Selasa
04 Agustus 2026 | 1 : 50

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bantuan untuk Warga Kota Mojokerto Tak Kunjung Terealisasi, Ery: Pemkot Jangan Tunggu Bantuan Pusat dan Provinsi

PDIP-Jatim-Ery-10082021

MOJOKERTO – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Mojokerto, Ery Purwanti, kembali mengingatkan Wali Kota Mojokerto agar segera merealisasikan bantuan bagi warga yang terdampak pandemi Covid-19. Menurutnya, Pemerintah Kota tidak harus menunggu bantuan dari pemerintah pusat maupun provinsi. Pemkot harus mempunyai solusi untuk membantu warganya yang sedang susah.

“Selama anggarannya tersedia mestinya bantuan itu tidak menjadi persoalan, misalnya kita dapat melalukan penundaan terkait pembangunan fisik yang tidak begitu urgent,” ujar Ery Purwanti saat membacakan Pandangan Umum Fraksi pada Rapat Paripurna di hadapan Wali Kota Mojokerto, Selasa (10/8/2021).

“Karena bagaimanapun juga keselamatan jiwa manusia harus kita kedepankan daripada membangun sesuatu yang tidak urgent dilakukan saat pandemi masih marak,” tambah Ery.

Politisi PDI Perjuangan ini juga menekankan agar Wali Kota Mojokerto berani mengambil kebijakan dengan menggelontorkan dana APBD untuk seluruh warga Kota Mojokerto.

“Total KK di Kota Mojokerto ini hanya 46.041. Saya kira cukuplah untuk memberi bantuan 1 sampai 2 juta perkepala keluarga atau kalau tidak mampu bisa disesuaikan dengan kemampuan anggaran kita,” bebernya.

Pedagang kaki lima (PKL) yang terdampak juga tak luput dari perhatiannya. Di hadapan Wali Kota dan seluruh anggota DPRD Kota Mojokerto, Ery meminta Pemkot memberi ganti untung pada PKL yang terdampak pemberlakuan PPKM, baik sejak PPKM darurat sampai PPKM level 4 yang sampai saat ini masih berjalan.

“Utamanya untuk PKL yang berjualan di malam hari. Mereka tentu sangat merasakan dampak pemberlakuan PPKM. Kami meminta agar Wali Kota bisa memberikan bantuan 2 sampai 3 juta untuk PKL tersebut,” terangnya.

Tak hanya pemberian vitamin, masker untuk warga, Ery juga menekankan agar pemerintah bisa memberi insentif pada tenaga kesehatan yang bertugas.

“Kita sebelumnya telah menyepakati dalam rapat ada pemberian vitamin juga masker, ini belum terealisasi. Pemberian insentif nakes yang bertugas itu jangan dilupakan, segera ambil tindakan,” tegasnya.

Sementara itu, fraksi PDI Perjuangan juga menanyakan urgensi dari pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang mencapai 100 Milyar.

“Apa urgensinya ambil pinjaman sebesar itu? Ini harus betul-betul dikaji. Pengambaliannya dibebankan pada APBD selama 5 tahun loh ini. Kalau gak dikaji bener, ya ajor (hancur, red),” tutup politisi perempuan ini. (arul/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Mas Dhito Minta Camat Bentuk Satgas Kesehatan untuk Kawal Program Prioritas

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meminta seluruh camat membentuk Satuan Tugas (Satgas) Kesehatan ...
LEGISLATIF

Fuad Benardi: Rekomendasi DPRD soal BUMD Kini Ada di Tangan Gubernur

SURABAYA – Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Fuad Benardi, menegaskan tindak lanjut seluruh rekomendasi DPRD ...
KRONIK

Winarno Tampung Aspirasi Masyarakat Desa Ringinpitu, Jalan Rusak hingga RTLH

TULUNGAGUNG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tulungagung, Winarno, menggelar kegiatan reses di Desa ...
LEGISLATIF

DPRD Kota Madiun Siap Kawal Warga yang Keberatan atas Perubahan Data Desil

DPRD Kota Madiun siap mengawal warga yang keberatan atas perubahan data desil agar dapat ditinjau kembali sesuai ...
KRONIK

Bupati Fauzi Koordinasi dengan Menhub, Pastikan Penanganan Korban KM Mutiara Sentosa II Maksimal

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menerima kunjungan Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Dudy ...
LEGISLATIF

PDI Perjuangan Jember: Efisiensi Anggaran Lebih Masuk Akal daripada Menambah Utang

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember menyatakan menolak rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember ...