Sabtu
05 September 2026 | 2 : 49

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Soroti Kualitas Air dan IPAL Dapur MBG, DPRD Ponorogo Desak BGN Tutup Permanen SPPG “Bandel”

PDIP-Jatim-Agung-Priyanto-22112025

PONOROGO – DPRD Kabupaten Ponorogo mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) mengevaluasi total operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Terutama dalam hal kedisiplinan menjalankan aturan sanitasi dan pengolahan limbah.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Ponorogo, Agung Priyanto, mengatakan bahwa keselamatan anak-anak sebagai penerima manfaat program MBG harus menjadi prioritas utama.

“Ini urusan keselamatan anak-anak. Jangan sampai ada kasus keracunan atau masalah lain gara-gara pengelolaannya asal-asalan. Semua regulasi teknis wajib dipatuhi,” ujar Agung, Selasa (28/7/2026).

Wakabid Politik, Pemerintahan, Kebijakan Publik, Reformasi Birokrasi, dan Reformasi Sistem Hukum Nasional DPC PDI Perjuangan Ponorogo ini juga menyoroti keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Menurutnya, limbah cair dari dapur MBG tidak boleh dibuang sembarangan hingga mengganggu pemukiman warga.

Pernyataan keras ini menyusul temuan warga terkait dapur MBG di Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, yang dikelola Yayasan Damadika Jawa Timur. Dapur tersebut ketahuan membuang air limbah berbau menyengat langsung ke saluran drainase pemukiman.

“IPAL-nya harus benar-benar sesuai standar. Jangan sampai limbahnya justru mengganggu masyarakat. Ini menjadi bagian yang tidak boleh diabaikan,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemkab Ponorogo bersama BGN sempat mengumpulkan para pengelola. Hasilnya, belasan SPPG di Ponorogo sempat dihentikan sementara (suspend) karena belum memenuhi standar IPAL dan aturan teknis lainnya.

Agung menilai BGN harus memberi sanksi yang lebih berat jika pengelola yang pernah disanksi masih membandel.

“Kalau sudah disuspensi tapi, tetap melanggar dan IPAL-nya bikin pencemaran, ya jangan cuma diberi peringatan lagi. BGN harus tegas. Kalau tidak sanggup memenuhi standar lingkungan, lebih baik ditutup permanen,” tegas anggota Fraksi PDI Perjuangan itu.

Selain masalah limbah, Agung mengingatkan pengelola agar tidak mengandalkan air sembarangan untuk memasak. Sesuai standar operasional (SOP), proses memasak di SPPG wajib menggunakan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).

“Jangan sampai anggarannya ada, tapi diakali pakai air yang tidak standar. Program ini pakai uang rakyat, jadi kualitasnya harus dipertanggungjawabkan,” tambahnya.

Dalam waktu dekat, pihaknya berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama tim pemkab ke sejumlah lokasi dapur MBG. Selain itu, Agung juga mengingatkan agar BGN juga rutin turun ke lapangan tanpa menunggu aduan masyarakat.

“Kami akan sidak untuk memastikan aturan ditaati. Tapi kewenangan memberi sanksi atau menutup itu ada di BGN. Jangan tunggu ada keluhan warga, baru BGN bergerak,” pungkas Agung. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Tambahan Fiskal Rp223 Miliar di P-APBD Jember 2026, PDIP: Apa Manfaat Nyatanya Buat Warga?

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember mempertanyakan manfaat tambahan ruang fiskal sekitar Rp223,12 ...
OLAHRAGA

Trenggalek Bertekad Tembus 10 Besar Porprov Jatim 2027

KONI Trenggalek menargetkan masuk 10 besar Porprov Jatim 2027 meski anggaran terbatas. Dari 40 atlet yang siap ...
EKSEKUTIF

Tanam Pohon Peringatan Hari Lahir Kejaksaan, Wabup Antok Berharap Srigati Bisa Jadi Agro Wisata

NGAWI – Kejaksaan Negeri Ngawi menanam sejumlah pohon buah di kawasan wisata religi Palereman Srigati, Desa ...
KRONIK

Imbas 1.600 Pekerja PT INKA Banyuwangi Dirumahkan, DPRD Desak Pemkab dan Pusat Turun Tangan

BANYUWANGI – Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, menyatakan keprihatinan mendalam atas ...
OLAHRAGA

Bupati Fauzi Lepas Assyabaab U-13, Titipkan Pesan Penting Soal Karakter dan Disiplin

SUMENEP – Sebanyak 25 anggota Assyabaab U-13 resmi dilepas menuju Kabupaten Jember untuk mengikuti kompetisi Zona ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong RT/RW Dilibatkan Aktif dalam Pendataan Bansos, Data Desil Harus Sesuai Kondisi Riil Warga

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Baktiono mendorong pemerintah melibatkan RT dan RW secara aktif ...