Minggu
31 Mei 2026 | 10 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wabup Antok Sisir Warga Miskin yang Belum Tersentuh Program RTLH

IMG-20251111-WA0011_copy_559x392

NGAWI – Program pengentasan rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Ngawi belum sepenuhnya menjangkau warga miskin. Sejumlah kendala, terutama terkait status kepemilikan lahan, menjadi hambatan utama pemerintah daerah dalam menyalurkan bantuan tersebut.

Meski demikian, pemerintah tidak tinggal diam. Beragam skema bantuan alternatif disiapkan agar pemerataan kesejahteraan tetap berjalan. Salah satunya dilakukan Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko yang turun langsung meninjau kondisi warga kurang mampu di Kecamatan Kendal.

Dengan mengendarai motor RX King, Wabup yang akrab disapa Antok itu menyisir tiga lokasi sasaran bedah rumah. Kunjungan pertama dilakukan di Desa Gayam, meninjau rumah milik Sukardi (70) yang hidup seorang diri bersama beberapa ekor kambing gaduhan.

Selanjutnya, Wabup Antok meninjau dua rumah reyot di Desa Ploso. Salah satunya milik Kilah (90), seorang lansia yang tinggal berdua bersama cucunya. Rumah Mbah Kilah yang berdiri di pinggiran hutan lebih menyerupai gubuk. Dindingnya dari anyaman bambu, tiangnya miring, dan lantainya masih berupa tanah.

Program RTLH tidak bisa menjangkau Mbah Kilah karena lahan tempat rumahnya berdiri bukan miliknya sendiri.

“Ada beberapa faktor sehingga program RTLH tidak bisa diterimakan kepada keluarga tidak mampu. Salah satunya soal administrasi kepemilikan lahan, seperti halnya kondisi Mbah Kilah,” ujar Wabup Antok, Selasa (11/11/2025).

Ketua DPC PDI Perjuangan Ngawi itu menegaskan, meski terbentur aturan administrasi, pemerintah akan menyiapkan skema bantuan lain melalui gotong royong partisipatoris.

“Dalam rangka peringatan Hari Korpri, diprogramkan bantuan bedah rumah, salah satunya dialokasikan untuk Mbah Kilah,” terangnya.

Ia menambahkan, program bedah rumah di luar intervensi RTLH juga dijalankan melalui kolaborasi dengan Baznas, relawan, dan masyarakat. Menurutnya, pola kolaboratif ini menjadi upaya percepatan pengentasan rumah tidak layak huni di Kabupaten Ngawi, selain mengandalkan APBD dan Dana Desa.

“Melalui akselerasi ini, paling tidak ada sekitar 6.000 rumah tidak layak huni bisa terselesaikan hingga tahun 2029,” ujar Wabup Antok.

Dalam penyisiran tersebut, Wabup Antok juga menyerahkan bantuan sembako untuk meringankan beban warga. Selama kunjungan di Kecamatan Kendal, ia turut didampingi anggota Fraksi PDI Perjuangan, Inaya Salma. (and/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Rijanto Akui Infrastruktur Jalan Jadi Pekerjaan Rumah Besar Pemkab Blitar

Bupati Blitar Rijanto mengakui perbaikan infrastruktur jalan masih menjadi pekerjaan rumah besar Pemkab Blitar. ...
KRONIK

Tari Bujang Ganong Buka Pelantikan PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Ponorogo

PONOROGO – Tari Bujang Ganong tampil memukau sebagai pembuka dalam acara pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI ...
KRONIK

Harga Bahan Pangan Naik, Wiwin Sumrambah Sebut Faktor Global hingga Cuaca Ekstrem

JOMBANG – Kenaikan harga sejumlah bahan pangan di Jawa Timur menjadi sorotan DPRD Jawa Timur.Anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Deni Wicaksono Minta Kader PDIP Aktif di Medsos, Pertarungan Politik Terjadi di Dunia Maya

PONOROGO – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, meminta seluruh kader Partai untuk aktif ...
KRONIK

Deni: PDI Perjuangan Memberi Anak Muda Ruang dan Tanggung Jawab Berjuang Bersama

PONOROGO – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, mengingatkan kader PDI Perjuangan untuk tidak ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Ponorogo Perkuat Kaderisasi dan Regenerasi Kepemimpinan

PONOROGO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Ponorogo menggelar Musyawarah Anak Cabang ...