Selasa
21 April 2026 | 8 : 34

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wabup Gresik Sidak Layanan Kependudukan, Pegawai Dispenduk Tak Ada di Tempat

pdip-jatim-bu-min-sidak-kecamatan-240321-1

GRESIK – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah melakukan inspeksi mendadak (sidak) layanan kependudukan di Kantor Kecamatan Dukun, Rabu (24/3/2021). Kedatangan Bu Min sapaan Wabup Gresik, ingin mengetahui kesiapan dalam pelaksanaan program ‘Lahir Pulang Bawa Akte’.

Celakanya, di Kantor Kecamatan Dukun itu tidak terlihat pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil). Tapi, hanya mendapati satu pegawai kecamatan yang diperbantukan.

“Seharusnya pegawai Dispendukcapil tetap standby sesuai jam kerja. Sehingga masyarakat yang ingin mengurus KK, KTP atau catatan sipil lainnya bisa terlayani dengan baik,” kata Bu Min usai sidak.

Perempuan pertama yang menjabat Wabup Gresik itu sangat menyayangkan ketidakhadiran pegawai Dispenduk di ruang layanan tersebut. 

Apalagi, layanan administrasi pencatatan sipil di Kecamatan Dukun ini satu-satunya kecamatan di wilayah Pantura yang memiliki support cetak E-KTP.

“Jangan sampai pegawai yang bertugas melayani cetak E-KTP maupun catatan sipil lainnya meninggalkan tempat saat jam kerja. Kasihan masyarakat yang jauh-jauh datang ternyata tidak terlayani,” ujarnya.

Dalam sidak yang berlangsung sekitar pukul 07.45 WIB, Camat Dukun Fatah Hadi juga tidak terlihat di kantornya. Hanya ada Sekcam Dukun Muh Sampurno bersama sejumlah staf yang menyambut kehadiran Bu Min ketika sidak.

Sementara itu, ketika sidak ke Kantor UPT Puskesmas Mentaras, Bu Min mendapat keluhan dari masyarakat karena kurang ramahnya petugas resepsionis terhadap pasien.

Tak hanya itu, dia juga menemukan adanya data yang tidak sinkron terkait jumlah kasus stunting atau kekurangan gizi anak.

“Waktu saya tanya data kasus stunting di wilayah kerja Puskesmas Mentaras, Kepala UPT-nya bilang cuma ada 7. Yakni 5 di Desa Lowayu dan 2 di Tirem. Setelah saya cek lagi ternyata data yang tercatat ada 272 kasus,” ucapnya.

Bu Min meminta agar pelayanan di UPT Puskesmas Mentaras lebih ditingkatkan. Tetap bersikap ramah kepada masyarakat membutuhkan pelayanan medis.

“Tadi kami juga mampir ke Kantor Desa Mojopetung. Ternyata layanan di ruang Polindesnya tidak ada petugas medis satupun. Harusnya ada yang standby di situ,” imbuhnya. (mus)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Delapan RS Kolaborasi, Surabaya Genjot Wisata Medis

Pemkot Surabaya meluncurkan Medical Tourism di Balai Kota, targetkan pasien nasional hingga mancanegara dengan ...
EKSEKUTIF

Pentingnya Kolaborasi, Antar Instansi di Ngawi Berbareng Musnahkan Ribuan Pil Koplo

NGAWI – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menghadiri kegiatan pemusnahan barang bukti perkara pidana yang telah ...
KRONIK

Tantri Bararoh Ajak Kader GMNI Kabupaten Malang Kritis dan Turun Bela Wong Cilik

Tantri Bararoh ajak kader GMNI Malang tetap kritis dan turun ke lapangan memperjuangkan wong cilik melalui gerakan ...
KRONIK

Musancab Trenggalek di Hari Kartini, Deni: Suara Perempuan Harus Didengar dalam Politik

Deni Wicaksono menegaskan peran perempuan dalam Musancab PDIP Trenggalek dengan keterwakilan minimal 30 persen ...
LEGISLATIF

Renny Pramana: Semangat Kartini Harus Pastikan Perempuan Tuntas Pendidikan dan Berdaya

Renny Pramana menegaskan semangat Kartini harus memastikan perempuan tidak hanya mendapat akses, tetapi juga ...
KABAR CABANG

Inda Raya: Perempuan Harus Tingkatkan Kapasitas, Berani Bersuara dan Ambil Peran

Inda Raya menegaskan perempuan harus meningkatkan kapasitas, berani bersuara, dan mengambil peran strategis dalam ...