MAGETAN – DPC PDI Perjuangan Magetan mulai melakukan penjaringan calon Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) di 18 kecamatan.
Proses ini dilaksanakan sesuai arahan DPD dan DPP PDI Perjuangan, dengan target seluruh tahapan penjaringan rampung sebelum 14 Februari 2026 atau menjelang bulan puasa.
Wakabid Keanggotaan dan Organisasi DPC Magetan, Purbo Djati, menjelaskan bahwa penjaringan dilakukan melalui rapat-rapat PAC yang dihadiri Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) Ranting.
“Dalam rapat penjaringan , setiap PAC mengusulkan minimal lima nama calon Ketua PAC. Usulan ini berasal dari bawah, dari ranting-ranting yang paling memahami kondisi kader di wilayahnya,” kata Purbo.
Dia menegaskan, dalam struktur PDI Perjuangan, keputusan kepengurusan tidak ditentukan di satu tingkat, melainkan melalui mekanisme kewenangan dua tingkat di atas.
“Untuk kepengurusan PAC, kewenangan rekomendasinya ada di DPD. Kalau DPC, rekomendasinya di DPP. Ranting di DPC, dan seterusnya. Ini sistem kontrol organisasi agar kaderisasi tetap objektif dan terjaga,” jelasnya.

Setelah penjaringan selesai, lanjut Purbo, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur akan melakukan fit and proper test terhadap nama-nama yang diusulkan. Hasilnya nanti berupa rekomendasi Ketua PAC dan dua calon fungsionaris, yang menjadi dasar bagi PAC untuk menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab).
Musancab sendiri direncanakan digelar pada April hingga Mei 2026 untuk membentuk kepengurusan PAC yang baru.
Struktur Sampai Dusun Adalah Nafas Partai
Ketua DPC Magetan, Diana Sasa, menegaskan bahwa penataan PAC merupakan bagian dari agenda besar merapikan struktur partai hingga lapisan paling bawah.
“Target kami, kepengurusan partai rapi sampai level dusun. Sejak dulu, bahkan sejak masih PDI segilima, struktur kami sudah sampai Anak Ranting. Itu kekuatan PDI Perjuangan,” tegas Diana.
Menurutnya, struktur berjenjang adalah urat nadi partai, bukan sekadar formalitas administratif di atas kertas.
“Kami tidak mau ada nama di atas kertas, tapi saat pemilu tidak ada orangnya. Ini namanya mesin partai yang palsu. Kami ingin cari kader militan, yang paham bagaimana partai ini dijalankan,” tambahnya.
Diana menyatakan komitmennya untuk merawat kader-kader militan sebagaimana amanah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
“Mereka adalah ujung tombak penyambung partai dengan rakyat, yang paling dekat dan paling tahu persoalan di bawah,” katanya.
Ke depan arah gerak Partai di Magetan akan disusun berbasis data lapangan. Partai akan bergerak berdasarkan pemetaan Anak Ranting, bukan asumsi. Dari situlah kebijakan dan kerja politik disusun.
Dengan skema penjaringan dari bawah, rekomendasi berjenjang, serta Musancab sebagai forum legitimasi organisasi, DPC Magetan menargetkan struktur PAC yang solid, teruji, dan benar-benar lahir dari kaderisasi, bukan sekadar penunjukan. (rud/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













