Selasa
15 September 2026 | 2 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wujudkan Kemenangan Hattrick Spektakuler, Deni Wicaksono Tegaskan Pentingnya Peran Medsos

pdip-jatim-230805-pelatihan-medsos-3

BATU – Kepala Badan Pemenangan Pemilu (BP Pemilu) DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono menekankan bahwa kekuatan media sosial (medsos) untuk mempengaruhi calon pemilih pada Pemilu 2024 tidak bisa diremehkan.

Menurutnya, untuk bisa memperoleh hasil maksimal pada Pemilu 2024, diperlukan kesadaran seluruh kader PDI Perjuangan dari tingkat DPP hingga Anak Ranting untuk bisa menyebarkan konten-konten positif kepada masyarakat melalui medsos.

“Apabila satu orang kader punya media sosial, yang itu teroganisir dan tertata dengan baik, kita pasti juara. Karena hanya PDI Perjuangan yang punya struktur hingga anak ranting,” kata Deni Wicaksono.

Hal itu dia sampaikan, dalam pembukaan Pelatihan Media Sosial yang digelar di Wisma Perjuangan, Oro-oro Ombo, Kota Batu, Rabu (5/8/2023). Pelatihan media sosial diikuti utusan dari 38 DPC PDI Perjuangan se-Jatim.

Apalagi, lanjut Deni, pada Pemilu 2024 mendatang akan didominasi pemilih dari generasi milenial dan Z, yang dalam kesehariannya sudah terbiasa menggunakan media sosial.

Baca juga: Buka Pelatihan Medsos PDI Perjuangan Jatim, Ganjar Ajak Kader Banteng Berpolitik dengan Santun

Menurutnya, penguasaan medsos sudah menjadi sebuah syarat untuk bisa memerangi segala bentuk kampanye negatif, seperti politik identitas yang justru mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Seperti di Pilkada Jakarta, kita sudah mengalaminya. Pada saat itu isu politik identitas berhasil mempengaruhi calon pemilih. Ini adalah fakta yang tidak bisa dipungkiri dan kita harus bersiap untuk menangkal hal serupa di Pemilu 2024,” tuturnya.

Bahkan, jelas Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu, pengalaman serupa juga terjadi pada Pemilu Presiden (Pilpres) di tahun 2014 dan 2019 ketika Presiden Joko Widodo mendapatkan fitnah dan tuduhan tidak benar.

Maka, sebutnya, penguasaan media sosial harus bisa dipahami oleh seluruh kader PDI Perjuangan sebagai tugas ideologis. Hal itu untuk menangkal kabar hoaks dan memberikan sanggahan terhadap segala isu yang berusaha memecah belah dan menimbulkan polarisasi di tengah masyarakat.

Disamping itu, imbuh anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur tersebut, media sosial juga menjadi platform paling efektif untuk menjangkau serta meyakinkan calon pemilih pada Pemilu 2024 terhadap kerja-kerja kader PDI Perjuangan yang selalu berada di tengah masyarakat.

“Pada tahun 2024, kita sudah membulatkan tekad untuk mewujudkan kemenangan hattrick spektakuler dengan target suara mencapai sebesar 37 persen. Inilah mengapa media sosial penting untuk meyakinkan masyarakat agar memilih PDI Perjuangan,” tandas Deni Wicaksono. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Magetan Sidak Gudang Pengepul Kentang Mitra Indofood usai Keluhan Petani Soal Panen Lambat

MAGETAN — Komisi B DPRD Kabupaten Magetan turun langsung meninjau gudang pengepul kentang di Jalan Raya ...
LEGISLATIF

Puan Kenang Jejak Bung Karno dan Bulgarian Rose dalam 70 Tahun Persahabatan Indonesia-Bulgaria

JAKARTA — Ketua DPR RI Puan Maharani mengenang kunjungan Presiden pertama RI Soekarno ke Bulgaria pada 1961, saat ...
LEGISLATIF

Developer di Gresik Tak Sediakan Lahan Makam Terancam Sanksi

GRESIK – Pengelolaan pemakaman menjadi perhatian serius wakil rakyat kabupaten Gresik. Pasalnya, perumahan kian ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Kirim Air Bersih ke Tiga Desa di Sumberrejo Terdampak Kekeringan

BOJONEGORO – Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro mendorong berbagai pihak untuk ...
OLAHRAGA

Hadapi Porprov 2027, Doding Dorong Semua Cabor Terus Poles Atlet dan Pelatih

TRENGGALEK — Menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027, KONI Kabupaten Trenggalek mendorong ...
LEGISLATIF

PDIP Jember Persoalkan War Room Rp2,5 Miliar, Candra: Memerangi Siapa?

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember mempertanyakan urgensi anggaran war room senilai Rp2,5 miliar dalam ...