Rabu
22 Juli 2026 | 1 : 30

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Gus Yani Sebut Pencabutan Pupuk Perikanan Bersubsidi Bebani Petambak

pdip-jatim-eksekutif-230322-fandi-akhmad-yani-1

Budidaya ikan bandeng Gresik sumbang 60 persen produksi nasional.

GRESIK – Pencabutan pupuk bersubsidi sangat berdampak pada hasil produksi perikanan, utamanya petani tambak di Kabupaten Gresik. Hal itu disampaikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani usai menghadiri pelantikan DPC HKTI se-Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Bupati dari PDI Perjuangan tersebut menyebutkan, hasil perikanan di Kabupaten Gresik sangat besar. Utamanya Ikan Bandeng yang telah menyumbang 60% dari total produksi perikanan budidaya secara nasional.

Besarnya potensi tersebut, Kabupaten Gresik sudah mendapat dasar hukum dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk membentuk suatu kawasan yang dinamakan Kampung Bandeng.

Oleh sebab itu, petani tambak butuh pupuk bersubsidi agar membantu meringankan beban petani. Karena, dengan pupuk tersebut bisa memunculkan makanan alamiah seperti tumbuh plankton, rumput laut. Sehingga, petani tidak selalu bergantung pada pakan industri.

“Oleh karena itu, selain pemerintah daerah, HKTI juga bisa menyuarakan keluhan para petani tambak, khususnya yang ada di Kabupaten Gresik,” kata Gus Yani yang juga Wakil Ketua II HKTI Jatim, bidang kelautan perikanan dan perkebunan, Rabu (23/3/2022).

Selain itu, pentingnya branding hasil perikanan maupun pertanian supaya bisa menembus pasar global. Misalnya, setiap peringatan Hari Tani Nasional mengadakan event besar dengan memamerkan hasil pertanian dan perikanan dari semua daerah di Jawa Timur.

“Ini akan menjadi daya pikat tersendiri bagi pengunjung yang hadir dalam event tersebut. Dampaknya pada peningkatan ekonomi pada sektor pertanian maupun periksanan di tiap daerah masing-masing,” imbuh bupati milenial tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum DPP HKTI Jenderal (Purn) Moeldoko mengajak seluruh pengurus DPC HKTI se-Jawa Timur agar berkolaborasi dengan seluruh pemerintah daerah. Juga menjembatani pemerintah daerah dengan para petani, serta dengan dunia akademis sebagai pusat riset pertanian.

“HKTI harus bisa memberikan harapan baru kepada petani. Jangan HKTI ikut-ikutan mengeluh. Kita tahu saat ini pupuk mahal, karena pengaruh geo politik, maka kita bisa memanfaatkan pupuk organik,” imbuhnya. (mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Peringati 30 Tahun Peristiwa Kudatuli, Ini Pesan Megawati untuk Anak Muda Indonesia

JAKARTA – Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri secara khusus menitipkan pesan mendalam yang ditujukan bagi ...
HEADLINE

Said Abdullah Salurkan Seluruh Dana Reses untuk Renovasi Rumah Warga Miskin di Sumenep

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Said Abdullah menyalurkan seluruh dana reses periode ini untuk membantu ...
LEGISLATIF

Zulham Dorong Pasar Sumedang Dikerjasamakan dengan Swasta agar Tak Terus Mangkrak

Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang Zulham Akhmad Mubarok mendorong pengelolaan Pasar Sumedang ...
KRONIK

Megawati Hadiri Pameran Foto Refleksi 30 Tahun Kudatuli

JAKARTA – Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan, Prof. Dr. Megawati Soekarnoputri menghadiri ...
SEMENTARA ITU...

Syaifuddin Zuhri Dorong Turnamen Usia Dini Digelar Rutin untuk Cetak Pesepak Bola Berkualitas

SURABAYA – Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mendorong turnamen sepak bola usia dini digelar secara rutin ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Gandeng Praktisi, Latih Petani Bikin Pupuk Organik Murah Meriah

BOJONEGORO – Upaya menjaga ketahanan pangan dan merespons tingginya harga pupuk kimia terus dilakukan di daerah. ...