Minggu
13 September 2026 | 6 : 34

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Anas Kenalkan New Normal Pariwisata ke Diaspora Dunia

pdip-jatim-anas-130620-1

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengenalkan simulasi new normal pariwisata yang sedang dilakukan Pemkab Banyuwangi kepada para diaspora Indonesia di berbagai penjuru dunia.

Anas menyebutkan, ada perbedaan strategis era sebelum Covid-19 dan new normal ini dalam dunia pariwisata. “Kita perlu paradigma baru agar bisa memenangkan persaingan pariwisata dengan alternatif destinasi daerah lainnya,” kata Azwar Anas, Sabtu (13/6/2020).

Perkenalan new normal pariwisata itu menurut Anas telah disampaikan dalam seminar daring yang digelar Kelana Anantara Nusa, Jumat (12/6/2020) malam.

Acara yang dipandu Tendi Naim itu diikuti puluhan peserta dari berbagai belahan dunia. Seperti dari Amerika Serikat, Inggris, Jepang, dan Australia. Pemandu acaranya sendiri bertempat di Kualalumpur, Malaysia.

Dalam kesempatan tersebut, Anas memaparkan bagaimana visi pariwisata Banyuwangi di tengah masa pandemi. Anas mencontohkan soal sumberdaya manusia (SDM) pariwisata.

“Dulu jualannya keramahan dan kompetensi, tapi sekarang SDM-nya juga harus sehat. Pelaku wisata harus jualan bahwa semua stafnya sehat, diperiksa berkala, diberi vitamin dan sebagainya,” ujarnya.

Untuk pengaturan jam pelayanan, tambah Anas, era sebelum Covid-19, pelayanan 7 hari sepekan. Di era new normal, harus ada waktu libur.

“Harus ada jeda untuk evaluasi kesehatan dan kebersihan, untuk atur sampah dan sebagainya,” urai dia.

“Kini kami juga memprioritaskan sertifikasi kebersihan dan kesehatan. Standar itu kini wajib ada karena itu menjadi ”jualan” ke wisatawan. Banyuwangi berinisiatif menerapkan sertifikasi tanda new normal bisnis kuliner, dan berlanjut ke hotel, rent car, destinasi. Ini semacam legitimasi karena berdasarkan disupervisi Dinas Kesehatan, maka sebuah tempat layak disematkan lolos standar new normal,” paparnya.

Pihaknya juga akan mendorong wisata sehat dengan mengandalkan wisata alam yang menjadi andalan Banyuwangi selama ini. Banyuwangi telah menjadi cagar biosfer dunia serta sedang diajukan menjadi jaringan geopark dunia.

”Pemkab juga mendorong setiap destinasi menjual makanan sehat. Kekayaan hasil pertanian Banyuwangi ini berlimpah. Ini jadi modal utama kami pula,” cetus Anas.

Terkait atraksi wisata, kini Banyuwangi secara perlahan menerapkan kuota di setiap pertunjukan. Artinya, kapasitas destinasi dan atraksi harus diatur.

“Kami perbanyak atraksi seni di sejumlah ruang publik. Sanggar seni tetap bergerak, namun standar keamanan tetap dijaga. Lalu ada aplikasi, begitu orang mau beli tiket tapi di dalam kapasitas sudah tidak bisa, ya otomatis tertolak,” jelasnya.

Dia mengaku terus melakukan simulasi dan uji coba untuk pengembangan pariwisata Banyuwangi di era normal baru tersebut.

“Kami optimis melakukan semua persiapan. Apalagi, hasil survey Traveloka menempatkan Banyuwangi di posisi ke-3 sebagai destinasi domestik yang diminati wisatawan setelah pandemi di bawah Bali dan Yogyakarta. Di atas Lombok dan Labuan Bajo yang masing-masing peringkat 7 & 9,” ungkap Anas.

Komitmen ini diapresiasi pembicara lainnya, Direktur Jatim Park III Suryo Widodo. Menurutnya, Banyuwangi memiliki visi yang jelas dalam mengembangkan dunia wisata.

“Tidak hanya memiliki potensi alam dan budaya yang amat kaya, Banyuwangi saya kira juga memiliki visi jelas dalam pariwisata. Seperti halnya penerapan aturan yang jelas, perizinan investasi wisata yang dipermudah dan kenyamanan berusaha,” kata Suryo.

Para diaspora tersebut pun menyampaikan hal yang sama. Banyak langkah-langkah yang diambil oleh Banyuwangi memiliki prinsip penerapan yang tak jauh berbeda dengan pariwisata di sejumlah negara. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Andri Wahyudi Dorong Indikator Pencegahan Kekeringan dan Karhutla Berbasis Risiko

PROBOLINGGO — Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Andri Wahyudi mengusulkan agar daerah yang berulang kali ...
LEGISLATIF

Fuad Benardi: BUMD Jangan Sekadar Untung, Modal Daerah Harus Menghasilkan  

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim mengubah cara melihat ...
LEGISLATIF

Ada Ulat dalam Menu MBG, Ama Siswanto Dorong Pengawasan Diperketat

JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jombang, Ama Siswanto, menegaskan persoalan temuan ulat hidup dalam ...
LEGISLATIF

Erma Susanti: Ekonomi Masyarakat Sekitar Hutan Bisa Jadi Jawaban Kemiskinan Desa

BLITAR – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Erma Susanti, menilai masyarakat di sekitar kawasan hutan memiliki ...
LEGISLATIF

Pertanyakan RTRW Belum Rampung sejak 2024, Candra: Akan Berdampak pada Tata Kelola Pupuk

JEMBER – Rencangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Jember, Jawa ...
RUANG MERAH

Desil Bukan Sekadar Angka, Ada Wajah Warga di Baliknya

Oleh Priyanto BELAKANGAN ini, ada satu kata yang semakin sering terdengar dalam percakapan tentang bantuan ...