Selasa
29 September 2026 | 11 : 53

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kagumi Bung Karno, Pemuda Ini Sukses Merintis Usaha Ayam Petelur

PDIP-Jatim-Faridi-23042021

PROBOLINGGO – “Didaerah kami kan mayoritas adalah petani, sehingga bagi saya perlu ada terobosan baru. Ide itu muncul yakni ternak ayam petelur,” ucap Faridi, pemuda 28 tahun yang menekuni ternak ayam, Jumat (23/4/2021).  

Setahun lalu, tepatnya Oktober 2020, gagasan beternak ayam itu dilaksanakannya. Di tengah masyarakat petani, Faridi berharap ternak ayamnya dapat menggerakkan masyarakat untuk lebih kreatif dan mandiri.

“Saya berharap, para petani di sini tidak bergantung pada hasil pertanian saja. Harus ada usaha-usaha lain untuk menopang pertanian,” jelas Faridi.

Menurut Faridi, beternak itu gampang-gampang susah. Secara pangsa pasar cukup menjanjikan. Akan tetapi, harga pakan yang kadang melonjak, membuat dirinya masih kebingungan mencari pola bisnis telur ayam.

“Biasanya kendala pada harga telur ayam yang tidak stabil. Harga pakan juga, itu yang kadang membuat kami kebingungan,” urai Faridi.

Meski demikian, pemuda pengagum Bung Karno itu tidak patah arang. Dengan dukungan orang tuanya, ia nekat mengeluarkan modal sebesar 140 juta rupiah. Ia mengaku, 70% modalnya merupakan hasil pinjaman ke bank.

“Modal itu meliputi ayam petelur, kandang, termasuk pakan. Sebab, kami harus menunggu sekitar 2 bulan, agar penjualan telur ayam tersebut bisa dibelikan pakan. Selama 2 bulan kami menghabiskan sekitar Rp 22 juta untuk pakannya saja,” jelas Faridi.

Berkat kegigihannya, kini pemuda yang tinggal di Desa Nogosaren, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo itu sudah memiliki sejumlah 630 ekor ayam petelur dengan kandang seluas 4×17 meter. Setiap harinya, ayamnya menghasilkan telur sebanyak 33-34 kilogram. Harga per-kilogram yakni Rp 18-22 ribu, di mana ia kelompokkan dalam peti berisi 10 kilogram telur.

“Telur yang saya panen, biasanya saya jual ke sales atau agen telur. Para tetangga juga banyak yang langsung datang ke sini, untuk hajatan atau acara selamatan,” tutur Faridi.  

Di tengah kondisi pandemi Covid-19, mantan pengurus DPC GMNI Probolinggo itu berharap, pemerintah bisa melakukan kontrol terhadap harga telur dan pakan agar bisa seimbang, sehingga  peternak bisa tetap melanjutkan usahanya.

“Di tengah pandemi ini, saya kira pemerintah perlu menjaga kestabilan harga barang-barang pokok, agar para pengusaha tidak lesu,” tegas Faridi dengan nada penuh harap. (drw/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Baktiono Minta Seleksi Direksi BUMD Surabaya Bebas Manuver Politik

SURABAYA – Proses seleksi calon Direksi lima Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Surabaya mendapat perhatian DPRD ...
KRONIK

Sinung Soroti Rencana Utang Rp45 Miliar dalam APBD Bondowoso 2027

BONDOWOSO – Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad, menyoroti rencana pemerintah daerah menarik utang Rp45 ...
EKSEKUTIF

Debit Sumber Air Menurun, 500 Warga Selorejo Kediri Dapat Bantuan Air Bersih

KEDIRI – Sekitar 500 warga Dusun Selorejo, Desa Surat, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, mengalami kesulitan ...
LEGISLATIF

Rencana Kementerian Haji dan Umrah Mengaudit Forensik BPKH, Abidin Fikri Setuju dengan Catatan

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Abidin Fikri meminta pemerintah, khususnya ...
KRONIK

Tiga Pilar Cup Ngawi; Sepakbola Lintas Profesi, Lariskan UMKM

NGAWI – Setiap sore, suasana di Lapangan Alun-Alun Merdeka Kabupaten Ngawi ramai oleh pertandingan sepak bola dan ...
LEGISLATIF

Pemkot-DPRD Surabaya Sepakat Desil Bukan Patokan Mutlak Penyaluran Bansos

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) dan DPRD Kota Surabaya sepakat tidak menjadikan klasifikasi desil dalam data ...