Kamis
10 September 2026 | 10 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hasto: PDI Perjuangan dan NU Disatukan Sejarah Perjuangan Bangsa Sejak Era Bung Karno

pdip jatim 260725 hasto

JAKARTA – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan hubungan PDI Perjuangan dengan Nahdlatul Ulama (NU) dibangun di atas fondasi sejarah perjuangan bangsa sejak masa kemerdekaan. Menurutnya, kaum nasionalis dan kalangan ulama memiliki cita-cita yang sama dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hasto menjelaskan bahwa Bung Karno sejak awal membangun komunikasi yang erat dengan para ulama, termasuk pendiri NU KH Hasyim Asy’ari. Kolaborasi tersebut menjadi kekuatan besar dalam menggerakkan rakyat melawan penjajahan.

“NU dan PDI Perjuangan, bersama TNI, adalah pemegang panji Republik ini. Kita dibimbing oleh ide, gagasan, dan imajinasi yang sama tentang Indonesia, meski satu menggunakan perspektif Islam dan satunya nasionalis,” kata Hasto dalam forum diskusi kebangsaan dan ke-NU-an di Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Baca juga: Hasto Ajak Jadikan NU Penjaga Moral Bangsa, Tolak Intervensi Politik Jelang Muktamar

Ia menjelaskan Bung Karno tidak pernah memisahkan nilai-nilai kebangsaan dengan ajaran agama. Sebaliknya, Bung Karno justru menjadikan nilai-nilai Islam sebagai sumber inspirasi untuk membangkitkan semangat kemerdekaan.

Menurut Hasto, puncak kolaborasi tersebut terlihat pada lahirnya Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang menjadi tonggak penting perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Persatuan nasionalis dan ulama adalah modal terbesar bangsa. Karena itu jangan pernah ada upaya memecah belah hubungan yang telah dibangun oleh para pendiri bangsa,” ujarnya.

Hasto menilai hubungan historis tersebut tetap relevan menghadapi tantangan kebangsaan saat ini, terutama ketika Indonesia menghadapi berbagai persoalan demokrasi, ketimpangan sosial, dan tekanan geopolitik global.

Ia berharap sinergi antara kekuatan nasionalis dan Islam moderat terus diperkuat untuk menjaga Pancasila, UUD 1945, serta semangat gotong royong yang diwariskan para pendiri bangsa.

Dalam kesempatan itu, Hasto juga mengingatkan pentingnya menjaga NU sebagai organisasi yang mandiri dan tidak terjebak dalam kepentingan politik praktis.

“NU adalah rumah besar umat Islam Indonesia sekaligus benteng moral bangsa. Karena itu, NU harus tetap menjadi cahaya yang menerangi perjalanan bangsa menuju keadilan, kemanusiaan, dan kesejahteraan,” pungkasnya. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Puan Desak Pencarian Lima Jurnalis di Selat Sunda Dimaksimalkan, Keluarga Jangan Diabaikan

Puan Maharani meminta pemerintah memaksimalkan pencarian lima jurnalis yang hilang di Selat Sunda sekaligus ...
LEGISLATIF

Agar Obat Bahan Alam Masuk JKN, Indriani Dorong Ekosistem Inovasi Jatim Diperkuat

SURABAYA – Agar obat bahan alam hasil riset Jawa Timur memiliki peluang masuk dalam sistem pelayanan kesehatan yang ...
KRONIK

Wali Kota Eri Cahyadi Siapkan Mitigasi Hadapi Sesar Surabaya dan Sesar Waru-Juanda

SURABAYA – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memperkuat sistem mitigasi bencana menyusul fakta bahwa wilayah Kota ...
KABAR CABANG

Tak Menunggu Diminta, PDIP Trenggalek Kirim Air Bersih ke Pelosok Panggul-Munjungan

TRENGGALEK – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek terus bergerak menembus pelosok desa untuk membantu warga yang ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Jatim Dorong Digital Dashboard Jadi Dasar Kebijakan Transportasi

Fraksi PDIP Jatim mendorong Digital Dashboard diperkuat sebagai instrumen memantau transportasi, mengolah data, dan ...
KRONIK

Anas Karno Minta Pemkot Surabaya Jemput Bola Layani IKD di Pemukiman Warga

SURABAYA – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya, Anas Karno, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya ...