Selasa
28 Juli 2026 | 1 : 35

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Peringati 30 Tahun Kudatuli, DPC Magetan Nyalakan 27 Lilin dan Gelar Doa Bersama

IMG-20260726-WA0082

MAGETAN — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan menggelar acara renungan dan silaturahmi untuk memperingati peristiwa kerusuhan 27 Juli 1996 atau yang dikenal sebagai Kudatuli, Minggu (26/7/2026).

​Kegiatan yang berlangsung di Kantor DPC PDI Perjuangan Magetan tersebut digelar untuk mendoakan para pejuang partai yang gugur dalam tragedi 28 tahun silam.

​Acara ini dihadiri oleh seluruh pengurus DPC, jajaran Fraksi, badan-badan partai, organisasi sayap, Pengurus Anak Cabang (PAC), hingga para senior partai di Magetan.

​Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan, Diana AV Sasa, meminta semua pihak untuk tidak pernah meremehkan para pelaku sejarah Kudatuli.

Menurutnya, mereka adalah pejuang demokrasi Indonesia yang berani bertahan di tengah tekanan penguasa rezim Orde Baru.

​”Tragedi 27 Juli 1996 bukan sekadar catatan sejarah, melainkan pengingat penting akan pentingnya menjaga demokrasi yang telah diperjuangkan dengan pengorbanan besar,” ujar Diana dalam sambutannya.

​Suasana acara berlangsung khidmat saat peserta menyalakan 27 lilin secara bersama-sama. Penyalaan lilin ini menjadi simbol penghormatan sekaligus refleksi atas peristiwa bersejarah tersebut.

​”Kami ingin selalu mengenang dan memperingati peristiwa tersebut, serta terus memanjatkan doa bagi kader-kader partai yang menjadi korban,” lanjut Diana.

Demokrasi Bukan Hanya Soal Pemilu
​Dalam sesi refleksi, kader PDI Perjuangan Magetan menegaskan bahwa peristiwa Kudatuli bukanlah catatan sejarah yang pasif, melainkan momentum perlawanan rakyat terhadap bentuk tirani dan kesewenang-wenangan kekuasaan.

​Diana mengingatkan bahwa kebebasan masyarakat untuk berkumpul dan bersuara saat ini tidak didapatkan secara cuma-cuma, melainkan ditukar dengan darah dan air mata para pejuang terdahulu.

​Ia juga menekankan bahwa esensi demokrasi tidak boleh disempitkan hanya sebatas agenda pemilihan umum (pemilu).

​”Demokrasi bukan soal pemilu saja, tetapi juga tentang keberanian menerima kritik. Ketika ruang kritik dibungkam oleh penguasa, maka demokrasi telah kehilangan roh sejarahnya,” tegasnya.

​Selain itu, ia menyuarakan agar negara tidak dijadikan alat kekuasaan oleh kelompok tertentu. Nama baik dan integritas kepemimpinan, menurutnya, hanya akan bertahan lama jika mendapat legitimasi dari masyarakat.

​Menutup arahannya, Diana mengajak seluruh kader untuk terus merawat semangat perjuangan dan menjaga demokrasi di Indonesia.

​”Jangan pernah lelah mencintai Indonesia. Kader yang terus berjuang menegakkan demokrasi ibarat api perjuangan yang tidak akan pernah padam,” pungkas Diana.(rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

BERITA TERKINI

DPC Tuban Gelar Renungan Kuda Tuli, Tegaskan jaga Demokrasi

TUBAN– DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tuban menggelar renungan dan peringatan Peristiwa 27 Juli 1996 atau Kudatuli di ...
KABAR CABANG

Refleksi Kudatuli, PDI Perjuangan Sumenep Kobarkan Semangat Juang Bela Wong Cilik

SUMENEP – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep memperingati Refleksi 30 Tahun Peristiwa ...
EKSEKUTIF

Model Perlindungan Anak PMI Gresik Diapresiasi Nasional, Bupati Yani Terima Penghargaan Kepala Daerah Inspiratif

GRESIK – Model perlindungan anak pekerja migran Indonesia (PMI) yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Gresik ...
KABAR CABANG

Gelar Dialog Publik Bersama Organisasi Kepemudaan, DPC Tulungagung Beber Peristiwa dan Sejarah Kudatuli

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggelar dialog publik bersama ...
KRONIK

Djarot Saiful Hidayat Ungkap Makna Filosofis Mendalam di Balik Monumen Kudatuli

JAKARTA – Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Djarot Saiful Hidayat memaparkan makna filosofis mendalam di balik ...
HEADLINE

Megawati: Monumen Kudatuli Simbol Kesabaran Revolusioner yang Lahir dari Keyakinan dan Keberanian

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli bertepatan 30 tahun peristiwa 27 Juli ...