TULUNGAGUNG – Dua anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Romy Soekarno dan Pulung Agustanto, menggelar reses di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung, pada Rabu (29/4/2026).
Dalam kesempatan itu, Pulung menyampaikan, reses bareng anggota DPR RI dari dapil yang sama merupakan pertama kali dalam sejarah di Senayan. Menurutnya, reses bareng satu dapil bisa dijadikan contoh oleh anggota Fraksi PDI Perjuangan, baik di tingkat Provinsi maupun kabupaten/kota.
“Kalau gotong royong terjadi, itu akan lebih mudah, pekerjaan yang berat akan menjadi ringan. Jika ada program-program akan dikonsolidasikan dengan kader-kader di daerah,” ujar Pulung.
Dia menambahkan, Musancab serentak PDI Perjuangan se-Kabupaten Tulungagung telah berjalan lancar dan sukses. Meski demikian, dirinya tidak memungkiri, konflik internal selalu ada, sehingga harus segera disudahi dan kembali kepada semangat gotong royong.
Dia juga meminta kader dan pengurus Partai bergotong royong mengantisipasi dampak situasi ekonomi Indonesia sedang tidak baik-baik saja, mulai dari pengaruh kenaikan harga minyak dunia, serta adanya El Nino Godzilla yaitu kekeringan yang berkepanjangan.

“Hal ini menyebabkan harga pangan melambung tinggi dan harus diantisipasi oleh kader-kader PDI Perjuangan di semua daerah termasuk Kabupaten Tulungagung,” ucapnya.
Pulung menegaskan, semangat gotong royong dari seluruh kader PDI Perjuangan sangat diperlukan karena situasi Pemilu ke depan tantangannya akan lebih berat.
Di tempat yang sama, Romy Soekarno menjelaskan tentang konsep reses bareng atau turun bareng dalam satu dapil yang dilakukannya bersama Pulung Agustanto. Menurutnya, konsep ini menekankan gotong royong politik bisa menghapus friksi-friksi di lapangan.
“Kita harus membangun satu barisan yang solid karena Tulungagung terkenal sangat keras. PDI perjuangan tidak boleh hanya merah bajunya, tapi juga harus merah hati dan semangatnya,” kata Romy.
Menurut dia, kader Partai yang menjadi anggota fraksi harus menjadi corong rakyat, menyuarakan aspirasi, mengawal dan memastikannya masuk dalam program pembangunan.
Di era 90-an, lanjutnya, PDI Perjuangan adalah partai modern dan partainya anak muda, sehingga saat itu bisa menjadi partai pemenang Pemilu, dan kesuksesan era 90-an harus diulang lagi pada pemilu ke depan.
“PDI Perjuangan harus lebih relevan dengan zaman. Selain di sawah, pasar, pabrik, dan desa, akar rumput kita saat ini juga ada di dunia maya yakni di media sosial,” ucapnya.
Romy menegaskan, PDI Perjuangan harus menjadi partai ideologis yang modern dan harus menguasai ruang-ruang digital. PDI Perjuangan juga harus mampu membawa ideologi Bung Karno ke zaman digital.
Selain PDI Perjuangan juga harus mengaktivasi anak muda karena politik yang hidup adalah politik yang ada dalam kehidupan anak muda.
“PDI Perjuangan harus hadir di setiap permasalahan di lapangan, harus menjadi rumah besar bagi seluruh kader. Kader PDI Perjuangan harus kembali ke falsafah lama yaitu sapu lidi, karena tidak ada kader yang lebih besar dari Partai,” tegasnya.
Romy berpesan, seluruh kader PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung harus bersatu bersama Partai, merangkul kader yang kecewa dan menghormati kader yang tua, karena kader yang sejati diuji saat tidak mendapat posisi.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung, Erma Susanti, mengatakan, kegiatan reses bersama Romy Soekarno dan Pulung Agustanto merupakan bagian dari memanaskan mesin Partai.
Erma melaporkan, seluruh struktur PAC di Kabupaten Tulungagung telah diisi unsur Gen Z atau pemuda yang berusia di bawah 35 tahun. Setiap PAC juga sudah mempunyai akun medsos resmi baik Tik Tok maupun Instagram yang dikelola oleh masing-masing pengurus.
Selain itu DPC Tulungagung juga aktif membangun jaringan dengan generasi muda melalui berbagai kegiatan. Salah satunya Soekarno Leadership Camp yang dilaksanakan awak tahun 2026.
“Kami berharap konsolidasi seperti bisa sering dilakukan, sebagai upaya memanaskan mesin partai dan memenangkan Pemilu mendatang,” ujar Erma. (sin/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










