BANYUWANGI – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Banyuwangi, Dhea Sartika menggelar peringatan Bulan Bung Karno bersama komunitas petani di Desa Sambimulyo Kecamatan Bangorejo, pada Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan ini diawali dengan doa bersama untuk Bung Karno yang kemudian dirangkai dengan pembagian peralatan pertanian (cangkul) kepada sekitar seratus warga tani.
Peringatan Bulan Bung Karno 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang jasa dan pemikiran Bung Karno, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai perjuangannya melalui aksi nyata yang menyentuh langsung masyarakat.
Menurut Dhea, Bulan Bung Karno harus menjadi momentum menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami ingin Bulan Bung Karno tidak hanya dikenang, tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, karena itu kami mengisinya dengan doa bersama, santunan kepada anak yatim, dan berbagi sembako kepada warga yang membutuhkan dan melalui acara semacam ini semangat gotong royong diharapkan terus hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.
Dhea mengatakan, bagi petani, cangkul atau pacul adalah simbol kerja keras, kesabaran, dan ikhtiar. Setiap ayunannya ke tanah, tambah dia, mengajarkan filosofi keselarasan bahwa untuk mendapatkan hasil panen yang memuaskan, manusia harus bersedia mengolah alam dengan keringat dan doa, bukan sekadar mengharapkan keajaiban.
“Di pundak petani, cangkul sering kali merepresentasikan kemandirian ekonomi, kesetiaan pada profesi, dan kepasrahan dalam menghadapi tantangan alam,” terangnya.
Dhea menambahkan, di bulan Juni ada tiga momen yang berkaitan dengan Bung Karno. Yaitu, lahir Pancasila pada 1 Juni 1945, Bung Karno dilahirkan pada 6 Juni 1901, dan wafat pada 21 Juni 1970.
Tiga peristiwa tersebut diperingati sebagai Bulan Bung Karno, sebuah momentum untuk merawat ingatan sejarah sekaligus menghidupkan nilai-nilai perjuangannya melalui kerja nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat. (ars/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












