Kamis
02 Juli 2026 | 10 : 25

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bakal Jadi Percontohan Nasional, Pemkot Surabaya Targetkan Pemutakhiran DTSEN Tuntas Bulan Ini

pdip-jatim-250916-sosialisasi-kpk-EC

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang rencananya akan dilakukan 1-31 Oktober 2025.

Pemutakhiran DTSEN akan dilakukan berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Surabaya. Kader Surabaya Hebat (KSH) yang telah lulus seleksi pelatihan pemuktahiran data akan turut serta membantu proses tersebut.

“Semuanya turun bareng, ada pegawai kita, ada BPS juga, dan kader (KSH) yang sudah lulus sertifikasi,” jelas Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Selasa (30/9/2025).

Dia menargetkan, DTSEN Kota Surabaya akan tuntas seluruhnya pada Oktober 2025. Sebab, DTSEN Kota Surabaya nantinya akan dijadikan percontohan nasional.

“Oktober ini selesai. Karena kita dibuat percontohan nasional,” ungkapnya.

Sebelumnya, Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya, M. Fikser, menegaskan pentingnya program DTSEN ini sebagai fondasi kebijakan yang akurat.

Pemkot Surabaya juga diketahui telah melakukan pelatihan petugas pemutakhiran yang berlangsung dari 25-28 September 2025.

Pelatihan tersebut sangatlah penting guna meningkatkan keakuratan data sebelum nantinya petugas akan melakukan pendataan secara “door to door” pada bulan Oktober 2025.

“DTSEN adalah program strategis pemerintah untuk menyatukan data kependudukan dan sosial ekonomi warga dengan mencocokkannya menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK),” jelas Fikser.

Menurutnya, pemutakhiran data terdapat tiga tujuan utama. Yakni agar pemerintah memiliki satu sumber data yang sama.

Kedua, menjamin program yang diterjunkan pemerintah tepat sasaran, dikarenakan kondisi perekonomian masyarakat yang dinamis.

“Tanpa data terbaru, bantuan sosial akan berisiko salah sasaran. Ini adalah upaya kami meminimalisir inclusion error dan exclusion error,” ujarnya.

Sedangkan yang ketiga, ialah pembangunan jangka panjang, untuk mendukung pembangunan jangka panjang dibutuhkan data dan perencanaan yang akurat.

“Khususnya dalam merancang intervensi di sektor kesehatan, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan berbasis bukti (evidence-based),” pungkas dia. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bupati Ipuk Ajak Seluruh Stakeholder Perkuat Kolaborasi Layanan Kesehatan

BANYUWANGI – Di tengah tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah, pemangku kesehatan daerah diharapkan bisa ...
KRONIK

Kejurprov Voli Pasir U-17 2026 di Sumenep, Saatnya Atlet Muda Tunjukkan Kemampuan Terbaik

SUMENEP – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Voli Pasir U-17 2026 di Kabupaten Sumenep, sebagai momentum strategi dalam ...
LEGISLATIF

Ketua Komisi E DPRD Jatim Dorong Percepatan Renovasi GOR Velodrome Malang

Ketua Komisi E DPRD Jatim Sri Untari Bisowarno mendorong percepatan renovasi GOR Velodrome Malang serta ...
PEMILU

Sinung Sudrajad: Pilkada Langsung Perkuat Legitimasi Pemerintahan Daerah

PDI Perjuangan Bondowoso menilai pilkada langsung memperkuat legitimasi pemerintahan daerah karena kepala daerah ...
LEGISLATIF

Novita Minta Pembangunan KEK Pariwisata Tak Hanya Kejar Investasi, Hak Masyarakat Harus Dilindungi

Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini meminta pemerintah memperbaiki tata kelola KEK Pariwisata agar tidak hanya ...
LEGISLATIF

Jaga Stabilitas Harga di Tingkat Peternak, DPRD Jatim Siapkan Perda Tata Niaga Telur

Komisi B DPRD Jatim menyiapkan Perda Tata Niaga Telur untuk menjaga stabilitas harga di tingkat peternak sekaligus ...