Sabtu
31 Oktober 2026 | 11 : 30

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ratusan Anak Muda di Sidoarjo Gelar Teatrikal Kolosal Detik-detik Kudatuli

IMG_0964 (1)

SIDOARJO – Asap membubung disertai jerit kesakitan menyeruak dari dalam Kantor sekretariat DPC PDI Perjuangan Sidoarjo, Minggu (26/7/2026) sore. Peristiwa tersebut merupakan salah satu adegan dalam acara teatrikal kolosal detik-detik pengambilalihan paksa kantor DPP PDI di Jakarta atau yang dikenal dengan peristiwa kerusuhan dua puluh tujuh Juli (Kudatuli) 1996.

Teatrikal mengambil latar kantor DPP PDI, dimulai dengan adegan seorang aktivis berorasi dalam acara mimbar bebas. Mereka menyatakan, Megawati adalah Ketua Umum PDI yang sah sesuai hasil kongres luar biasa di Surabaya pada 1993.

Tak seberapa lama, dari ujung jalan, sekelompok massa datang. Mereka meneriakkan yel-yel, Ketua Umum PDI adalah Soerjadi sebagaimana hasil Kongres di Medan.

Suasana memanas. Saling dorong pagar antara masa dari luar dan dalam tak terhindarkan. Massa dari luar melakukan pelemparan batu. Pagar roboh. Massa merangsek ke dalam dan melakukan pengrusakan. Korban pun berjatuhan. Adegan ditutup dengan sejumlah orang yang ditandu relawan kesehatan. Sementara pelataran kantor berserakan batu.

Asisten sutradara yang juga aktivis DPC Repdem Sidoarjo menyampaikan, seluruh properti yang digunakan dalam teatrikal adalah benda-benda tiruan.

“Untuk tiruan batu, kita pakai kertas bekas yang diremas jadi bulatan. Demikian pula asap, kami buat dari bahan yang tidak membahayakan,” katanya.

Anak Muda Melek Sejarah
Teatrikal dibesut anak-anak muda dari sejumlah sanggar seni. Juga melibatkan tim produksi serta kru dari komunitas perfilman. Sementara peran massa aksi sebagian besar adalah kader-kader muda PDI Perjuangan perwakilan dari 18 kecamatan.

Beberapa jam sebelum mengikuti teatrikal, anak-anak muda tersebut mengikuti kelas pendidikan politik dengan tema sejarah berdemokrasi di negeri ini, dimana Kudatuli menjadi salah satu bagiannya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Sidoarjo, Hari Yulianto, menjelaskan, Kudatuli sebagai peristiwa yang memalukan sekaligus memilukan dalam perjalanan sejarah berdemokrasi di Indonesia.

“Memalukan karena dalam proses berdemokrasi ada pihak yang melakukan intervensi bahkan dengan cara-cara kekerasan. Memilukan karena Kudatuli menyebabkan sejumlah nyawa manusia melayang, ratusan korban luka, dan puluhan orang hilang,” katanya.

Hari Yulianto yang juga anggota DPRD Jawa Timur berharap, agar peristiwa serupa tak pernah lagi terjadi di negeri ini.

Doa Bersama dan Kesaksian Pelaku Sejarah
Pada hari yang sama, DPC PDI Perjuangan Sidoarjo juga menggelar kegiatan ketiga dalam rangkaian peringatan Kudatuli.

Puluhan senior partai sejak era banteng segilima (PDI), berkumpul di kantor sekretariat DPC. Mereka membagikan pengalamannya bagaimana berorganisasi atau berpartai di era 90-an yang penuh tekanan dan intervensi dari aparatur negara kala itu.

“Peristiwa yang lalu tidak saja untuk dikenang. Tapi bagaimana harus menjadi pelajaran dan titik pijak untuk melangkah ke depan dengan berbagai tantangannya,” kata Sanyoto, Sekretaris DPC PDI era 90-an. (hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Sri Untari Usulkan Wayang Dikembangkan dengan AI agar Diminati Generasi Muda

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, mengusulkan pemanfaatan kecerdasan buatan atau ...
LEGISLATIF

DPRD Tulungagung Sahkan 5 Perda, Fraksi PDI Perjuangan Soroti Isu Pendidikan hingga Disabilitas

TULUNGAGUNG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulungagung bersama eksekutif resmi mengesahkan lima ...
LEGISLATIF

Buleks Apresiasi Prestasi Bank Suroboyo, Minta Kinerja Lima Tahun Berturut-turut Dipertahankan

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksono, mengapresiasi capaian BPR Surya Artha Utama (BPR SAU) atau ...
SEMENTARA ITU...

Pemkot Surabaya Kembangkan Taman Hutan Kota Jeruk, Warga Desil 1 hingga 3 Diprioritaskan Kelola Usaha

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan pengembangan Taman Hutan Kota Jeruk di Kecamatan ...
LEGISLATIF

Bangun Ekonomi Berbasis Zero Waste, Sri Untari Gandeng Warga Empat Desa di Kabupaten Malang

MALANG – Empat desa di Kabupaten Malang disiapkan menjadi proyek percontohan pengelolaan sampah berbasis zero waste ...
EKSEKUTIF

Museum Penataran Expo 2026 Angkat Warisan Budaya Takbenda, Pemkab Blitar Luncurkan Reservasi Online

BLITAR – Museum Penataran Expo 2026 menjadi upaya Pemerintah Kabupaten Blitar mengenalkan kekayaan warisan budaya ...