Senin
19 Oktober 2026 | 5 : 28

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Rieke Apresiasi Pengangkatan Bidan PTT Jadi PNS

pdip jatim - bidan PTT

pdip jatim - bidan PTTJAKARTA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Rieke Diah Pitaloka mengapresiasi rencana Bupati Bandung Barat, Abubakar, yang akan mengangkat para bidan PTT (pegawai tidak tetap) di wilayahnya menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Menurut Rieke, dengan adanya rekomendasi untuk bidan PTT menjadi PNS ini, nantinya mereka bakal mendapat upah sama dengan para bidan lainnya yang diambil melalui APBD, dengan insentif lebih dari Rp 900.000 per bulan.

“Saya sangat mengapresiasi inisiatif dan juga perhatian Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk para bidan PTT agar mendapatkan persamaan upah,” kata Rieke, sebagai siaran persnya kepada wartawan, Sabtu (20/12/2014).

Anggota Komisi IX DPR ini berharap langkah serupa dapat segera diikuti pemerintah daerah lainnya. Sebab, jelasnya, langkah ini sebagai wujud perhatian terhadap bidan PTT dan sebuah inisiatif yang sangat bagus.

Dia mengungkapkan, sampai saat ini angka kematian ibu melahirkan di Indonesia masih tinggi. Dan peran para bidan di desa-desa lah yang sangat membantu upaya menekan tingginya angka kematian para ibu melahirkan tersebut.

Hingga sekarang masih ada sekitar 42.000 bidan tersebar di seluruh pelosok desa di Indonesia yang masih berstatus sebagai pegawai kontrak yang berkepanjangan. Kondisi seperti itu, katanya, tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyengsarakan bidan PTT.

Rieke juga menyatakan dukungan untuk moratorium PNS, kecuali tenaga pendidik dan kesehatan. Dia juga minta ada semacam formasi khusus tanpa syarat apapun terutama bagi bidan PTT yang sudah mengorganisir dirinya. Sebab, jelasnya, para bidan PTT selama ini telah menjadi garda terdepan dalam bidang kesehatan, serta telah berjuang menyelamatkan ibu-ibu melahirkan.

Sebanyak 50 persen lebih kelahiran yang terjadi, ungkapnya, yang menangani adalah para bidan, dan 70 persen lebih penanganan program KB di Indonesia juga ditangani mereka. “Karena itu, jika bidan tak sejahtera, status kerjanya tidak jelas, upahnya di bawah upah minimum kota kabupaten, ditambah masih adanya potongan pajak, bahkan turunnya gaji mereka bisa 3-6 bulan sekali, maka hal tersebut tidak adil bagi para bidan PTT ini,” tegasnya. (pri/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Sonny Jadi DJ Senam Tempo Disko Kaliboyo, Warga Antusias Tebus Sembako Murah

BANYUWANGI – Suasana Minggu pagi di Kaliboyo, Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, berlangsung meriah. Warga ...
KRONIK

DPRD Kabupaten Sumenep Peringati Hari Parlemen 2026 dengan Jalan Sehat Politik

SUMENEP – DPRD Kabupaten Sumenep menggelar Jalan Sehat Politik dalam rangka Hari Parlemen 2026 di area Taman Bunga ...
KRONIK

Maskina, Seragam Partai, dan Bantuan Modal dari Said Abdullah

SUMENEP – Maskina, kader PDI Perjuangan asal Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, menerima ...
LEGISLATIF

Karhutla Meluas di Sejumlah Gunung Jatim, Sri Untari Dorong Penanganan Terpadu

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mendorong penguatan penanganan kebakaran hutan dan ...
BERITA TERKINI

Saifudin Zuhri Dorong Perwali Wajibkan Pertunjukan Seni Lokal di Sektor Pariwisata Batu

BATU – Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur Saifudin Zuhri mendorong Pemerintah Kota Batu menerbitkan Peraturan Wali ...
KRONIK

Ribuan Pelari Meriahkan Bangkalan Run, Bupati Lukman: Peluang Gerakkan Ekonomi Masyarakat

BANGKALAN – Ribuan pelari dari berbagai daerah memeriahkan Bangkalan Run 2026 yang digelar dalam rangka Hari Jadi ...