SURABAYA – Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan tengah menyiapkan teknis untuk penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen.
“Kalau memang mengacu ketentuan pemerintah pusat kita sudah level 2 dan vaksinasi telah melampaui target, baik dosis pertama maupun kedua,” kata Armuji, Senin (14/3/2022).
Cak Ji, sapaan akrabnya, menyebutkan, saat ini Dinas Pendidikan Kota Surabaya masih melakukan kajian dan evaluasi penyelenggaraan PTM sembari terus meningkatkan target vaksinasi dosis ketiga. Pihaknya pun juga melakukan swab rutin kepada pelajar di Surabaya
“Saya memahami bahwa anak-anak Surabaya sudah kangen untuk bisa bertatap muka lagi dalam kegiatan belajar mengajarnya, tapi ini disiapkan sebaik mungkin agar saat berjalannya PTM tidak ada kendala nantinya,” tegasnya.
Politisi PDI Perjuangan itu menambahkan, PTM 100 persen di Surabaya direncanakan diikuti 661 sekolah dasar (SD) dengan perincian 285 SD negeri dan 376 SD swasta, serta 331 sekolah menengah pertama (SMP) meliputi 63 SMP negeri dan 268 SMP swasta.
Sekadar informasi, Kementerian Pendidikan, Kebudyaaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah mengizinkan sekolah untuk menerapkan pembelajaran tatap muka 100 persen. Sekolah yang diizinkan menerapkan PTM 100 persen harus memenuhi empat syarat, yaitu pembelajaran paling lama banyak 6 jam pelajaran per hari, capaian vaksinasi dosis kedua pada pendidik dan tenaga kependidikan di atas 80 persen.
Kemudian, capaian vaksinasi dosis kedua pada warga masyarakat lansia di atas 50 persen, dan berada pada wilayah PPKM level 1 dan level 2.
Pemberlakuan PTM 100 persen itu, berdasarkan SKB 4 Menteri yang diteken Mendikbudristek Nadiem Makarim pada 21 Desember 2021 serta diskresinya yang terbit pada 2 Februari 2022. (dhani/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












