PONOROGO – Wakabid Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Bambang Juwono, menyalurkan bantuan kemanusiaan pada seorang bocah penderita hidrosefalus di Kabupaten Ponorogo, tepatnya di Desa Nglumpang, Kecamatan Mlarak, Senin (16/3/2025).
Bantuan tersebut disalurkan bersama pengurus DPC, PAC, hingga anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Ponorogo. Bantuan tersebut berupa dana sebesar Rp25 juta, yang merupakan iuran dari para kader.
Bantuan diberikan kepada Filza (15), yang menderita hidrosefalus sejak bayi usia tiga bulan. Kondisi tersebut membuat Filza tidak dapat beraktivitas seperti anak seusianya.
Bambang Juwono mengungkapkan, dirinya pertama kali mengetahui kondisi Filza setelah melihat foto saat kegiatan pembagian sembako dari DPD PDI Perjuangan kepada masyarakat. Dalam foto itu, ia melihat seorang anak terbaring telentang dengan selang terpasang di hidung.
“Awalnya saya melihat foto pembagian sembako. Saya sempat bingung, itu anak tidur atau bagaimana. Kok ada selang masuk ke hidungnya. Dari situ saya minta teman-teman di daerah menelusuri latar belakangnya,” ujarnya.
Setelah ditelusuri, diketahui Filza merupakan penderita hidrosefalus yang hingga kini hanya bisa terbaring. Ia tidak dapat berbicara, tidak mampu melakukan aktivitas sendiri, serta mengalami keterlambatan tumbuh kembang.
“Kondisinya hanya bisa telentang. Tidak bisa bicara, responnya hanya dari kedipan mata. Mata kirinya juga tidak berfungsi, sedangkan mata kanan tidak fokus,” imbuh Logos, sapaan akrabnya.
Untuk kebutuhan makan dan medis sehari-hari, Filza menggunakan selang yang dimasukkan melalui hidung dan harus diganti secara berkala setiap dua minggu sekali. Biaya perawatan tersebut dinilai cukup berat bagi keluarga.
“Selangnya saja sekitar Rp75 ribu setiap ganti, dan harus rutin. Karena itu kami dari teman-teman PDI Perjuangan berinisiatif urunan untuk membantu,” lanjutnya.
Filza merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Ayahnya bekerja serabutan, sementara ibunya merawat Filza di rumah. Keduanya bergantian menjaga sang anak setiap hari.
Selain memberikan bantuan uang tunai, pihaknya juga meminta perhatian pemerintah desa dan dinas terkait agar keluarga tersebut mendapatkan pendampingan lebih maksimal. Ia menyebut koordinasi telah dilakukan dengan dinas sosial dan dinas kesehatan.
“BPJS-nya sempat tidak aktif, tapi teman-teman fraksi sudah membantu mengaktifkannya kembali. Kami juga meminta perhatian dari dinas terkait supaya ke depan ada pendampingan yang lebih baik,” terang Logos.
Ia juga mengaku terharu saat menyerahkan bantuan secara langsung kepada keluarga Filza. Bahkan, ibu Filza disebut sempat tercengang karena baru pertama kali menerima bantuan dalam jumlah besar.
“Ibunya Filza tercengang saat tahu bantuan sebesar itu dan baru pertama kali diterima. Saya sampai menggenggam tangannya agar berkenan menerima bantuan tersebut. Saya sungguh terharu dan sebenarnya tidak kuat melihat derita Filza selama 15 tahun,” ungkap Logos dengan mata berkaca-kaca.
Lebih lanjut, menurutnya kondisi tersebut sekaligus menunjukkan besarnya cinta dan kesabaran orang tua Filza dalam merawat anaknya selama ini. Ia juga mengapresiasi gotong royong berbagai pihak yang turut membantu.
“Kawan-kawan fraksi melalui Pak Sis dan Bu Evi juga bergerak cepat berkoordinasi dengan instansi terkait. Pak lurah Desa Nglumpang juga siap membantu memfasilitasi kelancaran perawatan selanjutnya. Bahkan ada juga yang rutin mengirim sembako setiap bulan. Ini bentuk gotong royong kita semua,” jelasnya.
Bambang menilai, peristiwa ini menjadi pelajaran spiritual yang mendalam, terlebih di bulan suci. Menurutnya, kisah Filza mengajarkan tentang cinta orang tua, kesabaran, perjuangan, hingga nilai kemanusiaan.
“Hati saya trenyuh. Ini sudah menjadi kehendak Tuhan, dan kita diberi kesempatan untuk membantu sesama. Kalau tidak ada yang peduli, berarti kita abai terhadap nilai-nilai kemanusiaan,” tandas Logos. (jrs/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









