NGAWI – Tiga bidan di Kabupaten Ngawi mendapatkan penghargaan dari DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi dalam rangka memperingati Hari Bidan Nasional sekaligus menyemarakkan Bulan Bung Karno 2026.
Ketiga bidan tersebut dinilai memiliki dedikasi tinggi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Mereka berasal dari wilayah tugas Kecamatan Karanganyar, Bringin, dan Kendal.
Penghargaan diberikan dalam tiga kategori, yakni bidan dengan wilayah tugas terjauh dan terpencil, bidan dengan pengabdian terlama, serta bidan berprestasi.

Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, Sekretaris DPC Feligia Agit Hendiadi, dan Ketua DPRD Kabupaten Ngawi Yuwono Kartiko (King).
Di Puskesmas Bringin, penghargaan untuk bidan berprestasi diserahkan oleh Dwi Rianto Jatmiko. Sementara Feligia Agit Hendiadi menyerahkan penghargaan kepada bidan dengan masa pengabdian terlama di Puskesmas Kendal. Sedangkan Yuwono Kartiko memberikan penghargaan kepada bidan yang bertugas di wilayah terpencil di Puskesmas Karanganyar.
“Penyerahan penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi kami terhadap para bidan yang menjadi ujung tombak kesehatan di masyarakat,” ujar Dwi Rianto Jatmiko.
Wakil Bupati Ngawi itu menyebut, peran bidan sangat penting di tengah masyarakat. Tidak hanya membantu proses kehamilan dan persalinan, bidan juga memiliki peran dalam mendampingi kesehatan anak-anak hingga lansia.
“Kami memberikan penghargaan sebagai bentuk motivasi pengabdian para bidan di tengah-tengah masyarakat,” katanya.
Menurutnya, penghargaan tersebut juga menjadi pengingat bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan mendukung tenaga kesehatan yang bekerja hingga pelosok wilayah.

Medan Sulit Bukan Halangan
Salah satu penerima penghargaan, Sugiarti (50), bidan asal Desa Pandean, Kecamatan Karanganyar, mengaku terharu atas apresiasi yang diterimanya.
Sugiarti yang bertugas di Puskesmas Karanganyar mengungkapkan, selama hampir 25 tahun mengabdi, baru kali ini mendapatkan penghargaan atas pengabdiannya.
“Saya bertugas di Pandean selama hampir 25 tahun. Baru kali ini saya mendapatkan penghargaan. Terharu sekali ternyata ada yang memperhatikan,” ujarnya.
Sugiarti merupakan salah satu bidan yang bertugas di wilayah pelosok. Desa Pandean berada jauh dari pusat perkotaan dan berbatasan dengan wilayah Jawa Tengah.
Selama menjalankan tugas, ia tetap melayani masyarakat tanpa mengeluh. Dedikasinya terlihat saat harus mendatangi rumah warga satu per satu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.
“Kalau musim hujan jalannya sulit dilewati pakai motor. Harus jalan kaki. Medannya terpencil,” ungkapnya.
Baginya, kondisi medan bukan menjadi penghalang untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan. (amd/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









