Sabtu
31 Oktober 2026 | 9 : 25

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

SRC 2026 Jadi Kawah Candradimuka, Surabaya Bidik 250 Emas di Porprov 2027

pdip jatim 260913 src sby

SURABAYA — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjadikan Surabaya Rising Champion (SRC) 2026 sebagai salah satu kawah candradimuka atlet Kota Pahlawan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Sebagai tuan rumah, Surabaya membidik prestasi tinggi dengan target sedikitnya 250 medali emas.

Kejuaraan multi-event SRC 2026 resmi dibuka Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di halaman Balai Kota Surabaya, Minggu (13/9/2026) malam. Ajang yang berlangsung hingga 1 November 2026 tersebut diikuti 33 cabang olahraga (cabor), meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mempertandingkan 10 cabor.

Eri mengatakan, SRC menjadi wadah penting bagi atlet untuk mengasah kemampuan sekaligus mengukur kesiapan sebelum menghadapi Porprov Jatim 2027 yang akan berlangsung di Surabaya.

Menurutnya, status sebagai tuan rumah harus diikuti dengan kesiapan atlet yang matang. Karena itu, pembinaan dan kompetisi tidak boleh baru digenjot menjelang pelaksanaan Porprov.

“Semoga ini memberikan semangat kepada adik-adik kita agar target kita yang terbaik bisa terealisasi dengan target 250 emas ke atas ketika menjadi tuan rumah,” kata Eri.

Eri meminta KONI Surabaya bersama seluruh pengurus cabor mempersiapkan atlet secara maksimal. Ia menekankan pentingnya kompetisi berkelanjutan agar atlet memiliki jam terbang dan tidak mengalami kekosongan pertandingan.

“Saya berharap betul kepada Mas Ketua (KONI Surabaya), saya yakin Mas Ketua bisa membawa seluruh cabor di Surabaya ini menjadi yang terbaik,” ujarnya.

Menurut Eri, semakin banyak kompetisi yang digelar, semakin banyak pula atlet yang memiliki kesempatan untuk menguji kemampuan. Karena itu, pelaksanaan SRC diharapkan terus berkembang dari tahun ke tahun.

“Tahun depan harus lebih banyak cabor, karena Surabaya memiliki banyak cabor sehingga semuanya bisa mengikuti persiapan Piala KONI dan Piala Wali Kota,” jelas politisi PDI Perjuangan itu.

Pada SRC 2026, sebanyak 33 cabor ambil bagian. Di antaranya tenis lapangan, basket, cricket, bola voli indoor, floorball, bowling, hockey indoor, futsal, muay thai, baseball 5, e-sport, hingga sepatu roda freestyle.

Peningkatan jumlah cabor tersebut menjadi bagian dari strategi memperluas ruang kompetisi bagi atlet Surabaya. Selain mengejar prestasi, kompetisi juga menjadi sarana untuk memantau perkembangan atlet dan menentukan siapa saja yang memiliki potensi masuk dalam skuad utama Porprov 2027.

Ketua KONI Surabaya Arderio Hukom mengatakan, SRC 2026 menjadi salah satu indikator dalam memetakan kesiapan atlet yang berpotensi memperkuat kontingen Surabaya pada Porprov mendatang.

“Ini (para atlet) yang mengikuti menjadi salah satu indikator untuk menuju tim utama Porprov 2027. Kita akan segera sempurnakan untuk Porprov 2027,” ujar Arderio.

Menurut Arderio, hasil dari berbagai kompetisi yang berlangsung menjadi bahan penting bagi KONI dan cabor untuk melakukan evaluasi serta penyempurnaan komposisi tim.

Sementara itu, Ketua Panitia Besar SRC Rahmat Haidar Pasha mengatakan, SRC 2026 tidak hanya diarahkan sebagai arena perebutan prestasi, tetapi juga ruang bagi atlet muda Surabaya untuk berkembang.

Menurut Haidar, SRC sekaligus menjadi simulasi menuju Porprov Jatim 2027. Pelaksanaan tahun ini akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem penyelenggaraan sekaligus pembinaan atlet pada agenda berikutnya.

“Kami sangat senang karena anak-anak muda Kota Surabaya diberi kesempatan untuk berkembang dan kita berikan peran yang besar bagaimana gambaran Porprov,” katanya.

Ia memastikan panitia terus berkoordinasi dengan KONI Surabaya selama pelaksanaan SRC. Berbagai catatan dan hasil pertandingan akan dievaluasi sebagai bahan perbaikan, baik dari sisi penyelenggaraan maupun pembinaan atlet.

Dengan durasi kompetisi hampir dua bulan dan melibatkan 33 cabor, SRC 2026 diharapkan mampu menjadi salah satu fondasi pembentukan tim Porprov Surabaya. Kompetisi tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Kota Pahlawan untuk menguji kekuatan atletnya sebelum tampil sebagai tuan rumah Porprov Jatim 2027 dengan target 250 medali emas atau lebih. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Pemkot Surabaya Kembangkan Taman Hutan Kota Jeruk, Warga Desil 1 hingga 3 Diprioritaskan Kelola Usaha

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan pengembangan Taman Hutan Kota Jeruk di Kecamatan ...
LEGISLATIF

Bangun Ekonomi Berbasis Zero Waste, Sri Untari Gandeng Warga Empat Desa di Kabupaten Malang

MALANG – Empat desa di Kabupaten Malang disiapkan menjadi proyek percontohan pengelolaan sampah berbasis zero waste ...
EKSEKUTIF

Museum Penataran Expo 2026 Angkat Warisan Budaya Takbenda, Pemkab Blitar Luncurkan Reservasi Online

BLITAR – Museum Penataran Expo 2026 menjadi upaya Pemerintah Kabupaten Blitar mengenalkan kekayaan warisan budaya ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Larang Pungutan Perpisahan Siswa SD-SMP Negeri Surabaya, Dispendik Tegur Kasek

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melarang sekolah negeri membebani orang tua murid dengan pungutan ...
KRONIK

Wabup Ngawi Pastikan Bantu Perbaikan Rumah Rusak Terdampak Angin Kencang

NGAWI – Hujan disertai angin kencang menerjang Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis (29/10/2026) petang. Cuaca ...
KRONIK

Peternak Ayam Terpuruk, Sonny Desak Pemerintah Kendalikan Harga Telur dan Pakan

BANYUWANGI – Kondisi peternak ayam petelur yang terus merugi akibat rendahnya harga telur dan tingginya biaya pakan ...