TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menekan pentingnya pendidikan demokrasi pada Gen Z dan peningkatan pemilu yang bersih dari politik uang.
Hal ini disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung, Erma Susanti, saat menerima kunjungan atau silaturahmi KPU Kabupaten Tulungagung di Kantor DPC setempat, pada Rabu (29/4/2026) sore.
“Ada beberapa masukan yang kita sampaikan pada KPU. Salah satunya mewujudkan pemilu yang bersih tanpa money politics dan pendidikan demokrasi bagi anak muda,” ujar Erma, Jumat (1/5/2026).
Menurut dia, pada Pemilu 2029 mendatang, sebagian pemilih diisi oleh generasi muda. Peningkatan pendidikan demokrasi ini diharapkan bisa memotong budaya demokrasi liberal di masyarakat yang sarat politik uang.
Erma juga mengkritisi dan memberikan masukan kepada KPU terkait perubahan daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Tulungagung pada Pemilu 2024 yang dinilai kurang memperhatikan prinsip keadilan dan pemerataan kursi DPRD.
“Perubahan dapil dilakukan mendadak, dan waktunya sangat dekat dengan pelaksanaan pemilihan. Ini merugikan peserta pemilu karena durasi kampanye terbatas,” ucap anggota DPRD Provinsi Jawa Timur ini.
Sementara Ketua KPU Kabupaten Tulungagung, Mohammad Lutfi Burhani, mengatakan, kegiatan kunjungan di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung merupakan program kerja dari Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) KPU.
Selain menguatkan tali silaturahmi, kegiatan tersebut merupakan media diskusi antara penyelenggara dan peserta Pemilu untuk meningkatkan kualitas demokrasi di Kabupaten Tulungagung.
“Kegiatan ini diharapkan bisa membangun komunikasi yang positif, media dialog, diskusi, dan menerima masukan dari partai politik agar bisa berbenah dan memperbaiki kinerja KPU,” ucap Lutfi.
Dia mengungkapkan, kunjungan di Kantor DPC PDI Perjuangan juga membahas terkait penataan dapil dan pendidikan demokrasi bagi pemilih pemula. (sin/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












