Senin
26 Oktober 2026 | 2 : 16

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Yudi Meira: Peringatan Kudatuli Harus Perkuat Komitmen Kader Merawat Demokrasi

pdip jatim 260727 yudi meira

BLITAR – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Blitar, Yudi Meira, menegaskan peringatan 27 Juli atau Kudatuli tidak boleh berhenti sebagai agenda mengenang masa lalu. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi penguat komitmen kader untuk merawat demokrasi sekaligus mewariskan nilai-nilai perjuangan kepada generasi penerus.

Komitmen itu disampaikan Yudi dalam renungan malam memperingati peristiwa Kudatuli 1996 yang digelar di Kantor Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kota Blitar, Minggu (26/7/2026) malam.

Kegiatan diikuti jajaran pengurus DPC, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Blitar, PAC, ranting, anak ranting, serta sejumlah tokoh senior partai yang menjadi saksi peristiwa Kudatuli. Suasana berlangsung khidmat dengan pemutaran dokumentasi tragedi 27 Juli 1996, sebelum ditutup dengan kenduri dan doa bersama bagi para korban serta pejuang demokrasi.

“Kami menundukkan kepala sejenak mengenang mereka yang gugur, mereka yang hilang tanpa rimbanya, dan mereka yang menderita luka fisik maupun batin demi mempertahankan sebuah keyakinan,” kata Yudi.

Ia menegaskan, kebebasan dan demokrasi yang dinikmati masyarakat saat ini merupakan hasil perjuangan panjang yang dibangun melalui berbagai pengorbanan.

“Kebebasan dan demokrasi yang kita nikmati hari ini tidak datang dengan sendirinya, tetapi diperjuangkan melalui pengorbanan yang sangat besar,” ujarnya.

Yudi menilai sejarah harus terus diwariskan kepada kader, khususnya generasi muda, agar menjadi pelajaran bahwa demokrasi hanya dapat tumbuh dengan penghormatan terhadap hak, kebebasan, dan perbedaan pandangan.

“Sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan cermin agar kita tidak lagi membiarkan kekerasan atas nama apa pun merusak tatanan kehidupan berbangsa. Karena itu, kami meneguhkan kembali tekad bahwa peristiwa tersebut tidak boleh dilupakan,” tegasnya.

Ketua Komisi III DPRD Kota Blitar itu menambahkan, estafet perjuangan kini berada di tangan generasi muda. Karena itu, kader muda diharapkan mampu menjaga semangat perjuangan dengan mengedepankan nilai kemanusiaan, dialog, dan penghormatan terhadap demokrasi.

“Berpolitik dan bernegara adalah tentang membangun kualitas kemanusiaan, bukan menindas mereka yang berbeda pandangan ataupun menyampaikan kritik. Nilai keberanian para pendahulu harus menjadi kompas moral untuk menjaga Indonesia tetap adil, demokratis, dan berdaulat,” pungkasnya. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Banteng Futsal League Ngawi: Dari Wazza yang Juara hingga Rizky yang Belajar dari Kekalahan

NGAWI – Usianya baru 14 tahun. Bangku sekolah masih menjadi kesehariannya, tetapi Minggu (25/10/2026), Wazza ...
KRONIK

Merah Muda Fest 2026, Repdem Dorong Ruang Politik bagi Anak Muda

Banu Lesmana Bagaskara menilai Gen Z bukan generasi apolitis, tetapi masih menghadapi hambatan masuk partai ...
KRONIK

Dari Sumenep ke Jakarta, Rafiq Membawa Cerita Madura dan Semangat Merawat Indonesia

JAKARTA – Perjalanan dari Sumenep menuju Jakarta bukan sekadar perpindahan dari satu kota ke kota lain bagi ...
EKSEKUTIF

Marhaen Djumadi Dorong Penguatan Pangan dan Kesejahteraan Petani Nganjuk

NGANJUK – Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menilai kebijakan pemerintah pusat terkait harga gabah membantu memberikan ...
SEMENTARA ITU...

165 Pecatur Ikuti Piala Ketua DPRD Trenggalek, Doding Bidik Atlet Berprestasi

TRENGGALEK – Sebanyak 165 pecatur dari Trenggalek dan luar daerah mengikuti turnamen terbuka catur Piala Ketua DPRD ...
KABAR CABANG

Warga Ponggok Kesulitan Air Bersih, PDIP Kediri Salurkan Bantuan dan Siapkan Solusi Jangka Panjang

KEDIRI – Kesulitan air bersih yang dialami warga Desa Ponggok, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, mendorong DPC PDI ...