NGAWI – Rona bahagia berbinar di raut wajah Katijah, warga Desa Tulakan, Sine, Ngawi. Nenek berusia 90 an tahun, yang hidup sebatang kara dapat kejutan bedah rumah.
Katijah, meskipun hidup sendiri, namun tidak sendirian menanggung nestapa hidup dalam rumah reyot. Berbagai elemen masyarakat Kabupaten Ngawi turut bersama memikul beban Katijah agar dapat tinggal di rumah yang lebih layak, di sisa hidupnya.
Kepedulian terhadap Katijah diwujudkan dengan bedah rumah, yang dilakukan oleh Komunitas XMax, Relawan PASRA, PAC PDI Perjuangan Sine, PSHT, dan Pemerintah Desa Tulakan.
Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, bersama dengan Wakabid Kehormatan partai DPD PDI Perjuangan Jatim, Ir Budi Sulistyono Kanang, turut serta membersamai berbagai elemen masyarakat tersebut menyerahkan bantuan kepada Katijah, pada Minggu (11/9/2022).
Wabup Antok saat dikonfirmasi mengatakan, seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Ngawi bisa memiliki peran dalam pembangunan. Khususnya perihal penanganan masalah sosial.
“Bentuk kebersamaan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Ngawi, untuk bersama-sama berpartisipasi dalam pembangunan di Kabupaten Ngawi,” kata Wabup Antok.

Di rumah Katijah, Wabup Antok turut menyerahkan bantuan. Bantuan berupa sembako, sejumlah uang, untuk keperluan bedah rumah milik Katijah.
“Tidak menutup kemungkinan, di tempat yang lain, komunitas yang ada kita gerakan bersama, sebagai wujud kepedulian terhadap warga kita yang kurang beruntung,” ucap ketua DPC PDI Perjuangan Ngawi tersebut.
Wakil Bupati Ngawi tersebut menegaskan, Katijah telah masuk data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Oleh karenanya, Katijah rutin mendapatkan bantuan pandangan non tunai (BPNT). Selain itu, juga sudah tercover BPJS KIS.
“Tinggal bedah rumah yang belum. Makanya kita intervensi secara gotong royong. Pelaksanaan bedah rumah segera kita lakukan, dengan gotong royong tonggo teparo,” paparnya.
Kader PDI Perjuangan Dibalik Bedah Rumah Katijah
Gagasan bedah rumah Katijah berawal dari Kader PDI Perjuangan, Slamet Riyanto yang juga anggota DPRD Kabupaten Ngawi.

Slamet membeberkan, pada mulanya ketua Komisi II DPRD Ngawi tersebut sering melintas di depan rumah Katijah. Merasa prihatin dengan kondisi rumah, Slamet mengusulkan agar Katijah mendapat bedah rumah dari program Rutilahu Dinas Perkim Ngawi.
“Saya usulkan ke desa agar masuk ke database rutilahu. Tetapi karena kuotanya terbatas, maka rumah Mbah Katijah ini belum bisa tercover,” kata Slamet.
Oleh karena Slamet kadung khawatir dengan kondisi rumah Katijah yang jauh dari kata layak tersebut, dirinya kemudian menyampaikan kepada Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko. “Terus kemudian pak Wabup Ngawi rawuh ke sini, hari ini,” ucapnya.
Slamet mengatakan, rumah Katijah akan direhabilitasi dengan memperkuat konstruksi bangunan. Mengganti bagian-bagian yang lapuk dimakan usia. Rehabilitasi akan dilakukan pemdes setempat, komunitas, relawan, dan lainya.
“PDI Perjuangan Sine secara intens akan melakukan pengawalan di sini, agar sesuai dengan harapan. Rencananya akan mulai dibedah 12 hari lagi, sebab kita orang Jawa biasa memilih hari-hari baik untuk melaksanakan hajat,” paparnya (mmf/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS











