Minggu
01 November 2026 | 12 : 46

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Gus Yani Sebut Pencabutan Pupuk Perikanan Bersubsidi Bebani Petambak

pdip-jatim-eksekutif-230322-fandi-akhmad-yani-1

Budidaya ikan bandeng Gresik sumbang 60 persen produksi nasional.

GRESIK – Pencabutan pupuk bersubsidi sangat berdampak pada hasil produksi perikanan, utamanya petani tambak di Kabupaten Gresik. Hal itu disampaikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani usai menghadiri pelantikan DPC HKTI se-Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Bupati dari PDI Perjuangan tersebut menyebutkan, hasil perikanan di Kabupaten Gresik sangat besar. Utamanya Ikan Bandeng yang telah menyumbang 60% dari total produksi perikanan budidaya secara nasional.

Besarnya potensi tersebut, Kabupaten Gresik sudah mendapat dasar hukum dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk membentuk suatu kawasan yang dinamakan Kampung Bandeng.

Oleh sebab itu, petani tambak butuh pupuk bersubsidi agar membantu meringankan beban petani. Karena, dengan pupuk tersebut bisa memunculkan makanan alamiah seperti tumbuh plankton, rumput laut. Sehingga, petani tidak selalu bergantung pada pakan industri.

“Oleh karena itu, selain pemerintah daerah, HKTI juga bisa menyuarakan keluhan para petani tambak, khususnya yang ada di Kabupaten Gresik,” kata Gus Yani yang juga Wakil Ketua II HKTI Jatim, bidang kelautan perikanan dan perkebunan, Rabu (23/3/2022).

Selain itu, pentingnya branding hasil perikanan maupun pertanian supaya bisa menembus pasar global. Misalnya, setiap peringatan Hari Tani Nasional mengadakan event besar dengan memamerkan hasil pertanian dan perikanan dari semua daerah di Jawa Timur.

“Ini akan menjadi daya pikat tersendiri bagi pengunjung yang hadir dalam event tersebut. Dampaknya pada peningkatan ekonomi pada sektor pertanian maupun periksanan di tiap daerah masing-masing,” imbuh bupati milenial tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum DPP HKTI Jenderal (Purn) Moeldoko mengajak seluruh pengurus DPC HKTI se-Jawa Timur agar berkolaborasi dengan seluruh pemerintah daerah. Juga menjembatani pemerintah daerah dengan para petani, serta dengan dunia akademis sebagai pusat riset pertanian.

“HKTI harus bisa memberikan harapan baru kepada petani. Jangan HKTI ikut-ikutan mengeluh. Kita tahu saat ini pupuk mahal, karena pengaruh geo politik, maka kita bisa memanfaatkan pupuk organik,” imbuhnya. (mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Salah Tafsir Kuota Perempuan BPD, Komisi A DPRD Jember Minta Pengisian Dievaluasi

JEMBER – Komisi A DPRD Jember menemukan dugaan salah tafsir penerapan kuota minimal 30 persen keterwakilan ...
LEGISLATIF

Dewanti Rumpoko Dorong Trans Jatim Malang Raya Terintegrasi dengan Angkot, Lindungi Pendapatan Sopir

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendorong integrasi Bus Trans Jatim Koridor II Malang ...
KRONIK

Baguna Ngawi Jenguk Nenek Usia 97 Tahun, Korban Angin Kencang di Kwadungan

NGAWI – Di usianya yang hampir satu abad, Saelah (97 tahun) harus menghadapi kenyataan pahit setelah rumahnya ...
KRONIK

Guru Madin Keluhkan Kesejahteraan, Hj. Ansari Siap Memperjuangkan

PAMEKASAN – Seorang guru madrasah diniyah, Moh. Jufri, menyampaikan keluh kesahnya pada anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Dua Kasus Perusakan Situs Purbakala di Jember, Candra: Belum Ada Kejelasan

JEMBER – Penanganan kasus hilangnya dua batu yoni di Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, dan perusakan situs Gumuk ...
EKSEKUTIF

ASN Pemkab Blitar Diterjunkan dalam Gerakan ASRI, Rijanto Minta Jadi Teladan Masyarakat

BLITAR – Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar diterjunkan dalam Gerakan ...