Selasa
13 Oktober 2026 | 1 : 29

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Cap Go Meh Meriahkan Kota Pahlawan, Eri Cahyadi: Matur Nuwun Warga Surabaya

PDIP-Jatim-Eri-Cahyadi-13022023

SURABAYA – Gelaran Festival Cap Go Meh yang berlangsung di kawasan Kembang Jepun pada Minggu (12/2/2023) berhasil memeriahkan malam di Kota Pahlawan. Berbagai atraksi menghibur masyarakat yang hadir, mulai dari barongsai, penampilan tari fire ring, hingga parade dengan aneka kostum unik khas Imlek.

Meski berlangsung di tengah hujan deras, perayaan tetap berjalan lancar. Raut senang juga terpancar dari raut masyarakat yang hadir menyaksikannya.

Melihat hal tersebut, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengaku takjub pada semangat warganya. Ia tak menyangka antusias mereka terhadap budaya sangat tinggi.

“Matur nuwun untuk warga Surabaya. Saya bangga, karena meski diguyur hujan, tetap semangat datang ke sini. Malam ini kita memperingati Cap Go Meh-nya hujan. Semoga ini menjadi berkah,” ujar Wali Kota Eri saat membuka acara Cap Go Meh.

Menurut Wali Kota Eri, hal tersebut menunjukan bahwa warga Surabaya adalah orang yang senang melestarikan budaya dan menjunjung toleransi. Terbukti, di tiap acara perayaan hari besar keagamaan selalu ramai yang datang.

“Ini membuat saya bangga betul. Saya yakin dengan warga Surabaya, kita punya kampung yang bisa kita jaga kelestariannya,” ujarnya.

Selain itu, tambah Wali Kota Eri, contoh lainnya bisa dilihat pada saat hari besar masing-masing agama. Kota Surabaya selalu ikut memeriahkan dengan memasang berbagai ornamen khas agama tersebut.

“Surabaya adalah kota toleransi. Kita ini adalah kota semua suku dan ras. Ketika natal semua nuansanya natal. Begitu juga saat Imlek,” jelas politisi PDI Perjuangan itu.

“Semoga di perayaan ibadah umat beragama lainnya, kita bisa melakukan perayaan dengan menyambut saudara kita yang menganut agama masing-masing,” imbuhnya.

Tak hanya sekali, gelaran Cap Go Meh ini rencananya akan dilangsungkan tiap tahun di kawasan kampung Pecinan Kya-Kya.

“Di kembang Jepun ini, tiap tahun akan kita lakukan seperti ini untuk merekatkan. Semoga setelah malam ini, kita kenal Kya-kya ini menjadi kampung Pecinan. Kalau ingin makanan khas Cina, ingin merasakan nuansa Cina, di Kya-Kya tempatnya,” tandasnya. (nia/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Peringatan Hari Jadi Ke-351 Magetan, DPRD Ajak Masyarakat Perkuat Gotong Royong

MAGETAN – Masyarakat Kabupaten Magetan memperingati Hari Jadi Ke-351 Kabupaten Magetan dalam sebuah upacara yang ...
KRONIK

Gelar Evaluasi Innovative Government Award, Bupati Lukman Bidik Kabupaten Terinovatif 2026

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan berkomitmen memperkuat inovasi daerah untuk meningkatkan ...
SEMENTARA ITU...

32 Tim Pesantren Ikuti Liga Santri Bupati Cup 2026, Rijanto Dorong Persatuan

BLITAR – Sebanyak 32 tim futsal dari pondok pesantren se-Blitar Raya mengikuti Liga Santri Bupati Cup 2026. ...
KRONIK

Traktor Bantuan APBN Diduga Menyimpang, DPRD Jember: Dinas Pertanian Tidak Bisa Memberikan Data

JEMBER – Dugaan penyimpangan bantuan traktor dari APBN 2025 di Kabupaten Jember belum terjawab. Sejumlah kelompok ...
KRONIK

Gema 111.111 Al-Waqiah di Sumenep, Bupati Fauzi Ajak ASN Perkuat Budaya Religius

SUMENEP – Kementerian Agama Kabupaten Sumenep menginisiasi gerakan pembacaan bersama 111.111 kali Surat Al-Waqiah. ...
KRONIK

Atasi Kekeringan Dampak El Nino, Sonny Salurkan Bantuan Air Bersih ke Siliragung

BANYUWANGI – Dampak musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino mulai dirasakan oleh sejumlah warga di wilayah ...