TRENGGALEK – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek terus bergerak menembus pelosok desa untuk membantu warga yang kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau. Dalam sepekan terakhir, puluhan ribu liter air bersih telah disalurkan secara gratis ke sejumlah wilayah, termasuk kawasan Trenggalek selatan.
Terbaru, tim reaksi cepat PDI Perjuangan menyasar Desa Ngulungwetan, Kecamatan Munjungan, dan Desa Manggis, Kecamatan Panggul. Armada truk tangki dikerahkan menembus jalan terjal dan kawasan perbukitan untuk mengantarkan air bersih kepada warga yang telah menyiapkan drum penampungan.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian partai terhadap kondisi warga di pelosok yang setiap musim kemarau menghadapi persoalan ketersediaan air bersih.
“Hampir tiap hari truk air bersih menyapa warga di pelosok desa. Gratis. Tanpa diminta, kader kami turun untuk menyalurkan air bersih ke wong cilik,” kata Doding, Kamis (10/9/2026).
Menurut Doding, wilayah Kecamatan Panggul dan Munjungan memiliki karakter geografis berupa pegunungan. Banyak warga tinggal di lereng dan kawasan perbukitan yang menghadapi kesulitan memperoleh air bersih ketika musim kemarau mencapai puncaknya.
Karena itu, penyaluran dilakukan dengan mendatangi langsung wilayah yang membutuhkan. Tim tidak hanya menunggu laporan atau permintaan bantuan, tetapi aktif memetakan lokasi yang mengalami kesulitan air.
Dalam sepekan, truk tangki khusus PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek telah berulang kali bergerak membawa air bersih ke pelosok desa. Air kemudian disalurkan ke drum-drum penampungan yang telah disiapkan warga.
Doding mengatakan gerak cepat tersebut menjadi bentuk nyata kepekaan kader terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat di lapangan.
“Ini sesuai dengan tekad kita untuk selalu ada ketika warga membutuhkan bantuan,” katanya.
Ia menambahkan, kepedulian tersebut juga terus ditanamkan kepada kader PDI Perjuangan di berbagai tingkatan agar tidak hanya aktif dalam kegiatan politik, tetapi juga hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan kebutuhan dasar.
Aksi sosial berupa distribusi air bersih itu akan terus dilakukan dalam beberapa minggu ke depan. Penyaluran baru akan dihentikan ketika musim hujan kembali tiba dan kebutuhan air warga mulai terpenuhi secara alami.
Selama musim kemarau, warga yang tinggal di pelosok desa dan kawasan perbukitan memang menjadi kelompok yang rentan mengalami krisis air bersih. Air yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat, mulai dari memasak hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.
Doding memastikan gerakan tersebut akan terus menyasar wilayah-wilayah yang membutuhkan, terutama desa yang berada di kawasan pegunungan dan mengalami keterbatasan sumber air selama musim kemarau. (azz/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













