Minggu
16 Agustus 2026 | 8 : 00

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kebudayaan Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan di Lumajang

IMG-20260704-WA0094

LUMAJANG — Kemajuan suatu daerah tidak melulu diukur dari masifnya pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi.

Kelestarian nilai-nilai luhur, seperti gotong royong, kepedulian lingkungan, dan rasa syukur, justru menjadi modal sosial yang penting bagi keberlanjutan pembangunan daerah.

​Hal tersebut mengemuka dalam perayaan tradisi Grebeg Suro di Desa Yosowilangun Kidul, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (4/7/2026).

Tradisi tahunan ini dimeriahkan dengan arak-arakan gunungan hasil bumi, alunan musik gamelan, hingga pagelaran wayang kulit.

​Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan, tradisi Grebeg Suro bukan sekadar ritual seremonial tahunan demi merawat warisan budaya. Lebih dari itu, tradisi ini adalah alarm pengingat bagi masyarakat untuk menjaga keseimbangan alam.

​”Grebeg Suro mengajarkan kita untuk selalu bersyukur atas karunia Tuhan, menjaga kelestarian bumi, serta memperkuat semangat gotong royong. Nilai-nilai inilah yang menjadi modal penting dalam membangun Kabupaten Lumajang yang semakin maju, harmonis, dan sejahtera,” ujar Yudha.

​Yudha, yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lumajang, menegaskan bahwa peradaban yang maju ditentukan oleh kemampuan masyarakatnya dalam merawat warisan leluhur.

Grebeg Suro dinilai menjadi ruang pembelajaran lintas generasi agar masyarakat sadar bahwa alam adalah amanah yang harus dijaga, bukan sekadar dieksploitasi untuk pemenuhan kebutuhan ekonomi.

Ketahanan dari Keluarga

​Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lumajang Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma mengingatkan pentingnya peran unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga, dalam menjaga kelangsungan nilai-nilai ini.

Rumah harus menjadi tempat pertama bagi anak-anak untuk mengenal dan mencintai budayanya.

​”Memetri bumi (merawat bumi) adalah wujud rasa syukur atas anugerah alam yang kita nikmati. Sedangkan nguri-uri (melestarikan) budaya Jawa merupakan tanggung jawab bersama agar nilai sopan santun, gotong royong, dan kebersamaan tetap hidup di tengah perubahan zaman,” kata Dewi.

​Menurut Dewi, jika anak-anak sudah dibiasakan menghargai tradisi dan alam sejak dini, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang tangguh sekaligus memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Keberlangsungan sebuah kebudayaan, lanjutnya, tidak diukur dari seberapa megah perayaannya, melainkan dari konsistensi warga untuk terus mewariskannya.

​Bagi warga Yosowilangun Kidul, Grebeg Suro bukan lagi sekadar penanda datangnya Tahun Baru Jawa. Ritual ini telah bertransformasi menjadi peneguh komitmen bahwa gerak pembangunan daerah akan terasa lebih utuh dan bermakna jika berjalan selaras dengan kelestarian lingkungan serta kekuatan budaya lokal. (ndy/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Banteng Papua Tengah Tekuk Sulawesi Selatan 2-0 di Soekarno Cup 2026

BANGKALAN – Banteng Papua Tengah meraih kemenangan 2-0 atas Banteng Sulawesi Selatan dalam lanjutan Soekarno Cup ...
KRONIK

PDI Perjuangan Gerakkan Struktur di Flores, Rumah Partai Jadi Posko Pengungsian

PDI Perjuangan menggerakkan struktur di Manggarai Timur, Sikka, dan Nagekeo membantu korban gempa Flores. ...
HEADLINE

Kalahkan Maluku Raya, Banteng Jatim Bangkit dan Kejar Gelar Juara Soekarno Cup

SURABAYA – Banteng Jatim FC menunjukkan kebangkitan di Soekarno Cup 2026. Setelah sebelumnya hanya meraih hasil ...
KRONIK

Wahyu Satria Quattrick, Banteng Kalimantan Timur Hajar D.I. Yogyakarta 4-0

BANGKALAN – Banteng Kalimantan Timur tampil gemilang pada lanjutan Soekarno Cup 2026 di Stadion Gelora Bangkalan. ...
LEGISLATIF

10 Raperda Sumenep Masuk Fasilitasi Pemprov Jatim, Hosnan: Ditarget Rampung Akhir Tahun

SUMENEP – Sebanyak 31 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) masuk dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah ...
OLAHRAGA

Soekarno Cup Hentikan Sejenak Pertandingan, Doakan Korban Gempa NTT dan Sumatera

SURABAYA – Gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Simalungun, Sumatera Utara, ...