Sri Untari dorong program kejar paket A, B, C untuk tingkatkan lama sekolah di Jawa Timur yang masih 13,44 tahun.
SURABAYA — Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, mendorong penguatan program pendidikan nonformal seperti kejar paket A, B, dan C sebagai langkah berkelanjutan untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah masyarakat di provinsi ini.
Pernyataan itu disampaikan menyusul masih rendahnya angka rata-rata lama harapan sekolah di Jatim yang dinilai memprihatinkan.
Untari mengungkapkan, rata-rata lama harapan sekolah di Jawa Timur saat ini baru mencapai 13,44 tahun. Angka tersebut menunjukkan masih banyak anak yang putus sekolah bahkan sebelum menuntaskan pendidikan menengah.
“Ini menjadi keprihatinan. Artinya, masih banyak anak yang tidak melanjutkan sekolah hingga jenjang yang seharusnya,” ujar Untari, Sabtu (2/5/2026), menanggapi LKPJ Pemprov Jatim.
Menurut Untari, salah satu penyebab utama kondisi tersebut adalah minimnya literasi masyarakat tentang pentingnya pendidikan, ditambah tekanan ekonomi keluarga.
Di wilayah pedesaan, anak-anak kerap dilibatkan dalam pekerjaan sektor pertanian. Sementara di kawasan industri, banyak perusahaan menyerap tenaga kerja dengan kualifikasi pendidikan di bawah SMA.
“Di desa anak-anak ikut kerja di ladang, di sawah. Di industri, tenaga kerja murah juga banyak diambil dari lulusan di bawah SMA,” jelas politisi PDI Perjuangan itu.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Untari menekankan pentingnya penguatan pendidikan nonformal melalui program kejar paket A, B, dan C secara berkelanjutan.
Program ini dinilai menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang tidak dapat menyelesaikan pendidikan formal. “Kejar paket harus terus didorong agar bisa meningkatkan rata-rata lama sekolah masyarakat,” tegasnya.
Untari juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam menjalankan program tersebut.
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi harus menjadi gerakan bersama lintas wilayah.
“Ini harus menjadi perhatian bersama. Tidak bisa hanya satu pihak, tapi harus sinergi,” ujarnya.
Untari menegaskan, peningkatan lama sekolah bukan sekadar angka statistik, tetapi berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Kalau pendidikan tidak kita kuatkan, maka kita akan tertinggal. Ini soal masa depan generasi kita,” pungkasnya. (gio/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










