Sabtu
17 Oktober 2026 | 7 : 55

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wabup Antok Tegaskan Pentingnya Jaga Kelestarian Sumber Mata Air

IMG-20251210-WA0025_copy_607x407

NGAWI – Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, menegaskan pentingnya menjaga kelestarian sumber mata air saat menghadiri tradisi Keduk Beji di kawasan wisata Tawun, Kecamatan Kasreman, Selasa (9/12/2025).

Tradisi Keduk Beji merupakan agenda tahunan warga Desa Tawun. Salah satu rangkaian utamanya adalah membersihkan sendang secara serempak agar aliran mata air tetap lancar. Bagi Wabup Antok, tradisi ini tidak hanya menjadi ritual adat, tetapi juga perwujudan kerukunan dan gotong royong masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Tradisi Keduk Beji menunjukkan bahwa masyarakat Desa Tawun sangat mencintai kelestarian alam,” ujarnya.

Pernyataan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi itu merujuk pada keberadaan sumber mata air Beji yang hingga kini tetap aktif. Sumber air ini berakar dari legenda Ki Ageng Mentaun, tokoh yang dipercaya hidup pada abad ke-15. Konon, Ki Ageng Mentaun menemukan Sendang Tawun dan menetap di kawasan tersebut bersama putra-putranya, Raden Lodrojoyo dan Raden Hascaryo.

Dalam kisah setempat, Raden Lodrojoyo dikenal sebagai petani yang prihatin melihat warga sering gagal panen akibat kekeringan. Ia kemudian melakukan tirakat dengan merendam tubuh hingga leher di sendang tersebut. Pada suatu malam, warga dikejutkan suara ledakan keras.

Saat menuju lokasi, mereka mendapati Sendang Tawun berpindah ke sisi utara dengan posisi lebih tinggi sehingga air mengalir deras ke persawahan. Namun, Raden Lodrojoyo hilang tanpa jejak meski pencarian dilakukan hingga Selasa Kliwon berikutnya.

Sejak itu, warga setempat melestarikan Ritual Adat Bersih Sendang atau Keduk Beji yang digelar setahun sekali tepat pada Selasa Kliwon di Taman Wisata Tawun. Sumber mata air Beji hingga kini menjadi penopang utama kebutuhan pertanian warga Desa Tawun dan sekitarnya.

“Sumber mata air ini masih bisa dimanfaatkan untuk mengaliri pertanian warga Desa Tawun dan sekitarnya,” tambah Wabup Antok.

Ia menegaskan upaya pelestarian lingkungan akan terus dilakukan, termasuk menjaga kawasan hijau di sekitar sendang. Menurutnya, warga juga telah memahami asal-usul mata air tersebut, sehingga kesadaran untuk menjaga lingkungan semakin kuat.

“Masyarakat memahami dari mana sumber mata air ini berasal, sehingga upaya untuk menjaga lingkungan hidup akan terus diusahakan,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Ngawi berencana memasukkan tradisi Keduk Beji ke dalam kalender wisata daerah. (and/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Hasto Ajak Anak Muda Rawat Mangrove, Pelestarian Lingkungan Harus Berkelanjutan

MALANG – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak generasi muda terlibat langsung dalam ...
KRONIK

Hadiri Lomba Mewarnai Tugu Keris, Bupati Fauzi Puji Kreativitas Ratusan Anak

SUMENEP – Komunitas Lakona Lakone sukses menggelar lomba mewarnai tugu keris tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dan ...
HEADLINE

Hasto Tawarkan Moratorium Hutan dan Penataan Ulang Tata Ruang untuk Atasi Karhutla

MALANG – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menawarkan dua langkah mendasar untuk mengatasi ...
KRONIK

Kanang Minta Kader PDIP yang Ingin Jadi Wabup Ponorogo Perkuat Konsolidasi Lintas Partai

PONOROGO – Anggota Komisi VI DPR RI, Ir. Budi Sulistyono atau Kanang, meminta kader PDI Perjuangan yang ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan Kawal Raperda Tata Niaga dan Perlindungan Petani Tembakau

LAMONGAN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Lamongan berkomitmen mengawal pembentukan Rancangan Peraturan ...
LEGISLATIF

1.870 Kasus Narkoba Terungkap di Jatim, Andy Firasadi Dorong Pencegahan Berbasis Lingkungan

SURABAYA – Pemberantasan narkoba di Jawa Timur perlu diperkuat hingga ke lingkungan permukiman. Anggota Fraksi PDI ...