi.

​Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) Kabupaten Magetan, Saif Muchlisun, menjelaskan alasan di balik pemilihan bambu sebagai ikon utama dalam festival tahun ini.

​Saif menyebut, tanaman bambu memiliki nilai ekologis sekaligus ekonomis yang sangat tinggi. Secara fungsi alam, bambu efektif dalam menyerap karbon dan menyimpan cadangan air tanah. Di sisi lain, bambu juga menyimpan potensi industri kreatif yang sangat luas.

​”Bambu bisa dikembangkan menjadi berbagai produk kreatif lainnya. Satu bambu, seribu manfaat,” kata Saif.

​Melalui festival ini, DLHP Magetan berupaya mengawinkan edukasi lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Selain pameran produk UMKM lokal, festival ini juga dimeriahkan oleh pentas seni tradisional menggunakan alat musik bambu seperti angklung dan suling, serta berbagai workshop kerajinan tangan dan budidaya anggrek.(rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Said Abdullah Desak Pemerintah Segera Cairkan DBH Rp132 Triliun untuk Ringankan Tekanan Fiskal Daerah

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah mendesak pemerintah segera mencairkan dana bagi hasil kurang salur Rp132 triliun ...
KRONIK

Kasus Kekerasan Seksual Anak di Sampang, Hj. Ansari Desak Penuntasan Hukum

PAMEKASAN – Kasus kekerasan seksual terhadap anak yang mengguncang Kabupaten Sampang, mendapat perhatian dari ...
KRONIK

Rumah Baca Bringinan Ponorogo, 11 Tahun Memberdayakan Masyarakat

PONOROGO – Kebiasaan menyisihkan uang receh sejak usia dini terus dipertahankan di Desa Bringinan, Kecamatan ...
KRONIK

Ketua DPRD Tulungagung Gandeng Mahasiswa UGM Galakkan Program Tanam Kopi

TULUNGAGUNG – Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung, Marsono, menggandeng mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Minta Pengaturan Fasilitasi Reses Diperjelas

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim meminta pengaturan fasilitasi reses dalam Raperda dirumuskan lebih jelas agar ...
KOLOM

Politik yang Tumbuh dari Tradisi Belajar

DI tengah politik yang semakin cepat bergerak, ukuran keberhasilan seorang politisi kerap disederhanakan pada ...