Rabu
09 September 2026 | 4 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Cahaya Lilin dan Ingatan Kudatuli yang Tak Pernah Padam di DPC PDI Perjuangan Ngawi

IMG-20260726-WA0079

NGAWI – Gedung Fatmawati DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi pada Minggu malam (26/7/2026) tampak lebih sunyi dari biasanya. Lampu ruangan diredupkan. Puluhan kader duduk bersila membentuk lingkaran, sementara cahaya lilin yang menyala temaram bergoyang pelan diterpa angin malam.

Malam itu, bukan sekadar agenda rutin partai. Di tengah suasana hening, para kader larut dalam doa dan renungan untuk mengenang Peristiwa 27 Juli 1996 atau yang dikenal sebagai Kudatuli, tragedi penyerbuan Kantor Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Jalan Diponegoro Nomor 58, Jakarta, yang menorehkan luka dalam perjalanan demokrasi Indonesia.

Tiga puluh tahun telah berlalu. Namun bagi kader PDI Perjuangan, peristiwa yang menelan korban jiwa dan menyebabkan ratusan orang terluka itu bukan sekadar catatan sejarah. Kudatuli menjadi pengingat bahwa demokrasi lahir melalui perjuangan, pengorbanan, dan keberanian mempertahankan keyakinan politik.

Peringatan di DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi diawali dengan doa bersama untuk para korban, dilanjutkan renungan suci, kemudian sarasehan yang diikuti jajaran pengurus partai serta sejumlah tamu dari unsur eksternal.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, mengatakan peringatan Kudatuli bukan hanya dimaksudkan untuk mengenang peristiwa masa lalu, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi kader, terutama generasi muda yang tidak mengalami langsung dinamika politik pada masa itu.

Menurutnya, sejarah perjuangan partai harus terus diwariskan agar kader memahami proses panjang yang dilalui hingga demokrasi dapat tumbuh seperti saat ini.

“Peringatan ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen, khususnya kader muda, agar memahami sejarah PDI Perjuangan yang ditempa berbagai dinamika, tekanan, dan perjuangan. Dari proses itulah dapat dipetik pembelajaran tentang makna demokrasi yang sesungguhnya,” ujar, Mas Antok.

Ia berharap nilai-nilai perjuangan tersebut menjadi bekal bagi kader dalam menjalankan tugas organisasi, terutama saat partai tengah melakukan konsolidasi hingga tingkat akar rumput.

Bagi Mas Antok, kader tidak cukup hanya memahami sejarah. Mereka juga dituntut hadir di tengah masyarakat, menjadikan ruang pengabdian sebagai wujud nyata perjuangan politik.

“Kami ingin kader membawa semangat itu ketika melaksanakan instruksi partai dan hadir memberikan manfaat bagi masyarakat di lingkungan masing-masing,” katanya.

Malam semakin larut. Nyala lilin satu per satu mulai meredup. Namun, bagi para kader yang mengikuti doa, renungan, dan sarasehan malam itu, semangat untuk merawat ingatan atas Kudatuli diyakini tidak akan ikut padam. Sebab, bagi mereka, sejarah bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga menjadi penuntun dalam menjaga demokrasi dan mengabdi kepada masyarakat. (amd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Serahkan Insentif Guru Rohani Lintas Agama, Bupati Ipuk: Bagian dari Penguatan Pendidikan Karakter

BANYUWANGI – Ratusan guru rohani lintas agama menerima insentif dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi di ...
LEGISLATIF

Puan Desak Pelaku Pembakaran Lahan untuk Sawit Segera Ditindak

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pelaku pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kemudian ...
LEGISLATIF

Jalan Gador-Pakis Rusak dan Lama Dikeluhkan, Doding Turun Langsung Cek Kondisi

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi turun langsung meninjau kondisi jalan rusak yang ...
LEGISLATIF

Puan Dorong Satu Kepemimpinan Penanganan Bencana, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong pemerintah membangun satu kepemimpinan dalam penanganan bencana yang ...
LEGISLATIF

Buleks: Air Keruh Jangan Dibebankan ke Konsumen, Sumber Masalah Harus Dibuka Transparan

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Budi Leksono atau Buleks meminta Perumda Air Minum Surya Sembada ...
LEGISLATIF

Tolak Utang Rp786 Miliar, Fraksi PDI-P Jember Tinggalkan Paripurna KUA-PPAS 2027

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember memilih tidak masuk ruang paripurna saat penandatanganan nota ...