Minggu
05 Juli 2026 | 6 : 29

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Agus Wicaksono Gelar Workshop Toleransi dan Keberagaman di Randuagung Lumajang

IMG-20231109-WA0010_copy_856x518

LUMAJANG – Berbeda pandangan dan berbeda pilihan politik boleh, asalkan tetap menjaga persaudaraan, kerukunan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, H. Agus Wicaksono, S.Sos, dalam wokshop toleransi dan keberagaman di Rumah H. Buari Desa Tunjung Kecamatan Randuagung, Rabu (8/11/2023).

H. Agus Wicaksono, S.Sos, menegaskan bahwa kegiatan workshop tersebut dilaksanakan dalam rangka memberikan tujuan demokrasi sesuai amanat UUD 1945. Yang mana, pada dasarnya pesta demokrasi bertujuan untuk memberikan pelayanan publik lebih baik kepada masyarakat.

“Bukan hanya sekedar memilih, namun bagaimana calon pemimpin bisa memberikan manfaat kepada masyarakat. Mulai dari penyelenggaraan pemerintahan, kebijakan yang diterapkan, program-programnya, sampai dengan pelayanan publik, mulai dari pusat sampai ke daerah,” jelas Agus Yudha, sapaan akrabnya.

Ketua Badan Kehormatan DPRD Provinsi Jawa Timur itu menambahkan bahwa dalam memilih calon pemimpin harus bijak dan berhati-hati. Pasalnya, banyak pemimpin yang ketika sudah dilantik tidak berani teriak lantang untuk memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

Terlebih, calon pemimpin yang menggunakan agama dalam meraih suara sebanyak-banyaknya. Kata Agus, seorang politisi jangan menggunakan agama dalam berpolitik, namun bagaimana berpolitik bisa bermanfaat bagi agama.

“Saat ini, ada 3 pasangan yang sudah mendaftarkan diri ke KPU, yakni Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Prabowo Subianto-Gibran, dan Anies Baswedan-Muhaimin. Ketiga pasangan tersebut adalah kader terbaik bangsa, yang saat ini tengah berlomba-lomba untuk kebaikan,” paparnya.

Hasil pengukuran Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Republik Indonesia, menyatakan bahwa 65% masyarakat Indonesia menginginkan bahwa Indonesia tetap menggunakan ideologi Pancasila. Sementara 9% menginginkan negara Indonesia menjadi negara khilafah, dan sisanya menjawab tidak tahu.

“Bagaimana dengan agama selain Islam, yang juga memiliki kepercayaan bahwa nenek moyangnya juga berjuang, berdarah-darah ikut dalam memperjuangkan bangsa Indonesia ini. Maka dari itu, Pancasila inilah yang sangat cocok untuk diterapkan di Indonesia, yang masyarakatnya memiliki banyak perbedaan,” terangnya.

Oleh karena itu, Agus Wicaksono berpesan supaya masyarakat selalu mengedepankan kerukunan dan kesatuan di antara masyarakat. Selain itu, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk membangun Desa Tunjung secara gotong royong demi kemajuan desa. (ndy/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kebudayaan Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan di Lumajang

LUMAJANG — Kemajuan suatu daerah tidak melulu diukur dari masifnya pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi. ...
KRONIK

Siap Gelar Musran, Lukman Hakim: Kita Siapkan Gen Z untuk Jadi Pelopor

BANGKALAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bangkalan menggelar menggelar rapat koordinasi ...
KRONIK

Percepat Penanganan Air Bersih Warga, Bupati Fauzi Tetapkan Status Siaga Musim Kemarau

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menetapkan status siaga bencana kekeringan menyusul banyaknya ...
KRONIK

Bulan Bung Karno, Dhea Sartika PDIP Gelar Doa Bersama dan Bagikan Alat Pertanian

BANYUWANGI – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Banyuwangi, Dhea Sartika menggelar peringatan Bulan Bung Karno ...
EKSEKUTIF

Bupati Rijanto: Kompetisi Tenis Usia Dini Jadi Fondasi Pembinaan Atlet Berprestasi

Bupati Blitar Rijanto menegaskan kompetisi tenis usia dini menjadi fondasi pembinaan atlet berprestasi saat membuka ...
KRONIK

Ketika Tokoh-tokoh Senior Partai di Bojonegoro Berkumpul, Bercerita Pergerakan Sejak Era PDI

​BOJONEGORO – Guna memperkokoh barisan dan menjaga kesinambungan sejarah perjuangan partai, jajaran kader, tokoh, ...