Kamis
25 Juni 2026 | 7 : 24

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDI Perjuangan Berharap Pemilihan Pimpinan MPR Melalui Musyawarah

Pramono Anung saat di maka BK

Pramono Anung saat di maka BKJAKARTA – Pemilihan pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) digelar Senin (6/10/2014) ini. Menghadapi pemilihan tersebut, PDI Perjuangan berharap pemilihan pimpinan MPR dilakukan secara musyawarah yang bisa diterima semua fraksi di parlemen.

Mantan Sekjen DPP PDI Perjuangan Pramono Anung mengatakan, partainya lebih mengedepankan muyawarah dalam pemilihan pimpinan MPR. “Karena ini lembaga MPR, harusnya masih ada ruang musyawarah. Tetapi kami menyadari, jika tidak ada ruang itu, maka kami menyiapkan langkah yang kami diskusikan ini,” ujar Pramono Anung, di kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Jakarta, Minggu (5/10/2014).

Pihaknya juga berharap agar yang diajukan nantinya adalah paket bersama. Menurut mantan Wakil Ketua DPR itu, lembaga MPR seharusnya menjadi representasi dari sistem musyawarah. Apalagi, selama ini di MPR tidak ada pemungutan suara.

Sistem pemilihan pimpinan MPR sama seperti memilih pimpinan DPR, yakni setiap koalisi harus mengajukan paket calon pimpinan. Namun, untuk MPR, jatah partai politik hanya empat kursi, sebab satu kursi lainnya menjadi milik Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Koalisi pendukung Jokowi-Jusuf Kalla sendiri sudah menjalin kesepakatan dengan mengajukan paket pimpinan MPR bersama dengan DPD. Disepakati juga, posisi Ketua MPR diberikan kepada DPD.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengatakan, koalisi Jokowi-JK dan DPD sepakat untuk tidak terjadi faksi dalam proses pemilihan MPR. Sehingga, koalisi Jokowi-JK mendorong agar usulan menjadikan DPD sebagai Ketua MPR disepakati bersama, termasuk dengan Koalisi Merah Putih.

“Dalam menuju musyawarah untuk mufakat, kami sepakat insya Allah kami akan mendorong dan mendukung keinginan dari DPD untuk menjadi Ketua MPR,” ujar Muhaimin Iskandar di kediaman Megawati.

Sementara itu, Kelompok DPD di MPR juga berharap pemilihan pimpinan MPR bisa dilakukan lewat musyawarah mufakat dan tidak perlu voting. Menurut Ketua Kelompok DPD di MPR RI Bambang Sadono, hal itu dimaksudkan supaya suasana politik menjadi kondusif dan semuanya segera fokus bekerja membangun bangsa, dan menyejahterakan masyarakat.

Pihaknya ingin mengedepankan berbicara, berembuk, dan bermusyawarah untuk mencapai mufakat agar semua terakomodasi dan tidak merasa kalah. Kalau misalnya jumlah pimpinan itu harus ditambah, kata Bambang, DPD akan menginisiasi perubahan tatib khusus mengenai jumlah pimpinan itu.

“DPD mengusulkan hal ini semata-mata untuk kepentingan bersama, agar bisa bersatu dan fokus terhadap membangun bangsa untuk kepentingan seluruh rakyat,” katanya. (pri/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Rocky Gerung dan Airlangga Pribadi Bakal Uji Relevansi Marhaenisme di Hadapan Gen Z Magetan

MAGETAN – Peringatan Bulan Bung Karno 2026 di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, bakal dikemas berbeda dengan ...
KRONIK

Fraksi PDIP Dorong Andy Firasadi Aktif Advokasi Rakyat usai Dilantik Jadi Anggota DPRD Jatim 

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur akan mendorong Andy Firasadi aktif melakukan advokasi masyarakat usai ...
HEADLINE

Ribuan Perempuan di Gresik Doa Bersama Peringati Haul ke-56 Bung Karno

GRESIK – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gresik menggelar doa bersama dalam rangka memperingati Haul ke-56 Presiden ...
LEGISLATIF

Jadi Anggota DPRD Jatim, Andy Firasadi Prioritaskan Desa Sadar Hukum dan Pos Bantuan Hukum

Andy Firasadi resmi dilantik sebagai anggota DPRD Jawa Timur melalui mekanisme PAW Fraksi PDI Perjuangan. Usai ...
KABAR CABANG

25 Tahun Mengabdi di Pelosok, Bidan Sugiarti dapat Apresiasi dari DPC Ngawi

NGAWI – Tiga bidan di Kabupaten Ngawi mendapatkan penghargaan dari DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi dalam rangka ...
KRONIK

Diana Sasa ke 1.500 Wisudawan Unesa: Ijazah dan IPK Saja Tak Cukup Hadapi Dunia Kerja

Anggota DPRD Jatim sekaligus alumnus Unesa, Diana Sasa, mengingatkan 1.500 wisudawan Unesa agar tidak hanya ...