Senin
26 Oktober 2026 | 6 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hasto: PDI Perjuangan dan NU Disatukan Sejarah Perjuangan Bangsa Sejak Era Bung Karno

pdip jatim 260725 hasto

JAKARTA – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan hubungan PDI Perjuangan dengan Nahdlatul Ulama (NU) dibangun di atas fondasi sejarah perjuangan bangsa sejak masa kemerdekaan. Menurutnya, kaum nasionalis dan kalangan ulama memiliki cita-cita yang sama dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hasto menjelaskan bahwa Bung Karno sejak awal membangun komunikasi yang erat dengan para ulama, termasuk pendiri NU KH Hasyim Asy’ari. Kolaborasi tersebut menjadi kekuatan besar dalam menggerakkan rakyat melawan penjajahan.

“NU dan PDI Perjuangan, bersama TNI, adalah pemegang panji Republik ini. Kita dibimbing oleh ide, gagasan, dan imajinasi yang sama tentang Indonesia, meski satu menggunakan perspektif Islam dan satunya nasionalis,” kata Hasto dalam forum diskusi kebangsaan dan ke-NU-an di Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Baca juga: Hasto Ajak Jadikan NU Penjaga Moral Bangsa, Tolak Intervensi Politik Jelang Muktamar

Ia menjelaskan Bung Karno tidak pernah memisahkan nilai-nilai kebangsaan dengan ajaran agama. Sebaliknya, Bung Karno justru menjadikan nilai-nilai Islam sebagai sumber inspirasi untuk membangkitkan semangat kemerdekaan.

Menurut Hasto, puncak kolaborasi tersebut terlihat pada lahirnya Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang menjadi tonggak penting perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Persatuan nasionalis dan ulama adalah modal terbesar bangsa. Karena itu jangan pernah ada upaya memecah belah hubungan yang telah dibangun oleh para pendiri bangsa,” ujarnya.

Hasto menilai hubungan historis tersebut tetap relevan menghadapi tantangan kebangsaan saat ini, terutama ketika Indonesia menghadapi berbagai persoalan demokrasi, ketimpangan sosial, dan tekanan geopolitik global.

Ia berharap sinergi antara kekuatan nasionalis dan Islam moderat terus diperkuat untuk menjaga Pancasila, UUD 1945, serta semangat gotong royong yang diwariskan para pendiri bangsa.

Dalam kesempatan itu, Hasto juga mengingatkan pentingnya menjaga NU sebagai organisasi yang mandiri dan tidak terjebak dalam kepentingan politik praktis.

“NU adalah rumah besar umat Islam Indonesia sekaligus benteng moral bangsa. Karena itu, NU harus tetap menjadi cahaya yang menerangi perjalanan bangsa menuju keadilan, kemanusiaan, dan kesejahteraan,” pungkasnya. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Warga Ponggok Kesulitan Air Bersih, PDIP Kediri Salurkan Bantuan dan Siapkan Solusi Jangka Panjang

KEDIRI – Kesulitan air bersih yang dialami warga Desa Ponggok, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, mendorong DPC PDI ...
HEADLINE

Megawati di Merah Muda Fest: Anak Muda Harus Kritis dan Bertanggung Jawab atas Masa Depan Bangsa

JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mendorong generasi muda berani berpikir kritis, ...
SEMENTARA ITU...

Hujan Tak Surutkan Semangat, Ribuan Warga Blitar Ikuti Jalan Sehat Hari Santri

BLITAR – Hujan rintik-rintik tak menyurutkan semangat ribuan warga Kabupaten Blitar mengikuti Jalan Sehat Hari ...
SEMENTARA ITU...

Doding Rahmadi Dukung Gantangan Perkutut Trenggalek, Berpotensi Gerakkan Ekonomi Lokal

TRENGGALEK – Gantangan burung perkutut di Kabupaten Trenggalek berpotensi berkembang menjadi penggerak ekonomi ...
KRONIK

Kanang: Banteng Futsal League Mbah Kung Cup Bagian dari Konsolidasi Partai

NGAWI – Banteng Futsal League Mbah Kung Cup 2026 menjadi bagian dari konsolidasi PDI Perjuangan untuk memperkuat ...
LEGISLATIF

Erma Susanti Dorong Kemloko Jadi Agropolitan, Kembangkan Potensi Wisata Koi

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Erma Susanti, mendorong masyarakat Desa Kemloko, Kecamatan ...